Kamis, 04 Juni 2020

Spesifikasi Kapal Induk II China, Proyek Perang Xi Jinping

China pada akhir 2019 lalu resmi menugaskan kapal induk kedua buatan dalam negeri yang bernama Shandong. Shandong resmi akan melayani Angkatan Laut Pembebasan Rakyat China.

Shandong dilaporkan memiliki panjang 315 meter dan memiliki lebar (beam)  75 meter. Desain lambung kapal berbasis dari kapal induk pertama China, Liaoning. Liaoning sendiri dibuat dari lambung kapal induk Kuznetsov yang dibuat oleh Soviet. 

Berat kapal total pada saat garis air penuh (displacement) adalah 55 ribu dalam kapasitas muatan standar. Dalam kapasitas muatan penuh, kapal memiliki displacement 66 ribu hingga 70 ribu ton.

Dilansir dari situs China Power CSIS, Shandong memiliki sistem propulsi berupa empat turbin konvensional uap dan delapan boiler. Spesifikasi propulsi bisa membuat kapal melaju dengan kecepatan maksimal 31 knots atau sekitar 57 km per jam.

Dilansir dari South Morning China Post, kapal memiliki sistem sensor Type 346A S-band AESA dan disenjatai dengan tiga senapan Gatling Type 1130 CIWS dan tiga peluncur misil  HQ-10.

Kapal bisa menampung mengangkut lebih dari 50 pesawat atau helikopter.

Shandong diketahui menggunakan jalur lompat ski (agak menjulang ke atas) di ujung dek penerbangan untuk meluncurkan pesawat. Teknologi yang disebut STOBAR itu dinilai relatif lebih tua dibandingkan dengan teknologi 'ketapel' yang disukai Angkatan Laut Amerika Serikat.

Shandong merupakan kapal induk kedua milik China setelah Liaoning yang ditugaskan pada 2012 lalu. Shandong ditugaskan di daerah Sanya, Provinsi Kepulauan Hainan.

Dilaporkan kapal telah menyelesaikan sembilan uji laut (sea trial) dalam kurun waktu 18 bulan. Sebagai perbandingan, Liaoning menyelesaikan 10 sea trial dalam kurun waktu 13 bulan.

Sebelumnya, Presiden Xi Jinping memutuskan menaikkan anggaran pertahanan negara sebesar 6,6 persen pada pekan lalu di tengah serangan pandemi virus corona yang terus merongrong perekonomian global, tak terkecuali Tiongkok.

Dengan kenaikan itu, anggaran pertahanan China meningkat menjadi 1.268 triliun yuan atau Rp2.628 triliun.

Pada awal pekan ini tak lama setelah rencana anggaran pertahanan diumumkan, Xi turut memerintahkan Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) atau militer China untuk memikirkan "skenario terburuk, meningkatkan latihan militer, dan menyiagakan kesiapan perang.

Mengenal Astaxanthin: Manfaat dan Efek Samping

 Sifat antioksidan yang dimiliki membuat astaxanthin memiliki segudang manfaat kesehatan. Namun, Anda tetap perlu mewaspadai efek samping astaxanthin saat mengonsumsinya.

Astaxanthin merupakan karotenoid alami yang ditemukan di banyak organisme laut seperti mikroalga, salmon, udang, dan lobster. Mikroalga hijau Haematococcus pluvialis dianggap sebagai sumber astaxanthin terbaik. Kini astaxanthin juga tersedia dalam bentuk suplemen di pasaran.

Sejumlah penelitian telah mendukung penggunaan astaxanthin sebagai antioksidan kuat yang memberikan banyak manfaat untuk mengurangi risiko penyakit kronis tertentu seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Astaxanthin juga diketahui dapat menekan risiko penyakit neurodegeneratif.

Manfaat Astaxanthin

Astaxanthin dikenal sebagai salah satu agen antioksidan terbaik. Sifat ini membuat astaxanthin memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti berikut.

1. Mengurangi risiko kanker
Sifat antioksidan yang dimiliki membuat banyak penelitian menemukan efek positif astaxanthin dalam mengobati kanker. Mengutip Healthline, salah satunya sebuah studi yang menemukan manfaat astaxanthin dalam menekan pertumbuhan sel kanker di payudara.

2. Menjaga kesehatan kulit
Astaxanthin dapat digunakan secara topikal untuk meningkatkan kesehatan kulit. Sebuah studi menunjukkan, gabungan dosis astaxanthin topikal dan oral dapat menghilangkan kerutan, mengurangi bintik-bintik penuaan, dan menjaga kelembapan kulit.

