Minggu, 05 Juli 2020

Gokil! iPhone Jadul Masih Lancar Jalankan iOS 14

 iPhone 6s sudah berusia lima tahun. Tapi gokil, iPhone jadul ini masih lancar jalankan iOS 14.
Apple memperkenalkan iOS 14 pada perhelatan Worldwide Developer Conference (WWDC) 2020 yang belum lama ini dirilis. Membahagiakannya sederetan iPhone jadul masih diberikan dukungan iOS 14 kendati pembaruan sistem operasi ini membawa banyak fitur baru.

Ya salah satunya iPhone 6S detikers. Ponsel ini dirilis Apple pada 2015 silam.

Adalah YouTuber Brandon Butch yang menjajal instal iOS 14 di iPhone 6s. Tak disangka ponsel ini begitu lancar menjalankan sistem operasi penerus iOS 13 itu.

Bahkan saat menggunakan fitur Widget, iPhone 6s tidak memperlihatkan kendala sedikit pun. Demikian pula saat menggunakan App Library.

Tapi ada satu hal yang tidak bisa dihindari kala iPhone 6s menjalankan iOS 14, yakni baterai. Brandon mencatat baterainya terkuras lantaran Home Screen yang baru.

Wajar saja lantaran Widget harus memperbarui informasi secara terus menerus, terutama cuaca. Kekurangan lain yang ditemui delay saat mengetik, dan ketika menjalankan picture-in-picture, ponsel baru terasa sedikit lambat ketika menjalankan aplikasi lain bersamaan.

Dan perlu dicatat, iOS 14 yang digunakan masih berstatus beta, sehingga ada kemungkinan Apple akan memperbaiki kekurangan ini. Tapi setidaknya iPhone 6s yang hanya ditenagai chipset A9 dan RAM 2GB masih bisa menjalankan iOS 14.

Untuk melihat lebih lengkap pengujian iOS 14 di iPhone 6s bisa menyaksikan video Brandon berikut ini:

Aptiknas Manfaatkan Blockchain Mengamankan Data Anggota

Asosiasi Pengusaha Teknologi informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) memanfaatkan blockchain untuk pencatatan anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dirasa memudahkan sekaligus menjamin data lebih aman.
Aptiknas memanfaatkan aplikasi berbasis blockchain bernama Trusti. Jadi ketika memasukkan nama dan nomor keanggotaan di jaringan blockchain, akan menghasilkan sebuah barcode file yang nantinya ditempel ke Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Pencatatan KTA melalui Trusti sangat membantu kami dalam mengefisiensikan proses pencatatan anggota kami, karena sampai dengan saat ini anggota Aptiknas telah berada di 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Semoga kedepannya teknologi ini bisa kita manfaatkan untuk aspek lainnya", ujar Ketua Umum Aptiknas Soegiharto Santoso atau kerap disapa Hoky.

Trusti sendiri merupakan aplikasi blockchain yang berspesialis pada notarisasi berkas. Merupakan karya pengembang aplikasi asal Yogyakarta bernama Damos Hanggara.

Dengan menggunakan platform Vexanium, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai data di jaringan blockchain untuk dapat divalidasi dan diotentikasi keasliannya. Karena itu pula Aptiknas menjadi asosiasi pertama di Indonesia yang menginisiasi Blockchain Certificate bersama platform Vexanium

Hoky menuturkan pencatatan KTA Aptiknas baru langkah awal dari inisiasi sertifikasi blockchain yang dilakukan oleh Aptiknas. Sebagai aplikasi gratis yang bisa digunakan oleh semua orang secara global, masih banyak hal dan kemungkinan yang bisa dicapai dengan menggunakan aplikasi berbasis blockchain ini, seperti sertifikasi PDF, audit jejak, verifikasi dokumen, auditabilitas forensik dan masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.
https://cinemamovie28.com/cast/indiana-evans/

Galaxy M41 Bawa Baterai Super Gede 6.800 mAh

 Samsung rupanya tengah menyiapkan ponsel baru penerus Galaxy M40. Bernama Galaxy M41 membawa baterai super gede, yakni 6.800 mAh.
Kehadirannya sendiri diketahui dari sertifikasi 3C. Ponsel tersebut memiliki kode EB-BM415ABY.

Ponsel tersebut menggunakan baterai buatan Ningde Amperex Technology Limited. Dengan kapasitas 6.800 mAh, baterai Galaxy M41 hampir menyamai dengan tablet.

