Minggu, 15 Maret 2020

Berfoto di Mangkuk Raksasa Berisi Mie, Seperti Apa Rasanya?

Semakin banyaknya masyarakat yang hobi mengabadikan potret di tempat menarik menjadi pendorong munculnya tempat-tempat foto yang instagramable. Salah satunya adalah Haluu World yang menghadirkan nuansa penuh warna dan imajinasi dengan beragam tema menarik.

Uniknya, exhibition ini menyajikan 13 spot foto dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari spot bernuansa penuh bunga, colorful, hingga bertemakan kuliner ada di sini. Hasil berfoto di sini pun pasti ekstra instagramable apalagi kalau lihai berpose.

Nah, salah satu spot yang paling unik adalah spot yang menyajikan mangkuk mie raksasa lengkap dengan mie buatan di dalamnya. Mangkuk tersebut bertuliskan Indomie karena memang brand ini bekolaborasi langsung dengan Haluu World.

Pengunjung yang berfoto di spot ini pun sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain berfoto, mereka juga bisa bermain dengan mie buatan yang disajikan dalam mangkuk besar tersebut. Pengunjung juga bisa berfoto di dalam kaleng kerupuk berukuran raksasa lho!

Di spot berlatar Warmindo alias Warung Makan Indomie, pengunjung bisa melihat beragam varian Indomie. Mulai dari Indomie Goreng, Indomie Rebus, Indomie Kornet, dan lainnya. Spot ini tentu membuat Indomie Hypeabis dan semakin dekat dengan para pencintanya. Siap-siap menahan lapar ya saat berfoto di spot kece ala Indomie ini!

Yuk, coba berkunjung ke Haluu World dan berfoto di Warmindo. Haluu World teletak di Plaza Indonesia lantai 5, Jakarta Pusat. Exhibition ini buka dari pukul 10.00 hingga 20.30 WIB. Namun Haluu World hanya dibuka sementara, yakni dari 15 Desember 2018 hingga 3 Maret 2019.

Sebelum exhibition ini berakhir, sempatkan untuk mampir ya! Jangan lupa juga untuk memesan tiket masuknya yang dijual seharga Rp 90 ribu untuk weekedays, dan Rp 110 ribu untuk weekend.

Mungkin, Ini Foto Penampakan Gunung Fuji yang Paling Dekat

Tak sedikit traveler yang mengabadikan indahnya Gunung Fuji di Jepang. Namun, di antara semuanya mungkin ini foto yang paling dekat.

Keindahan Gunung Fuji yang dikeramatkan dan dikagumi di Jepang memang sudah teruji. Tak terhitung berapa banyak foto di luar sana yang menampilkan keindahan Gunung Fuji.

Namun, baru-baru ini seorang warganet dengan nama akun Twitter @hajimefalling berhasil memotret Gunung Fuji dari jarak yang sangat dekat. Dilihat detikTravel dari akun Twitternya, Selasa (8/1/2019), foto itu diunggahnya tepat pada akhir tahun 2018 lalu.

Dijelaskan oleh @hajimefalling, ia tengah menaiki salah satu pesawat jelang malam tahun baru. Ketika itu, pesawat yang ia tumpangi tengah terbang rendah dekat Gunung Fuji. Hal itu pun diketahuinya saat pihak maskapai memberikan pengumuman via pengeras suara.

"Tak terhitung berapa kali saya melihat Gunung Fuji di masa lalu, tapi saya tidak pernah melihatnya seindah ini," cuit @hajimefalling.

Hal itu pun jadi pengalaman tak terkira bagi @hajimefalling. Jarang sekali ada orang yang bisa melihat Gunung Fuji dari jarak sedekat itu.

Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin Adem (2)

Salah seorang pengunjung, Alfian David Saputra (26), mengatakan, bahwa ia baru pertama kali mengunjungi Gardu Pandang Puncak Gunung Gede. Dijelaskan David, ia tertarik mengunjungi tempat tersebut karena mendengar cerita dari temannya bahwa pemandangan alam dari gardu pandang itu indah.

"Pemandangannya bagus, tapi Gunung Merapinya tidak kelihatan, ya mungkin karena cuaca mendung juga," katanya saat ditemui detikTravel di Gardu Pandang Puncak Gunung Gede, Dusun Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/1/2019).

Warga Desa Tawarsari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, bahwa spot-spot foto di gardu pandang tersebut cukup banyak dan memudahkannya berswafoto. Namun, ia menilai fasilitas di gardu pandang itu kurang terawat dan masih kurang.

"Sebenarnya pemandangannya bagus, spot fotonya juga, tapi lebih bagus lagi kalau ditata lagi spot fotonya biar tidak kelihatan numpuk-numpuk gitu. Atau pengelola bisa mengecat ulang spot fotonya biar lebih menarik lagi," ujarnya.

"Sama satu lagi, di sini belum ada yang berjualan makanan dan minuman, kalau ada kan bisa membuat pengunjung lebih betah lagi di sini (Gardu Pandang Puncak Gunung Gede)," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gede, Sukardi menjelaskan, bahwa Gardu Pandang Puncak Gunung Gede masih dalam pengembangan dan baru dibuka sejak 2 tahun lalu. Sejalan dengan pengembangan itu, saat ini di gardu pandang tersebut telah dibangun sejumlah fasilitas berupa spot foto, gazebo, toilet dan musala.

Mengenai kurang tertata dan terawatnya fasilitas di tempat tersebut, Sukardi menyebut bahwa Pokdarwis yang diketuainya masih terbentur dana. Terlebih jumlah anggota Pokdarwisnya belum cukup banyak.

"Ya kendala pengembangan objek wisata ini karena minimnya anggaran dan jumlah pengelola yang masih sedikit yaitu sekitar 20 orang," ucapnya saat ditemui di area parkir Gardu Pandang Puncak Gunung Gede, Dusun Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/1/2019).

"Tapi untuk pengunjungnya setiap hari ada, kalau hari biasa gini bisa sampai 25 orang yang datang dan kalau akhir pekan bisa ratusan orang yang datang," imbuhnya.

Kendati mengalami keterbatasan, lanjut Sukardi, Pokdarwisnya terus berupaya melakukan pengembangan fasilitas di gardu pandang tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya mensiasati kekurangan tersebut dengan lebih fokus untuk mempromosikan keindahan pemandangan dari Gardu Pandang Puncak Gunung Gede.

"Pemandangan yang disajikan disini itu paling bagus saat sunset dan sunrise, terus kalau pagi disini berkabut, jadi seperti ada di atas kabut sembari menikmati sunrise," katanya.

Perlu diketahui, Gardu Pandang Puncak Gunung Gede buka sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Sedangkan untuk masuk ke tempat tersebut, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Mengingat belum adanya penjual makanan dan minuman di tempat tersebut, para pengunjung diharapkan membawa bekal sendiri.