Rabu, 18 Maret 2020

Tak Semua Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Sayonara Tax

Mulai Senin besok (7/1) tiap turis yang meninggalkan Jepang akan dikenakan pajak bernama international tourist tax. Namun, tidak untuk semua turis.

Sebelumnya diketahui, pemerintah Jepang akan memberi biaya tambahan atau pajak bagi tiap turis yang pergi meninggalkan Jepang sejumlah 1.000 Yen atau setara dengan Rp 132 ribu.

Dilihat detikTravel dari situs resmi Kementerian Pajak Jepang, Minggu (6/1/2019), hanya saja ada beberapa ketentuan khusus yang membuat seorang turis tidak dikenakan beban tambahan tersebut saat meninggalkan Jepang.

Yang pertama, turis yang transit dan meninggalkan Jepang kurang dari 24 jam tidak akan dikenakan biaya tambahan tersebut. Namun, lain halnya apabila telah lewat dari 24 jam.

Yang kedua, turis yang berumur kurang dari dua tahun juga tidak akan dikenakan biaya tambahan saat pergi meninggalkan Jepang. Pengecualian juga diberikan pada duta besar, diplomat atau pun tamu negara yang diundang ke Jepang.

Traveler yang sebelumnya telah memesan tiket dan dijadwalkan meninggalkan Jepang sebelum atau saat Senin besok (7/1) juga tidak akan dikenakan biaya tambahan.

Aplikasi Pemesanan Tiket ke Kawah Ijen Sudah Bisa Diunduh

Tiket masuk ke TWA Kawah Ijen di Jatim akan beralih via online. Traveler yang mau pesan tiketnya, bisa lewat aplikasi yang tersedia di smartphone.

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Timur telah meluncurkan aplikasi tiket online untuk masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Nantinya, aplikasi gawai pemesanan tiket online mendaki puncak Ijen itu akan resmi berlaku efektif April 2019. Seperti apa tiket online tersebut?

Bagi wisatawan yang hendak melakukan booking tiket pendakian ke Kawah Ijen via online dapat mengunduh aplikasi melalui Google Play Store pada smartphone dengan keyword Ijen Blue Fire.

"Sosialisasi sejak Desember diharapkan cukup waktu untuk mengetahui dan menyesuaikan bagi agen travel, masyarakat, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan," ujar Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur Sumpenah kepada detikTravel, Minggu (6/1/2019).

Aplikasi tersebut tentunya sangat bermanfaat karena wisatawan bisa booking tiket kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke lokasi. Persyaratan pembelian tiket online pun sangat mudah. Wisatawan nusantara cukup menyiapkan KTP, sedangkan bagi wisatawan mancanegara dengan menggunakan paspor.

Dalam aplikasi tersebut user bisa memesan sebanyak 10 tiket dengan memasukkan data sesuai persyaratan, sedangkan jika melebihi dari 10 booking dapat dilakukan esok harinya.

Untuk wisatawan nusantara dikenakan tiket sebesar Rp 5 ribu dan Rp 7,5 ribu pada weekend. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara dikenakan sebesar Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu pada akhir pekan. Tiket parkir sendiri sebesar Rp 5 ribu untuk roda 2 dan Rp 10 ribu roda 4. Tiket box juga disediakan bagi wisatawan yang belum mengetahui peraturan terbaru.

Pembangunan aplikasi pemesanan online tiket mendaki Ijen juga sebagai upaya membatasi jumlah pengunjung. Sebab, Taman Wisata Alam (TWA) Ijen dikelilingi Cagar Alam Pegunungan Ijen yang sensitif terhadap banyaknya wisatawan.

Sumpenah mengatakan mengenai berapa jumlah maksimal wisatawan yang boleh mendaki puncak Ijen per hari masih dalam pembahasan BKSDA. Belum ada perkiraan kapan pembahasan dan kajian akan selesai dan memutuskan mengenai angka pembatasan jumlah wisatawan per hari yang boleh naik Ijen.

"Kita membatasi kuota, dan (menu pesan tiket di aplikasi gawai) akan menutup sendiri kalau kita anggap sudah penuh," kata Dia.

Sementara aplikasi dalam masa uji coba, belum ada jumlah pembatasan yang diberlakukan. Selama ini kunjungan ke TWA Ijen dari bilangan ratusan per hari di weekday dan selalu lebih dari 1.000 saat weekend.

Tidak hanya di TWA Ijen, aplikasi juga memiliki menu untuk membeli tiket berwisata ke TWA lain yang dikelola BBKSDA Jatim, seperti TWA Tretes, SM Dataran Tinggi Yang dan TWA Gunung Baung. Dalam aplikasi berlogo rusa dengan tanduk bercabang itu juga akan berisi konten-konten informasi terbaru terkait TWA-TWA yang dikelola BBKSDA Jatim. 

