Minggu, 05 Juli 2020

Teleskop Hubble Tangkap Foto 'Kembang Api' di Luar Angkasa

 Teleskop luar angkasa Hubble tidak berhenti mengambil foto fenomena keren di luar angkasa. Kali ini teleskop legendaris tersebut menangkap foto kembang api di kluster bintang G286.21+0.17.
Foto ini merupakan mosaik yang terdiri dari 750 observasi radio yang dilakukan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile dan sembilan gambar inframerah dari teleskop luar angkasa Hubble.

Dikutip detikINET dari Phys, Sabtu (3/7/2020) gambar ini ditangkap saat kluster G286.21+0.17 dalam proses kelahiran bintang-bintang. Kluster ini terletak di region Carina yang ada dalam galaksi Bima Sakti, yang berjarak sekitar 8.000 tahun cahaya.

Awan berwarna ungu yang mendominasi gambar tersebut adalah gas molekul yang ditangkap oleh ALMA. Teleskop ini mengamati aktivitas gas yang jatuh ke dalam kluster dan menciptakan inti padat yang akhirnya membentuk bintang.

Sementara bintang-bintang yang berkilauan dalam gambar ini ditangkap oleh teleskop Hubble. Angin dan radiasi dari bintang-bintang ini mendorong awan molekul tersebut dan meninggalkan debu panas yang berwarna kuning dan merah.

Sebagian besar bintang di tata surya kita, termasuk Matahari, lahir dalam kluster bintang yang sangat besar. Tapi proses pembentukannya dari awan molekul yang padat masih menjadi misteri.

"Ini menunjukkan bagaimana dinamis dan berantakan proses kelahiran sebuah bintang," kata co-author studi ini, Jonathan Tan dari Chalmers University di Swedia dan University of Virginia.

"Kita melihat banyak kekuatan yang bersaing: gravitasi dan turbulensi dari awan di satu sisi, dan angin dan tekanan radiasi dari bintang-bintang muda di sisi lain. Sungguh menakjubkan untuk berpikir bahwa Matahari dan planet kita pernah jadi bagian tarian kosmik ini," sambungnya.

Cara Mengirim Stiker Animasi WhatsApp

- WhatsApp baru saja mengumumkan sejumlah fitur baru, salah satu yang menarik kemampuan mengirimkan animasi stiker. Lantas bagaimana cara mengirim stiker animasi WhatsApp?
Ada dua cara untuk mengirim stiker animasi WhatsApp, yakni:

Animasi Stiker di WhatsApp
1. Buka WhatsApp

2. Buka salah satu chat yang ingin kamu kirimkan stiker animasi

3. Tekan ikon stiker

4. Tekan ikon + untuk menambahkan stiker. Kita akan dihantar ke halaman download sticker

5. Cari stiker animasi yang ditandai tombol play kecil di bagian atasnya. Tekan ikon download di sisi kirinya

6. Bila sudah terdownload, tekan tombol back di bagian atasnya

7. Kita akan melihat sticker animasi yang sudah didownload, pilih yang ingin dikirimkan

8. Stiker animasi ini akan selalu bergerak selama halaman chat terbuka, baru berhenti ketika pengguna meninggalkan percakapan

Menggunakan Stiker Animasi Pihak Ketiga
WhatsApp pun memberikan dukungan sticker animasi dari pihak ketiga. Kamu bisa mendownloadnya gratis di Play Store, salah satunya Animated Sticker Maker for WhatsApp.

Menariknya aplikasi tersebut memberikan fitur yang memungkinkan kamu membuat stiker animasi sendiri. Caranya pun mudah, yakni:

- Tekan ikon + Create A New Sticker Pack for Your WhatsApp

- Lalu beri nama sticker dan pembuatnya. Jika stiker ingin untuk diri sendiri, maka hilangkan centang pada opsi Share it with other

- Lalu pilih foto atau jepret langsung dari kamera. Kemudian kasih tambahan kata-kata atau emoji

