Sabtu, 14 Maret 2020

Menapaki Atap Negeri Jiran, Gunung Kinabalu

Gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi di Malaysia. Menapaki jalur menuju ke puncak gunung ini, sama juga dengan menapaki atapnya Negeri Jiran.

Untuk melakukan pendakian ke puncak tertinggi di negeri Jiran, Gunung Kinabalu ini sebenarnya mudah. Ada beberapa operator pendakian yang bisa dibooking jauh hari sebelum tanggal pendakian. Harap maklum, pendakian ke Kinabalu punya quota harian yang tidak bisa ditawar.

Gunung Kinabalu memiliki beberapa jalur yaitu jalur Timpohon dan jalur Mesilau. Kedua jalur ini yang biasa digunakan pendaki dari seluruh dunia. Ada juga jalur Ferrata buat para pecinta climbing karena ini merupakan jalur pendakian yang melewati tebing bebatuannya.Pendakian ke Kinabalu bisa dilakukan sepanjang tahun dan wajib menggunakan guide resmi yang ditunjuk oleh operator pendakian.

Dari kota Kinabalu, kita harus menuju ke Ranau yang terletak sejauh 3 jam berkendara untuk menuju ke basecamp pendakian di Kinabalu Park headquarter.Saya mengecek kembali tas ransel saya, 2 jacket, 1 pakaian ganti, 2 kaos kaki, 1 kaos tangan, 1 sarung, 1 jilbab, 1 pashmina, 1 sandal gunung, satu set peralatan mandi, handuk kecil, 1 topi, dan 1 bungkus tissue kering dan basah, serta obat-obatan.

Meski merupakan gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 mdpl, namun Kinabalu memiliki aturan tidak diperkenankan mendirikan tenda dan memasak atau membuat api di hutan. Penginapan dan makan para pendaki telah diatur sedemikian rupa oleh operator pendakian sehingga kita tidak perlu membawa tenda dan peralatan masak selama mendaki gunung Kinabalu.

Jalur pendakian gunung Kinabalu pun sudah tertata dengan rapi. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa petunjuk arah, shelter atau pos untuk beristirahat, tong sampah serta papan informasi mengenai berbagai flora dan fauna di sekitar shelter tersebut. Dari Basecamp Kinabalu Park headquarter menuju ke basecamp Laban Rata membutuhkan waktu sekitar 3 jam pendakian.

Sekitar 1 kilometer dari basecamp Laban Rata, tiba-tiba gerimis pun mengguyur. Saya pun mempercepat langkah menuju penginapan Laban Rata di bawah guyuran hujan. Sesampainya di penginapan, saya diberikan handuk dan kunci kamar untuk segera mengganti baju yang basah dengan yang kering. Penginapan 2 lantai di tengah hutan ini telah dipenuhi dengan banyak pendaki dari berbagai negara.

Segelas coklat panas dan tolak angin pun segera saya minum untuk menghangatkan badan dan mencegah masuk angin setelah terkena hujan tadi. Kandungan herbal tolak angin membuat badan saya tetap terasa hangat dari dalam dan tetap fit untuk beraktifitas. lalu saya pun segera mengambil makanan yang telah tersaji di penginapan karena perut yang sudah minta diisi. Malam ini saya harus tidur dengan cepat karena pendakian menuju puncak akan dimulai pada pukul 3 pagi waktu setempat.

Pukul 3 pagi, hampir semua pendaki telah bersiap di ruang tengah dan menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Kami semua akan menuju puncak tertinggi di negeri jiran ini. Perjalanan menuju ke puncak membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Dengan udara dini hari yang menggigit, saya pun tak lupa meminum kembali tolak angin untuk persiapan menuju ke atap Malaysia.

Setelah 3 jam lebih berjalan dengan santai, akhirnya saya pun berhasil menapak puncak tertinggi gunung Kinabalu yang berada di ketinggian 4095 mdpl. Matahari belum terbit karena di Malaysia, matahari baru akan terbit sekitar pukul 07.25 pagi.

Meski tidak dapat melihat matahari terbit, namun pemandangan dari atas gunung Kinabalu begitu mempesona. Terpaan angin dan hawa dingin di puncak gunung sempat membuat jari-jari dan kulit wajah saya mati rasa selama beberapa saat. Namun badan saya tetap terasa hangat berkat tolak angin yang telah saya minum sebelum memulai pendakian.

