Sabtu, 04 Juli 2020

Hingga Tengah Tahun, 47 Orang Meninggal karena DBD di Jawa Tengah

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau agar masyarakat juga waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat ada 47 orang meninggal akibat DBD sejak Januari hingga akhir Juni 2020.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan lewat video. Ia mejelaskan jumlah kasus DBD di Jateng hingga bulan Juni yaitu ada 3.189 kasus.

"Sampai akhir Juni kemarin jumlah kasus DBD ada 3.189 kasus dan yang meninggal 47 orang," kata Yulianto, Jumat (3/7/2020).

Dengan jumlah tersebut, insiden rate kasus DBD di Jawa Tengah yaitu 9,16 kasus per 100 ribu penduduk. Yulianto juga menjelaskan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) DBD di wilayahnya sekitar 1,47 persen dari total jumah kasus.

"Jumlah kasus meninggal dibagi kasus DBD dikalikan 100 persen, ada 1,47 persen. Semakin kecil semakin baik," jelasnya.

Ia berharap masyarakat mulai waspada terlebih masih beberapakali turun hujan. Yulianto menjelaskan tim pemantau jentik masih terus berjalan agar DBD bisa diantisipasi.

"Waspadai, terkadang masih hujan, berpotensi timbul kasus DBD, dipengaruhi juga faktor lingkungan dan tentunya perilaku," katanya.

Sementara itu terkait daerah dengan kasus terbanyak Yulianto menyebutkan nama daerah namun tidak detail jumlahnya. Yaitu, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Batang, Kota Magelang, dan Kota Semarang

"Untuk yang Case Fatality Rate tinggi yaitu Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung," tutup Yulianto.

Ciri-ciri Sperma yang Sehat, Dilihat dari Kekentalan dan Warnanya

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat bisa dilihat dari banyak hal, termasuk tekstur dan warna sperma. Lalu apa saja tanda-tanda yang menunjukkan ciri-ciri sperma yang baik dan sehat?
Berikut ciri-ciri sperma yang baik dan sehat, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

Bagaimana warna sperma yang sehat?
Jika warna sperma berubah warna, mungkin kamu akan mulai khawatir terkait dengan kondisi kesehatanmu. Dikutip dari Healthline, warna sperma yang baik dan sehat biasanya berwarna putih atau abu-abu keputihan.

Jika warna sperma berubah menjadi kuning tidak perlu terlalu khawatir tetapi tetap waspada terkait kemungkinan kondisi medis yang bisa mendasari perubahan warna sperma tersebut.

Cairan sperma yang berwarna kemerahan hingga kecoklatan bisa jadi tanda tercampur oleh darah.

Bagaimana tekstur sperma yang sehat?
Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat memiliki tekstur yang kental. Tekstur sperma yang kental diperlukan agar sperma bisa bertahan di dalam vagina dan bertemu sel telur.

Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan meminum alkohol untuk tetap memiliki tekstur yang sperma yang kental, agar spermamu tetap sehat.

Jika tekstur sperma cair, masih bisa dikatakan sperma yang sehat?
Sperma yang teksturnya berair bisa menandakan jumlah sperma rendah dan berisiko mengalami masalah kesuburan. Sperma yang teksturnya seperti cair ini bisa menandakan kondisi tubuh sedang tidak baik.

Bagaimana caranya supaya sperma kembali kental?
Ciri-ciri sperma yang sehat memiliki tekstur yang kental. Agar sperma kembali kental cobalah untuk konsumsi banyak sayur-sayuran hijau sperti bayam, selada. Lalu buah-buahan seperti jeruk dan juga kacang-kacangan seperti kacang polong.

Apa pola hidup yang harus dihindari agar sperma bisa tetap sehat?
Penting untuk membiasakan diri tidak merokok dan tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang. Bisa juga untuk konsultasi dengan dokter jika jumlah sperma terus menerus sedikit. Penting untuk tetap kelola stres, karena hal ini juga berpengaruh pada jumlah sperma dan kesehatan sperma.

Bagaimana detikers, apakah kamu memiliki ciri-ciri sperma yang baik dan sehat?
https://cinemamovie28.com/cast/sam-morril/

Berapa Lama Sperma Berjalan Menuju Rahim?

Pernahkah terpikir, butuh berapa lama sperma berjalan menuju rahim? Dalam proses pembuahan, sperma perlu melewati berbagai macam rintangan dalam rahim agar bisa mencapai sel telur.
Bahkan, dari sekian juta sperma hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Lantas berapa lama sperma berjalan menuju rahim?

Dikutip dari Babycentre, waktu paling cepat sperma mencapai sel telur adalah 45 menit, sedangkan paling lama bisa sampai 12 jam. Setiap sperma memiliki kecepatan berenang yang berbeda-beda, tetapi umumnya adalah 2,5 centimeter per 15 menit.

Kenapa hanya satu sperma yang bisa membuahi sel telur?
Saat ejakulasi, pria mengeluarkan sekitar 40 juta sperma ke dalam rahim. Namun, hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur.

Begitu banyak rintangan yang perlu dilalui sperma agar bisa mencapai sel telur. Salah satunya adalah lingkungan asam dalam vagina yang membuat sperma tidak bisa bertahan hidup dan mati. Sehingga, hanya sperma yang kuat dan sehat yang benar-benar bisa membuahi sel telur.

Apa yang terjadi ketika sperma berhasil membuahi sel telur?
Sperma yang berhasil membuahi sel telur dan membawa kromosom Y, maka bayi yang akan dihasilkan adalah berjenis kelamin pria. Sedangkan, sperma yang membawa kromosom X, maka bayi Anda akan berjenis kelamin wanita.

Bagaimana kondisi sperma yang tidak berhasil membuahi sel telur?
Sperma yang tidak berhasil membuahi sel telur akan mati. Umumnya mereka bisa bertahan hidup tiga sampai lima hari di dalam rahim hingga akhirnya terbuang karena gagal melakukan pembuahan.

Hingga Tengah Tahun, 47 Orang Meninggal karena DBD di Jawa Tengah

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau agar masyarakat juga waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat ada 47 orang meninggal akibat DBD sejak Januari hingga akhir Juni 2020.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan lewat video. Ia mejelaskan jumlah kasus DBD di Jateng hingga bulan Juni yaitu ada 3.189 kasus.

"Sampai akhir Juni kemarin jumlah kasus DBD ada 3.189 kasus dan yang meninggal 47 orang," kata Yulianto, Jumat (3/7/2020).

Dengan jumlah tersebut, insiden rate kasus DBD di Jawa Tengah yaitu 9,16 kasus per 100 ribu penduduk. Yulianto juga menjelaskan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) DBD di wilayahnya sekitar 1,47 persen dari total jumah kasus.

"Jumlah kasus meninggal dibagi kasus DBD dikalikan 100 persen, ada 1,47 persen. Semakin kecil semakin baik," jelasnya.

Ia berharap masyarakat mulai waspada terlebih masih beberapakali turun hujan. Yulianto menjelaskan tim pemantau jentik masih terus berjalan agar DBD bisa diantisipasi.

"Waspadai, terkadang masih hujan, berpotensi timbul kasus DBD, dipengaruhi juga faktor lingkungan dan tentunya perilaku," katanya.

Sementara itu terkait daerah dengan kasus terbanyak Yulianto menyebutkan nama daerah namun tidak detail jumlahnya. Yaitu, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Batang, Kota Magelang, dan Kota Semarang

"Untuk yang Case Fatality Rate tinggi yaitu Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung," tutup Yulianto.
https://cinemamovie28.com/cast/chloe-pirrie/