Kamis, 02 Juli 2020

Pegawai Starbucks Ngintip Payudara Pelanggan, Kelainan atau Memang Mesum?

Di media sosial viral video yang menunjukkan pegawai kafe Starbucks mengintip payudara pelanggan wanita lewat CCTV. Pihak Starbucks Indonesia mengaku telah melakukan investigasi dan memecat karyawan terkait.
"Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Di media sosial, video pengintipan yang dilakukan sang pegawai mendapat kecaman netizen. Sebagian menyebutnya sebagai bentuk pelecehan seksual.

Apakah pria yang suka mengintip artinya ia memiliki kelainan seksual?
Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan perlu pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan apakah seseorang pria mengintip karena kelainan seksual, seperti voyeurism. Bisa jadi ada faktor lainnya yang berperan sehingga muncul dorongan untuk mengintip.

"Harus ada pemeriksaan. Banyak alasan (pria suka mengintip)," kata Kasandra pada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Terkait kemungkinan adanya kecenderungan voyeurisme, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyinggung batasannya. Perilaku mengintip disebut voyeurisme jika dilakukan bukan pada takaran biasa.

Sebagai contoh, ketika seseorang hanya bisa terangsang jika mengintip orang lain, maka itu baru bisa disebut voyeurisme. Harus dibedakan antara mengintip sebagai filia (philia) dan mengintip sebagai hasil kalkulasi terhadap kesempatan serta risiko.

"Akan menjadi kemesuman tergantung pada sikap korban. Kalau korban tidak berkenan, maka perilaku mengintip sudah bisa dianggap sebagai serangan seksual. Umum menyebutnya 'perbuatan mesum'," jelas Reza.

Ngeri, Ratusan Gajah Mati Mendadak Misterius

 Ratusan gajah mati mendadak di Botswana dalam kurun waktu dua bulan belakangan. Peneliti masih belum dapat menentukan apa yang menjadi penyebabnya.
Dr Niall McCann dari lembaga National Park Rescue menyatakan, koleganya di negara Afrika itu menemukan lebih dari 350 bangkai gajah di delta Okavango sejak awal Mei. Sampelnya sedang diteliti untuk mencari alasan kematian massal ini.

Tewasnya ratusan gajak ini bikin prihatin lantaran Botswana menampung sepertiga populasi gajah di Afrika yang jumlahnya kian menurun. Pemerintah setempat telah mendapat pemberitahuan tentang kasus tersebut.

Bangkainya terlihat ketika para konservasionis terbang dan memotret dari udara. "Mereka melihat 169 bangkai dalam 3 jam penerbangan, luar biasa. Sebulan kemudian, investigasi lanjutan mengidentifikasi lebih banyak bangkai, total lebih dari 350," papar Dr Niall.

"Peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal angka gajah mati dalam sebuah peristiwa yang tak berhubungan dengan kekeringan," tambah dia, dikutip detikINET dari BBC.

Pemerintah Botswana telah menyimpulkan kematian gajah ini bukan karena perburuan gading karena masih utuh di badan. Kemudian gajah adalah satu-satunya spesies yang tewas sehingga dugaan mereka terpapar sianida tidak sahih lantaran hewan lain seharusnya juga mati.

Para gajah tewas dengan banyak di antara mereka mengeluarkan kotoran, lalu ada yang berputar-putar sebelum mati. Jadi menurut Dr Niall, kemungkinan ada sesuatu yang menyerang sistem saraf mereka.

Ia juga menyebut tidak mustahil bahwa ada penyakit yang menimpa mereka dan berpotensi menular ke manusia, seandainya sumber penyakit adalah di sumber air atau tanah. "Ya, ini adalah bencana konservasi, tapi juga berpotensi menjadi krisis kesehatan publik," cetusnya.

"Kami telah mengirimkan sampelnya untuk dites dan mengharapkan hasilnya dalam beberapa minggu lagi," tutup dia, berharap misteri ratusan gajah mati ini segera terpecahkan.
https://nonton08.com/2018/03/

Potensial Jadi Pandemi, Flu Babi G4 Punya Kesamaan dengan Flu Spanyol 1918

Galur atau jenis baru virus flu babi asal China yang disebut virus G4 disebut potensial memicu pandemi. Ilmuwan Amerika Serikat bahkan menegaskan, karakter virus ini mirip virus flu spanyol yang mewabah di 1918.
Sebelumnya, virus baru yang nama lengkapnya G4 EA H1N1 ini disebut mirip seperti flu babi yang memicu pandemi pada 2009. Diperkirakan 10 persen pekerja rumah potong babi dan 4,4 persen populasi umum di China sudah terpapar.

Sama seperti flu babi 2009, flu spanyol yang mewabah pada 1918 juga memicu pandemi. Bahkan virus tersebut menjangkiti sepertiga populasi penduduk dunia dan membunuh kurang lebih 50 juta manusia.

Pakar infeksi di Amerika Serikat, Anthony Fauci, menyebut virus baru G4 perlu diwaspadai. Meski belum ada bukti ditularkan dari orang ke orang, virus ini punya kemampuan bermutasi dan beradaptasi.

"Dan mereka sedang melihat virus di babi, yang memiliki karakter H1N1 2009, 1918 yang asli (flu spanyol), yang sisa-sianya dimiliki banyak virus flu pada manusia, seperti halnya segmen pada inang lain, seperti babi," jelasnya.

Wabah flu spanyol 1918 menyebar ke seluruh dunia di tengah berkecamuknya perang dunia I dan masih terbatasnya layanan kesehatan maupun ilmu pengetahuan. Puluhan juta penduduk dunia meninggal karenanya.

"Kemungkinannya adalah Anda mungkin punya wabah setipe flu babi yang kita alami pada 2009," kata Fauci, dikutip dari CNBC.

Pegawai Starbucks Ngintip Payudara Pelanggan, Kelainan atau Memang Mesum?

Di media sosial viral video yang menunjukkan pegawai kafe Starbucks mengintip payudara pelanggan wanita lewat CCTV. Pihak Starbucks Indonesia mengaku telah melakukan investigasi dan memecat karyawan terkait.
"Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Di media sosial, video pengintipan yang dilakukan sang pegawai mendapat kecaman netizen. Sebagian menyebutnya sebagai bentuk pelecehan seksual.

Apakah pria yang suka mengintip artinya ia memiliki kelainan seksual?
Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan perlu pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan apakah seseorang pria mengintip karena kelainan seksual, seperti voyeurism. Bisa jadi ada faktor lainnya yang berperan sehingga muncul dorongan untuk mengintip.

"Harus ada pemeriksaan. Banyak alasan (pria suka mengintip)," kata Kasandra pada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Terkait kemungkinan adanya kecenderungan voyeurisme, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyinggung batasannya. Perilaku mengintip disebut voyeurisme jika dilakukan bukan pada takaran biasa.

Sebagai contoh, ketika seseorang hanya bisa terangsang jika mengintip orang lain, maka itu baru bisa disebut voyeurisme. Harus dibedakan antara mengintip sebagai filia (philia) dan mengintip sebagai hasil kalkulasi terhadap kesempatan serta risiko.

"Akan menjadi kemesuman tergantung pada sikap korban. Kalau korban tidak berkenan, maka perilaku mengintip sudah bisa dianggap sebagai serangan seksual. Umum menyebutnya 'perbuatan mesum'," jelas Reza.
https://nonton08.com/2019/03/