Tidak tahan dengan angin kencang di tempat terbuka, akhirnya saya memutuskan batal menunggu matahari terbit dan kembali menuju penginapan Laban Rata. Meski cuma beberapa menit di puncak gunung Kinabalu, namun momen ini menjadi salah satu momen terindah pendakian gunung yang pernah saya lakukan.

Inilah Nominasi Pemenang tiketcom d'Traveler of The Year 2018!

 Satu tahun penuh petualangan berakhir sudah di tahun 2018. Banyak cerita dan foto seru dibagikan kepada pembaca. Inilah dia para calon juara tiketcom d'Traveler of The Year 2018.

Ini adalah kompetisi tahunan detikTravel untuk menilai member travel blogger detikTravel yang disebut Komunitas d'Traveler. Selama setahun ini mereka berbagi cerita perjalanan dan foto traveling ke berbagai belahan Indonesia dan dunia.

Sepanjang 2018, redaksi detikTravel menerbitkan 1.713 cerita perjalanan dan 641 artikel foto perjalanan kiriman para d'Traveler. Luar biasa! Angkat jempol untuk para d'Traveler semua!

Tahun ini tiketcom mendukung penuh tiketcom d'Traveler of The Year 2018 dan membuat kompetisinya jadi semakin seru. Kompetisi ini akan mencari anggota d'Traveler yang terbaik dalam beberapa kategori yaitu Most Read (paling banyak dibaca), Most Published (paling banyak menulis), Most Shared (paling banyak disebar di medsos).

Lalu ada lagi kategori Best Story (tulisan terbaik) dan Best Photo (artikel foto terbaik). Dua kategori ini adalah pilihan tim redaksi detikTravel dengan mempertimbangkan aspek penulisan, visual dan kaidah jurnalistik. Lalu ada juga kategori tiketcom's Choice yaitu artikel terbaik yang menceritakan pengalaman menggunakan tiketcom.

Kemudian ada juara utamanya yang mendapat gelar tiketcom d'Traveler of The Year 2018. Dia adalah member dengan kemampuan merata di setiap kategori, ditambah lagi profil diri dan kontribusinya untuk dunia traveling.

Juara utama tiketcom d'Traveler of The Year 2018, tiketcom's Choice dan para juara 1 setiap kategori akan diganjar hadiah ke Thailand. Para juara kedua dari setiap kategori mendapatkan hadiah ke Singapura dan para juara ketiga mendapatkan Action Cam Sony.

Oh iya, satu orang cuma bisa menang dalam 1 kategori saja, supaya adil. Barang siapa yang unggul di beberapa kategori, dia akan dimenangkan dalam kategori yang peringkat juaranya lebih tinggi.

Tanpa basa-basi lagi, inilah para kandidat pemenang tiketcom d'Traveler of The Year 2018, sesuai abjad:

1. Aldi Sanjaya Putra
2. Anissa Budiarti
3. Anni Rohimah
4. Brigida Emi Lilia
5. Edi Muhammad Yamin
6. Fadhil Nugroho
7. Ivone Suryani
8. Jetrani Reza Dias
9. Nias Uciyanti
10. Nuha Dzakirah
11. Nur Azizah
12. Pradikta Kusuma
13. Rudi Chandra
14. Teguh Taufik Hidayat
15. Titry Frilyani
16. Wina Widiana
17. Yogaku Puspita R Sagala

Siapa menang di kategori apa? Hmm, mungkin para d'Traveler sudah bisa menduga-duga. Para nominasi ini akan dihubungi oleh pihak detikcom, untuk menghadiri tiketcom d'Traveler Of The Year 2018 Awarding Night yang akan diadakan Jumat, 18 Januari 2019 di Cerita Rasa, Ampera, Jakarta Selatan.

Kepada para nominator, sampai berjumpa di tiketcom d'Traveler of The Year 2018 Awarding Night!

Terima kasih setinggi-tingginya detikTravel ucapkan kepada 522.412 anggota d'Traveler yang aktif bertualang dan menulis selama ini. Tanpa kalian, detikTravel tidak akan punya konten-konten keren untuk disebar meramaikan dunia traveling.

detikTravel berkomitmen memberi ruang seluas-luasnya bagi para travel blogger untuk tampil mempublikasikan tulisan mereka kepada seluruh pembaca detikcom.

Tahun 2019 akan menjadi tahun petualangan yang baru. Ssst, aneka kompetisi baru sudah menunggu lho. Tunggu tanggal mainnya ya!