Dan daya tampung tersebut hampir dua kali lebih besar dari dari pendahulunya. Galaxy M40 saat dirilis tahun lalu hanya dibekali baterai 3.500 mAh saja.

Bisa dibayangkan dengan kapasitas 6.800 mAh bakal berapa lama Galaxy M41 bertahan hidup. Galaxy M31 saja yang punya 6.000 mAh saja dapat digunakan hingga 26 jam untuk menonton film dan 119 jam mendengarkan musik.

Sayangnya belum diketahui spesifikasi lain yang dimiliki ponsel ini. Tapi dengan mendapat sertifikasi 3C, peluncuran Galaxy M41 sudah di depan mata. Tertarik menunggunya?

Gokil! iPhone Jadul Masih Lancar Jalankan iOS 14

 iPhone 6s sudah berusia lima tahun. Tapi gokil, iPhone jadul ini masih lancar jalankan iOS 14.
Apple memperkenalkan iOS 14 pada perhelatan Worldwide Developer Conference (WWDC) 2020 yang belum lama ini dirilis. Membahagiakannya sederetan iPhone jadul masih diberikan dukungan iOS 14 kendati pembaruan sistem operasi ini membawa banyak fitur baru.

Ya salah satunya iPhone 6S detikers. Ponsel ini dirilis Apple pada 2015 silam.

Adalah YouTuber Brandon Butch yang menjajal instal iOS 14 di iPhone 6s. Tak disangka ponsel ini begitu lancar menjalankan sistem operasi penerus iOS 13 itu.

Bahkan saat menggunakan fitur Widget, iPhone 6s tidak memperlihatkan kendala sedikit pun. Demikian pula saat menggunakan App Library.

Tapi ada satu hal yang tidak bisa dihindari kala iPhone 6s menjalankan iOS 14, yakni baterai. Brandon mencatat baterainya terkuras lantaran Home Screen yang baru.

Wajar saja lantaran Widget harus memperbarui informasi secara terus menerus, terutama cuaca. Kekurangan lain yang ditemui delay saat mengetik, dan ketika menjalankan picture-in-picture, ponsel baru terasa sedikit lambat ketika menjalankan aplikasi lain bersamaan.

Dan perlu dicatat, iOS 14 yang digunakan masih berstatus beta, sehingga ada kemungkinan Apple akan memperbaiki kekurangan ini. Tapi setidaknya iPhone 6s yang hanya ditenagai chipset A9 dan RAM 2GB masih bisa menjalankan iOS 14.

Untuk melihat lebih lengkap pengujian iOS 14 di iPhone 6s bisa menyaksikan video Brandon berikut ini:

Aptiknas Manfaatkan Blockchain Mengamankan Data Anggota

Asosiasi Pengusaha Teknologi informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) memanfaatkan blockchain untuk pencatatan anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dirasa memudahkan sekaligus menjamin data lebih aman.
Aptiknas memanfaatkan aplikasi berbasis blockchain bernama Trusti. Jadi ketika memasukkan nama dan nomor keanggotaan di jaringan blockchain, akan menghasilkan sebuah barcode file yang nantinya ditempel ke Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Pencatatan KTA melalui Trusti sangat membantu kami dalam mengefisiensikan proses pencatatan anggota kami, karena sampai dengan saat ini anggota Aptiknas telah berada di 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Semoga kedepannya teknologi ini bisa kita manfaatkan untuk aspek lainnya", ujar Ketua Umum Aptiknas Soegiharto Santoso atau kerap disapa Hoky.

Trusti sendiri merupakan aplikasi blockchain yang berspesialis pada notarisasi berkas. Merupakan karya pengembang aplikasi asal Yogyakarta bernama Damos Hanggara.

Dengan menggunakan platform Vexanium, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai data di jaringan blockchain untuk dapat divalidasi dan diotentikasi keasliannya. Karena itu pula Aptiknas menjadi asosiasi pertama di Indonesia yang menginisiasi Blockchain Certificate bersama platform Vexanium

Hoky menuturkan pencatatan KTA Aptiknas baru langkah awal dari inisiasi sertifikasi blockchain yang dilakukan oleh Aptiknas. Sebagai aplikasi gratis yang bisa digunakan oleh semua orang secara global, masih banyak hal dan kemungkinan yang bisa dicapai dengan menggunakan aplikasi berbasis blockchain ini, seperti sertifikasi PDF, audit jejak, verifikasi dokumen, auditabilitas forensik dan masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.
https://cinemamovie28.com/cast/amol-parashar/