3. Menjaga kesehatan jantung
Para ahli juga mengklaim bahwa astaxanthin bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal J-Stage menemukan efek positif penggunaan astaxanthin pada tikus dengan hipertensi.

4. Mengatasi nyeri sendi
Astaxanthin juga disebut dapat digunakan untuk mengobati nyeri sendi, termasuk kondisi seperti rheumatoid arthritis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa astaxanthin dapat mengurangi peradangan dan gejala nyeri yang berkaitan dengan sendi.
http://kamumovie28.com/seisokurokaminotuma-2/

Antisipasi Kebijakan OPEC, Harga Minyak Menanjak

Harga minyak dunia naik tipis ke level tertinggi sejak Maret pada perdagangan Kamis (4/6). Penguatan dipicu oleh antisipasi pasar terhadap kebijakan pemangkasan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

Mengutip Antara, Kamis (4/6), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 22 sen menjadi US$39,79 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 48 sen menjadi US$37,29 per barel di New York Mercantile Exchange.
Melansir Dow Jones Market Data, harga kedua minyak mentah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 6 Maret.

Pasar tengah menunggu keputusan perpanjangan pemangkasan produksi kelompok produsen minyak dunia. Disinyalir, OPEC+ tengah mempertimbangkan pengurangan produksi setelah Juni atau sesuai dengan perjanjian awal.

"Harga menguat sejauh minggu ini di tengah berita pertemuan akan dilakukan lebih awal. Pembalikan harga hari ini pasti karena berita utama terbaru di OPEC," ucap analis Minyak Petromatrix Olivier Jakob.

Sebelumnya, OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni akibat pandemi virus corona. Jika disepakati, pemangkasan menjadi 7,7 juta barel per hari akan dilakukan untuk Juli hingga akhir 2020.

Sementara itu, menurut Badan Informasi Energi (EIA) AS, persediaan minyak mentah komersial AS turun 2,1 juta barel selama pekan terakhir Mei, ini tak termasuk dalam cadangan minyak bumi strategis. Sementara, survei S&P Global Platts memperkirakan kenaikan rata-rata sebesar 3,5 juta barel.

Spesifikasi Kapal Induk II China, Proyek Perang Xi Jinping

China pada akhir 2019 lalu resmi menugaskan kapal induk kedua buatan dalam negeri yang bernama Shandong. Shandong resmi akan melayani Angkatan Laut Pembebasan Rakyat China.

Shandong dilaporkan memiliki panjang 315 meter dan memiliki lebar (beam)  75 meter. Desain lambung kapal berbasis dari kapal induk pertama China, Liaoning. Liaoning sendiri dibuat dari lambung kapal induk Kuznetsov yang dibuat oleh Soviet. 

Berat kapal total pada saat garis air penuh (displacement) adalah 55 ribu dalam kapasitas muatan standar. Dalam kapasitas muatan penuh, kapal memiliki displacement 66 ribu hingga 70 ribu ton.

Dilansir dari situs China Power CSIS, Shandong memiliki sistem propulsi berupa empat turbin konvensional uap dan delapan boiler. Spesifikasi propulsi bisa membuat kapal melaju dengan kecepatan maksimal 31 knots atau sekitar 57 km per jam.

Dilansir dari South Morning China Post, kapal memiliki sistem sensor Type 346A S-band AESA dan disenjatai dengan tiga senapan Gatling Type 1130 CIWS dan tiga peluncur misil  HQ-10.

Kapal bisa menampung mengangkut lebih dari 50 pesawat atau helikopter.

Shandong diketahui menggunakan jalur lompat ski (agak menjulang ke atas) di ujung dek penerbangan untuk meluncurkan pesawat. Teknologi yang disebut STOBAR itu dinilai relatif lebih tua dibandingkan dengan teknologi 'ketapel' yang disukai Angkatan Laut Amerika Serikat.

Shandong merupakan kapal induk kedua milik China setelah Liaoning yang ditugaskan pada 2012 lalu. Shandong ditugaskan di daerah Sanya, Provinsi Kepulauan Hainan.

Dilaporkan kapal telah menyelesaikan sembilan uji laut (sea trial) dalam kurun waktu 18 bulan. Sebagai perbandingan, Liaoning menyelesaikan 10 sea trial dalam kurun waktu 13 bulan.