Sabtu, 01 Agustus 2020

Ekonomi Terpuruk, Lebih dari 120 Ribu Anak Bisa Jadi Korban Malnutrisi

Pandemi virus Corona COVID-19 membuat ekonomi dunia terpuruk. Hal ini karena upaya pembatasan yang diandalkan untuk menekan laju penyebaran virus membuat aktivitas ekonomi di berbagai negara berhenti atau terhambat.
Terkait hal tersebut, peneliti dalam laporan yang dipublikasi di jurnal The Lancet melihat ada risiko 128.605 ribu anak jadi korban malnutrisi. Dengan keadaan ekonomi yang buruk, banyak anak di dunia terancam tidak mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan.

"Gangguan pada sistem ekonomi, makanan, dan kesehatan akibat COVID-19 diprediksi akan semakin memperparah segala bentuk malnutrisi. Prediksi dari International Food Policy Research Institute sekitar 140 juta orang akan jatuh pada jurang kemiskinan dengan penghasilan kurang dari Rp 28 ribu per hari di tahun 2020," tulis peneliti seperti dikutip dari The Lancet, Sabtu (1/8/2020).

"Analisis kami, yang diaplikasikan pada 118 negara berpendapatan menengah ke bawah, melihat bisa ada peningkatan 14,3 persen kasus malnutrisi parah pada anak-anak di bawah usia 5 tahun sebagai dampak semakin jatuhnya pendapatan per kapita suatu negara," lanjutnya.

Harapannya prediksi ini bisa jadi pengingat agar pemegang kepentingan segera mengambil tindakan pencegahan.

WHO: Dampak Pandemi Corona Akan Terasa sampai Beberapa Dekade

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus menyuarakan agar dunia tetap berfokus menghadapi pandemi virus Corona COVID-19. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa wabah ini kejadian langka yang dampaknya bisa terasa selama puluhan tahun ke depan.
"Pandemi ini adalah krisis kesehatan sekali dalam seratus tahun. Efeknya akan terasa selama beberapa dekade," kata Tedros saat membuka pertemuan komite darurat pada Jumat (31/7/2020), seperti dikutip dari Reuters.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 17 juta kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 670 ribu di antaranya meninggal dunia. Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India jadi tiga negara penyumbang kasus terbanyak.

Benua Asia disebut mulai menghadapi gelombang kedua dan beberapa negara dilaporkan mengalami resesi ekonomi akibat dampak dari upaya pembatasan.

Sementara itu, lebih dari 150 perusahaan farmasi tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin Corona. WHO memprediksi vaksin paling cepat tersedia pada awal 2021.

Tedros menyebut studi yang berkembang mulai mengungkap sifat-sifat dari virus SARS-COV-2 penyebab COVID-19. Namun ia mengingatkan masih banyak hal yang belum diketahui dan secara umum populasi dunia masih rentan terhadap infeksi.

"Hasil awal berbagai studi serologi menemukan hal serupa: kebanyakan populasi dunia masih bisa terinfeksi virus ini, bahkan pada area yang sudah beberapa kali mengalami wabah parah," kata Tedros.

"Banyak negara yang yakin mereka sudah melewati hal terburuk sekarang harus menghadapi wabah baru. Beberapa negara yang sebelumnya hanya mengalami sedikit kasus pada awal-awal kini malah mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/the-lighthouse/

Tak Nyaman Ada Sisa Daging Terselip di Gigi? Ini Cara Mengatasinya

Mengkonsumsi daging di momen Idul Adha bisa menjadi kenikmatan tersendiri. Akan tetapi, biasanya sisa-sisa daging bisa tersangkut pada gigi sehingga menimbulkan rasa risih karena ada sesuatu yang mengganjal.
Sisa-sisa daging bisa tersangkut kemungkinan karena bagian gigi dan gusi yang renggang. Bisa juga disebabkan karena kerusakan gigi, seperti adanya gigi berlubang yang membuat sisa makanan tertinggal di dalam lubang tersebut.

Dalam kasus adanya kerusakan dan penyakit gigi, kamu tidak bisa membiarkannya begitu saja. Perlu segera ditangani oleh dokter, sebelum kerusakannya makin parah.

Oleh sebab itu, untuk mencegah kerusakan gigi dan gusi, kamu bisa mengantisipasinya dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berikut cara mengatasi sisa daging yang terselip pada gigi yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Kumur-kumur
Berkumur merupakan upaya sederhana untuk mengatasi daging yang terselip pada gigi. Kamu bisa menggunakan air garam untuk menghilangkan sisa-sisa makanan, membunuh bakteri, dan mengurangi peradangan.

2. Flossing
Dengan menggunakan benang gigi, kamu dapat menarik sisa-sisa daging yang menyangkut. Tak hanya itu, karena bentuknya yang berupa benang, kamu bisa dengan mudah membawanya kemana-mana.

3. Menyikat gigi
Menyikat gigi memang solusi paling tepat untuk mengangkat sisa-sisa makanan di dalam mulut. Biasakan melakukan sikat gigi setelah makan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut mu.

4. Gunakan lidah atau jari
Menggunakan lidah seringkali dilakukan ketika kita tidak memiliki alat apapun dalam menarik daging yang terselip pada gigi. Jika kamu merasa kesulitan menggunakan lidah, bisa juga melakukannya dengan jari tangan. Namun, pastikan tanganmu dalam keadaan bersih dengan mencuci tangan sebelum memasukkannya pada mulut.

5. Gunakan tusuk gigi
Tusuk gigi seringkali disediakan ketika kita sedang berada di restoran. Benda ini memang dikatakan paling ringkas untuk membersihkan barisan gigi dari sisa makanan yang tersangkut, termasuk daging. Namun, kamu juga harus hati-hati karena bentuk tusuk gigi yang runcing kemungkinan bisa melukai bagian gusi dan gigi.

Ekonomi Terpuruk, Lebih dari 120 Ribu Anak Bisa Jadi Korban Malnutrisi

Pandemi virus Corona COVID-19 membuat ekonomi dunia terpuruk. Hal ini karena upaya pembatasan yang diandalkan untuk menekan laju penyebaran virus membuat aktivitas ekonomi di berbagai negara berhenti atau terhambat.
Terkait hal tersebut, peneliti dalam laporan yang dipublikasi di jurnal The Lancet melihat ada risiko 128.605 ribu anak jadi korban malnutrisi. Dengan keadaan ekonomi yang buruk, banyak anak di dunia terancam tidak mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan.

"Gangguan pada sistem ekonomi, makanan, dan kesehatan akibat COVID-19 diprediksi akan semakin memperparah segala bentuk malnutrisi. Prediksi dari International Food Policy Research Institute sekitar 140 juta orang akan jatuh pada jurang kemiskinan dengan penghasilan kurang dari Rp 28 ribu per hari di tahun 2020," tulis peneliti seperti dikutip dari The Lancet, Sabtu (1/8/2020).

"Analisis kami, yang diaplikasikan pada 118 negara berpendapatan menengah ke bawah, melihat bisa ada peningkatan 14,3 persen kasus malnutrisi parah pada anak-anak di bawah usia 5 tahun sebagai dampak semakin jatuhnya pendapatan per kapita suatu negara," lanjutnya.

Harapannya prediksi ini bisa jadi pengingat agar pemegang kepentingan segera mengambil tindakan pencegahan.
https://cinemamovie28.com/orang-kaya-baru/