- Agar bisa di-add ke WhatsApp minimal kamu harus membuat tiga stiker

- Tekan Add to WhatsApp

- Lalu tinggal gunakan stiker animasi WhatsApp yang dibuat tadi


Selamat mencoba!
https://cinemamovie28.com/cast/pawel-szajda/

Aptiknas Manfaatkan Blockchain Mengamankan Data Anggota

Asosiasi Pengusaha Teknologi informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) memanfaatkan blockchain untuk pencatatan anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dirasa memudahkan sekaligus menjamin data lebih aman.
Aptiknas memanfaatkan aplikasi berbasis blockchain bernama Trusti. Jadi ketika memasukkan nama dan nomor keanggotaan di jaringan blockchain, akan menghasilkan sebuah barcode file yang nantinya ditempel ke Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Pencatatan KTA melalui Trusti sangat membantu kami dalam mengefisiensikan proses pencatatan anggota kami, karena sampai dengan saat ini anggota Aptiknas telah berada di 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Semoga kedepannya teknologi ini bisa kita manfaatkan untuk aspek lainnya", ujar Ketua Umum Aptiknas Soegiharto Santoso atau kerap disapa Hoky.

Trusti sendiri merupakan aplikasi blockchain yang berspesialis pada notarisasi berkas. Merupakan karya pengembang aplikasi asal Yogyakarta bernama Damos Hanggara.

Dengan menggunakan platform Vexanium, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai data di jaringan blockchain untuk dapat divalidasi dan diotentikasi keasliannya. Karena itu pula Aptiknas menjadi asosiasi pertama di Indonesia yang menginisiasi Blockchain Certificate bersama platform Vexanium

Hoky menuturkan pencatatan KTA Aptiknas baru langkah awal dari inisiasi sertifikasi blockchain yang dilakukan oleh Aptiknas. Sebagai aplikasi gratis yang bisa digunakan oleh semua orang secara global, masih banyak hal dan kemungkinan yang bisa dicapai dengan menggunakan aplikasi berbasis blockchain ini, seperti sertifikasi PDF, audit jejak, verifikasi dokumen, auditabilitas forensik dan masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.

"Ke depan tentunya kita akan melihat lebih banyak lagi pengaplikasian dari teknologi ini di berbagai bidang dan industri. Ditambah lagi semua orang sekarang bisa membuat dan menggunakan aplikasi berbasis blockchain," pungkas Hoky.

Teleskop Hubble Tangkap Foto 'Kembang Api' di Luar Angkasa

 Teleskop luar angkasa Hubble tidak berhenti mengambil foto fenomena keren di luar angkasa. Kali ini teleskop legendaris tersebut menangkap foto kembang api di kluster bintang G286.21+0.17.
Foto ini merupakan mosaik yang terdiri dari 750 observasi radio yang dilakukan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile dan sembilan gambar inframerah dari teleskop luar angkasa Hubble.

Dikutip detikINET dari Phys, Sabtu (3/7/2020) gambar ini ditangkap saat kluster G286.21+0.17 dalam proses kelahiran bintang-bintang. Kluster ini terletak di region Carina yang ada dalam galaksi Bima Sakti, yang berjarak sekitar 8.000 tahun cahaya.

Awan berwarna ungu yang mendominasi gambar tersebut adalah gas molekul yang ditangkap oleh ALMA. Teleskop ini mengamati aktivitas gas yang jatuh ke dalam kluster dan menciptakan inti padat yang akhirnya membentuk bintang.

Sementara bintang-bintang yang berkilauan dalam gambar ini ditangkap oleh teleskop Hubble. Angin dan radiasi dari bintang-bintang ini mendorong awan molekul tersebut dan meninggalkan debu panas yang berwarna kuning dan merah.

Sebagian besar bintang di tata surya kita, termasuk Matahari, lahir dalam kluster bintang yang sangat besar. Tapi proses pembentukannya dari awan molekul yang padat masih menjadi misteri.

"Ini menunjukkan bagaimana dinamis dan berantakan proses kelahiran sebuah bintang," kata co-author studi ini, Jonathan Tan dari Chalmers University di Swedia dan University of Virginia.

"Kita melihat banyak kekuatan yang bersaing: gravitasi dan turbulensi dari awan di satu sisi, dan angin dan tekanan radiasi dari bintang-bintang muda di sisi lain. Sungguh menakjubkan untuk berpikir bahwa Matahari dan planet kita pernah jadi bagian tarian kosmik ini," sambungnya.
https://cinemamovie28.com/cast/masanari-wada/