Jumat, 08 Mei 2020

Kemenperin Ungkap Bantuan Otomotif Produksi Lokal Ventilator

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap sejumlah perusahaan otomotif di dalam negeri yang membantu produksi ventilator lokal buat penanganan pasien terkait virus corona (Covid-19).

Kemenperin bantuan itu datang dari Toyota Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan sejauh ini komitmen dari sektor otomotif baru dinyatakan oleh ketiga pihak itu. Ketiganya disebut berjanji akan membantu memasok komponen ventilator.


"Jadi mereka mendukung dari sisi komponennya saja," kata Taufiek lewat pesan singkat, Rabu (6/5).

Perwakilan dari pihak Gaikindo dan AISI yang membantu produksi ventilator, jelas Taufiek, bukan angota Agen Pemegang Merek (APM) masing-masing, melainkan perusahaan produsen komponen. Sementara dari pihak Toyota Indonesia dikatakan juga berasal dari produsen komponen.

"Jadi semua kami optimalkan, mereka bantu supply chain. Sudah ada hasil semoga produksi tidak lama lagi," katanya.

Taufiek juga menjelaskan produsen yang berasal dari pihak Gaikindo adalah PT Dharma yang saat ini sedang melakukan perbaikan ventilator buatan sendiri setelah dievaluasi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta.

Sementara AISI dikatakan berkomitmen membantu upaya pemenuhan rantai pasok dan berusaha melakukan lokalisasi komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan ventilator.

Sektor otomotif bukan satu-satunya pendukung produksi lokal ventilator. Kemenperin juga sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan perusahaan berbasis milik negara, Pindad.

Misalnya Tim Jogjakarta, terdiri dari Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Yogya Presisi Teknitama Industri (YPTI), STECHOQ, dan Swayasa Prakarsa.

Mereka mengembangkan Ventilator Type-Rapid Deploy/Ambu Conversion Kit yang akan diproduksi massal pada pekan ketiga Mei 2020 dengan kapasitas 30 unit per hari. Kemudian, Ventilator Type-High End ICU yang mulai diproduksi pada awal Juni sebanyak 15 unit per hari.

Tim ini juga sedang melakukan pengembangan Ventilator Type-HFNC emergency dengan kapasitas produksi 20 unit per hari. 

Austria Klaim Pasien Covid-19 Sembuh Berkat Plasma Darah

 Terapi plasma darah sedang diuji untuk mengobati virus corona. Austria mengatakan bahwa beberapa pasien COVID-19 sembuh setelah menerima transfusi plasma darah dari orang yang telah pulih dari virus.

Perawatan telah diuji di beberapa negara tetapi masih sedikit data medis yang tersedia tentang efektivitasnya.

Dikutip dari AFP, Robert Krause, spesialis penyakit menular di rumah sakit di Austria mengatakan dalam konferensi pers, ada tiga pasien yang menjalani transfusi di sebuah rumah sakit di kota tenggara Graz dan sembuh.


Hanya saja, dia menambahkan, hal ini berlaku pada pasien yang dipilih sendiri atau dengan kata lain memenuhi beberapa syarat dan belum siap diaplikasikan kepada semua orang yang sakit karena infeksi virus corona.

Pasalnya, dua dari tiga pasien memiliki penyakit lain dan sistem kekebalan yang sangat lemah.

Sekitar 20 orang telah dirawat di Austria dengan terapi, yang menggunakan bagian dari darah yang kaya akan antibodi, yang dikenal sebagai plasma pemulihan, dari pasien COVID-19. Sementara itu Palang Merah meluncurkan permintaan mendesak kepada donor plasma pada hari Kamis untuk memungkinkan terapi ini, yang masih eksperimental, untuk diuji lebih luas.

Plasma konvalesen telah terbukti efektif dalam penelitian kecil untuk mengobati penyakit menular termasuk Ebola dan SARS.

Penggunaannya untuk mengobati pasien COVID-19 telah disahkan di negara-negara lain seperti Perancis, Amerika Serikat, Swiss dan Cina.

Studi: Efek Corona Lebih Fatal ke Etnis Minoritas di Inggris

- Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa di Inggris risiko kematian akibat Covid-19 lebih tinggi dua hingga tiga kali lipat pada kelompok etnis minoritas atau imigran.

