Selasa, 14 April 2020

Gejala Khas Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Saat Meninggal

Kabar duka kembali lagi terdengar, musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18:47 WIB di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Diketahui Glenn meninggal karena penyakit meningitis yang diidapnya.
"Akibat meningitis," kata perwakilan keluarga, Mozes Latuihamalo, dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020).

Karena penyakit tersebut, Glenn sempat dirawat di rumah sakit pada bulan lalu. Lantas apa saja gejala penyakit meningitis ini?

Menurut dokter bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ada beberapa gejala khas yang bisa dirasakan oleh orang yang menderita meningitis atau radang selaput otak.

"Ada gejala khas radang selaput otak seperti leher kaku jadi kakunya ditekuk seperti menunduk saja keras itu," kata dr Ryu, sapaan akrabnya, kepada detikcom, Kamis (9/4/2020).

"Terus nyeri leher bisa sampai ke dagu nyerinya, demam, sakit kepala, bisa mual bahkan muntah, kejang-kejang, terus ngantuk sampai dibangunkan pun dia melek tapi ngantuk lagi," lanjutnya.

dr Ryu juga menjelaskan pada anak kecil atau bayi memiliki gejala yang cukup berbeda pada orang dewasa jika mengidap meningitis.

"Kalau pada bayi yang biasa muncul itu gatal-gatal dan nangis nggak berhenti-henti, nggak mau makan, sesak napas itu gejala-gejala pada bayi," tuturnya.

Hari Ini Cerah, Catat Saran BMKG Bila Ingin Berjemur Jam 10 Pagi

Cuaca di Jakarta pada pukul 07.00-10.00 WIB dan sejumlah kota di Indonesia diperkirakan cerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hal itu dalam leaflet berjudul 'Mari Berjemur'.
Untuk wilayah Jakarta, tutupan awan pada rentang waktu tersebut diperkirakan 25 persen. Suhu udara 26 derajat celcius, sedangkan suhu udara yang dirasakan 27 derajat celcius.

Ditanya soal anjuran viral untuk berjemur pukul 10.00 pagi, Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati, M.Sc, PhD, menyampaikan beberapa catatan.

"Menurut beberapa kajian, pukul 10:00 masih aman, namun perlu tabir surya. Mohon pakai baju/T-Shirt dan shade/topi," saran Prof Rita saat dihubungi detikcom, Kamis (9/4/2020).

"Gelombang UV B (ultraviolet B) yang penting untuk mengolah Vitamin D pada jam tsb relatif lebih kuat daripada sebelum jam 10. Namun Gelombang UV A (ultraviolet A) yang dapat membahayakan kulit juga masih kuat, maka diatasi dengan mengenakan proteksi kulit," lanjutnya.

Prof Rita juga menyinggung UV Index, yakni tingkat kekuatan radiasi sinar matahari yang dinyatakan dalam angka. Berikut anjuran berdasarkan UV Index.

UV Index 1-2 (low): kulit masih aman terpapar matahari tanpa perlindungan
UV Index 3-5 (moderate): butuh perlindungan seperti topi atau tutup kepala
UV Index 6-8 (high): butuh tambahan tabir surya
UV Index di atas 8 (very high): tidak dianjurkan terpapar dalam waktu lama
UV Index di atas 11 (extreme): tidak sehat meski dalam waktu singkat.
Contoh pergerakan UV Index pada pagi menuju siang.Contoh pergerakan UV Index pada pagi menuju siang. Foto: infografis detikHealth
"Tidak disarankan tengah hari sekitar pukul 12:00, UV Index extreme," pesan Prof Rita.

Jadi, mau berjemur jam berapa nih?

4 Fakta Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Sebelum Meninggal

Tanah air kembali berduka. Musisi berbakat Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) di usia 44 tahun karena mengidap meningitis.
Meningitis adalah radang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya. Tidak hanya pada orang dewasa, meningitis juga bisa menyerang bayi dan segala usia.

Berikut fakta mengenai meningitis dikutip dari berbagai sumber.

1. Tipe meningitis
Ada 4 jenis meningitis, meski infeksi virus dan bakteri adalah penyebab paling umum. Contoh lainnya adalah cryptococcal, atau meningitis jamur dan meningitis parasit yang disebabkan oleh parasit yang ditemukan di tanah, tinja, dan beberapa hewan seperti siput, ikan mentah, atau unggas.

2. Ada vaksinnya
Terdapat vaksin untuk beberapa jenis meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Meningitis meningokokus yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis, adalah salah satu jenis yang memiliki vaksin. Meski infeksi virus penyebab meningitis lebih umum, meningitis bakteri bisa lebih berbahaya jika tidak didianosis dan ditangani dengan cepat.

Untuk alasan itu, dua vaksin utama meningitis ditujukan untuk penyebab bakteri. Jenisnya adalah vaksin konjugat meningokokus dan vaksin MenB. Efek samping dari vaksin meningitis termasuk kemerahan dan rasa terbakar di tempat suntikan. Menggigil, sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan juga mungkin terjadi.

3. Cara pengobatannya
Pengobatan meningitis ditentukan dari penyebabnya. Meningitis bakteri membutuhkan rawat inap segera. Diagnosis dini dan perawatan akan mencegah kerusakan otak dan kematian. Meningitis bakteri diobati dengan antibiotik intravena.

Meningitis jamur bisa diobati dengan antijamur. Meningitis parasit dapat melibatkan satu atau lebih pengobatan untuk menangani infeksinya.

Meningitis virus dapat sembuh sendiri. Meski demikian dalam beberapa kasus, meningitis virus juga diobati dengan antivirus intravena.

4. Beberapa jenis meningitis menular
Meningitis virus dapat menular melalui kontak langsung misal dari droplet orang yang sakit saat bersin atau batuk. Meningitis bakteri juga dapat menular terutama jika penyebabnya meningitis meningokokus. Sekolah, pusat penitipan anak, barak militer, rumah sakit, dan asrama perguruan tinggi adalah lokasi penyebaran meningitis yang paling sering.

Selain itu, meningitis jamur, parasit dan non-infeksi tidak menular.

Gejala Khas Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Saat Meninggal

Kabar duka kembali lagi terdengar, musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18:47 WIB di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Diketahui Glenn meninggal karena penyakit meningitis yang diidapnya.
"Akibat meningitis," kata perwakilan keluarga, Mozes Latuihamalo, dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020).

Karena penyakit tersebut, Glenn sempat dirawat di rumah sakit pada bulan lalu. Lantas apa saja gejala penyakit meningitis ini?

Menurut dokter bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ada beberapa gejala khas yang bisa dirasakan oleh orang yang menderita meningitis atau radang selaput otak.

"Ada gejala khas radang selaput otak seperti leher kaku jadi kakunya ditekuk seperti menunduk saja keras itu," kata dr Ryu, sapaan akrabnya, kepada detikcom, Kamis (9/4/2020).

"Terus nyeri leher bisa sampai ke dagu nyerinya, demam, sakit kepala, bisa mual bahkan muntah, kejang-kejang, terus ngantuk sampai dibangunkan pun dia melek tapi ngantuk lagi," lanjutnya.

dr Ryu juga menjelaskan pada anak kecil atau bayi memiliki gejala yang cukup berbeda pada orang dewasa jika mengidap meningitis.

"Kalau pada bayi yang biasa muncul itu gatal-gatal dan nangis nggak berhenti-henti, nggak mau makan, sesak napas itu gejala-gejala pada bayi," tuturnya.