Perjalanan Menuju Great Wall of China

Beijing memiliki sistem trasportasi umum yang cepat, aman serta murah. Tarif Subway/Metro/MRT disana sekitar 2-8 CNY atau sekitar Rp. 4.000 - 16.000. Tarif bus sebesar 2 CNY atau Rp. 4.000 untuk 10 km pertama.

Untuk selanjutnya, setiap penambahan jarak 5 km maka dikenai biaya 1 CNY. Sedangkan untuk pengguna Yikatong Card bisa mendapatkan diskon tiket sebesar 10% di pusat kota. Selama naik bus di Beijing, saya selalu dikenakan tarif 1 CNY karena jarak yang dekat menggunakan smart card.

Terdapat beberapa cara untuk mencapai Great Wall dari pusat kota Beijing, diantaranya dengan Kereta Api dan Bus. Saya memilih menggunakan bus tanpa alasan khusus. Hanya ingin menikmati jalanan kota Beijing dengan pemandangan musim gugur.

Perjalanan dimulai dari terminal bus Dengshemen menggunakan bus no 877 yang berwarna hijau terang. terdapat puluhan bus di terminal tersebut yangdengan cepat mengangkut penumpang menuju Great Wall di daerah Badaling. Tarif bus sebesar 12 CNY dapat dibayar dengan menggunakan uang cash atau Yikatong Card.

Ketika itu penumpang bus didominasi oleh wisatawan lokal. hanya ada kurang dari 10 orang wisatawan asing. Dengan sedikit instruksi dari petugas yang disampaikan dalam bahasa China, bus pun melaju meninggalkan pusat kota menuju Great Wall.  

Sepanjang perjalanan, seorang tour guide dalam bus nampak menceritakan sejarah Great Wall dengan menggunakan bahasa China. Semua penumpang nampak seksama mendengarkan sambil sesekali mengabadikan moment lewat kamera. Saya terkesima melihat pemandangan di luar jendela. Daun-daun khas musim gugur berpadu dengan pegunungan yang menjulang tinggi di kanan-kiri jalan.

Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai Great Wall adalah sekitar 1 jam. Waktu yang tidak terlalu lama ditambah dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata. Sesampainya di sana, angin berhembus kencang dan suhu mencapai 3 derajat celcius.

Butuh waktu sekitar 5 menit dengan berjalan kaki untuk sampai di tempat pembelian tiket masuk. Harga tiket untuk masuk dengan jalur biasa sebesar 40 CNY dan 100 CNY untuk tiket masuk plus tiket perjalanan pulang pergi dengan cable car atau sliding car.

Rong, seorang turis asal Shanghai menyarankan saya untuk memilih sliding car karena cuaca yang semakin dingin dan dengan sliding car saya dapat mencapai puncak Great Wall dalam waktu 6 menit. Menurutnya, butuh waktu yang cukup lama jika mendaki Great Wall lewat jalur biasa dan butuh waktu lama untuk mengantri cable car di tengah ramainya wisatawan saat itu karena cable car masih menjadi pilihan utama para wisatawan. akhirnya saya pun mengiyakan.

Sliding car merupakan alat transportasi yang mirip roller coaster namun dalam rangkaian yang pendek. Dikemudikan oleh seorang bapak, kami pun duduk di kursi masing-masing dan mengencangkan pengaman. Perjalanan menaiki Great Wall dengan jalur sliding car ini benar-benar sangat cepat. seperti kata Rong, hanya 6 menit.

Pemandangan Great Wall dan Sepotong Ubi Bakar

Melihat jalur Great Wall yang membentang seakan tanpa ujung, langit biru dan warna warni dedaunan musim gugur membuat saya tak henti-henti mengucap syukur atas nikmat Tuhan yang satu ini. Lengkap rasanya ditambah dengan sepotong ubi manis yang hangat.

Pukul 3 sore akhirnya saya memutuskan turun sebelum suhu menjadi semakin drop. Masih dengan sliding car namun dengan jalur yang lebih panjang, berkelok dan cukup memacu adrenalin. Perjalanan turun benar-benar menyerupai roller coaster, seru!

Perjalanan pulang menuju pusat kota masih sama mudahnya dengan perjalanan ketika berangkat. Masih dengan bus yang sama dan terminal tujuan yang sama yaitu Dengshemen. Dari perjalanan ini dapat saya simpulkan bahwa mengunjungi Great Wall itu mudah. Selamat mencoba.