Studi ini diinisiasi University College London (UCL) dengan mengambil data pasien layanan kesehatan milik pemerintah (National Health Service /NHS). Pasien dites positif dan meninggal di rumah sakit Inggris pada periode 1 Maret-21 April 2020.

Para peneliti menemukan rata-rata kematian sekitar dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi pada etnis kulit gelap, orang Asia, dan kelompok etnis minoritas lain dibandingkan populasi umum.


Risiko kematian pada etnis Pakistan 3,29 kali lebih tinggi, tertinggi di antara kelompok lainnya, kemudian disusul orang Afrika (risiko 3,24 kali lipat), Bangladesh (2,41 kali lipat), kelompok orang Karibia (2,41 kali lipat) dan orang India (1,7 kali lipat).

Analisis dari 16.272 kematian ini juga menemukan bahwa risiko kematian lebih rendah pada populasi kulit putih di Inggris.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa kematian akibat Covid-19 secara proporsional lebih tinggi pada kelompok etnis kulit gelap, Asia, dan minoritas," kata Delan Devakumar, rekanan penulis studi, seperti dikutip dari AFP.

Menurutnya, sangat penting untuk mempertimbangkan faktor risiko sosial dan ekonomi dalam studi ini. Keduanya menjadi hambatan etnis minoritas mendapatkan perawatan kesehatan yang berujung pada kematian yang ia nilai tidak adil.

Kendati demikian, hasil studi masih menunggu tinjauan sejawat.

Ini bukan penelitian pertama yang mengaitkan kelompok rentan dan risiko kematian akibat Covid-19.

Studi-studi lain memperlihatkan bahwa dampak virus lebih parah pada wilayah yang dihuni kelompok etnis minoritas.

Berdasar angka dari Kantor Statistik Nasional (ONS), ditemukan tingkat kematian Covid-19 di daerah yang paling miskin di Inggris mencapai 118 persen lebih tinggi daripada wilayah yang lebih mapan atau layak.

Kemudian studi lain dari Institute for Fiscal Studies (IFS) mencatat di rumah sakit yang sama, tingkat kematian etnis minoritas lebih tinggi daripada etnis kulit putih.
Lihat juga: Studi: Menanam Pohon Dapat Membantu Cegah Kematian Dini

Imigran alias pendatang adalah kelompok yang tidak terpisahkan dari populasi penduduk Inggris dan tersebar di berbagai wilayah.

Berdasar data Universitas Oxford, imigran paling banyak menempati wilayah London (38 persen).

Sementara itu, Polandia, India dan Pakistan adalah tiga negara penyumbang jumlah imigran terbanyak di Inggris yaitu masing-masing 9 persen, 9 persen, dan 6 persen dari total imigran.

Dari seluruh populasi warga asing di Inggris, 15 persen di antaranya juga berasal dari Polandia dan merupakan kelompok dengan persentase tertinggi. 

Kemenperin Ungkap Bantuan Otomotif Produksi Lokal Ventilator

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap sejumlah perusahaan otomotif di dalam negeri yang membantu produksi ventilator lokal buat penanganan pasien terkait virus corona (Covid-19).

Kemenperin bantuan itu datang dari Toyota Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan sejauh ini komitmen dari sektor otomotif baru dinyatakan oleh ketiga pihak itu. Ketiganya disebut berjanji akan membantu memasok komponen ventilator.


"Jadi mereka mendukung dari sisi komponennya saja," kata Taufiek lewat pesan singkat, Rabu (6/5).

Perwakilan dari pihak Gaikindo dan AISI yang membantu produksi ventilator, jelas Taufiek, bukan angota Agen Pemegang Merek (APM) masing-masing, melainkan perusahaan produsen komponen. Sementara dari pihak Toyota Indonesia dikatakan juga berasal dari produsen komponen.

"Jadi semua kami optimalkan, mereka bantu supply chain. Sudah ada hasil semoga produksi tidak lama lagi," katanya.

Taufiek juga menjelaskan produsen yang berasal dari pihak Gaikindo adalah PT Dharma yang saat ini sedang melakukan perbaikan ventilator buatan sendiri setelah dievaluasi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta.

Sementara AISI dikatakan berkomitmen membantu upaya pemenuhan rantai pasok dan berusaha melakukan lokalisasi komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan ventilator.