Senin, 09 Maret 2020

ION Mall Orchard Singapura, Tak Sekadar Wisata Belanja Lho!

Liburan akhir pekan di Singapura, traveler bukan cuma bisa belanja di Orchard Road. Ada ION Art Gallery dan ION Sky yang wajib dikunjungi.

Mengunjungi Singapura rasanya tak lengkap bila tak menghabiskan waktu di Orchard Road. Namun Orchard Road kini tak hanya sekadar untuk berbelanja. Ada hal menarik lain yang bisa dilakukan di ION Mall.

Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Orchard Road ini memiliki galeri seni yang bisa dinikmati oleh semua pengunjungnya. ION Art Gallery berada di lantai 4 ION Mall.

Lokasinya memang di sudut dan agak tersembunyi, juga tidak terlalu besar. Tapi bagi pecinta seni wajib mampir ke sini. Sampai dengan 6 Januari 2019 kemarin, ION Art Gallery menampilkan pameran Versailles Palace, sehingga pengunjung bisa merasakan suasana Prancis di Singapura.

Tak hanya sekedar Gallery, ada juga lift yang akan membawa pengunjung ke ION Sky di lantai 55. Biasanya ION Sky ini hanya khusus untuk pengunjung restoran dan hanya dibuka secara gratis untuk publik pukul 15.00-18.00 sore. Pengunjung bisa menikmati pemandangan melalui jendela dari ketinggian lantai 55. Namun saat saya berkunjung kemarin semua jendela ditutup oleh layar untuk menampilkan pameran Versailles Palace secara virtual.

24 Jam di Bangkok, Ini Aneka Tempat Seru untuk Dikunjungi

Hanya punya waktu singkat untuk berkunjung ke Bangkok? Ternyata, banyak aneka tempat yang bisa dikunjungi lho.
Berbicara mengenai pesona wisata Asia, Thailand menjadi salah satu negara yang juga patut untuk traveler kunjungi. Terutama Ibu Kotanya, Bangkok.

Jika Anda adalah traveler yang memiliki jam terbang tinggi, dan tidak sempat untuk berlama-lama di Kota Bangkok, jangan khawatir! Jika memang traveler hanya memiliki waktu 24 jam saja di Kota Bangkok, maka traveler patut untuk mengunjugi lokasi-lokasi ini.

Ketika Traveler sampai di Bangkok pada malam hari, ada baiknya traveler menuju penginapan terlebih dahulu untuk beristirahat, dan melakukan perjalanan esok paginya hingga malam hari. Disarankan untuk memilih penginapan yang dekat dengan BTS station agar memudahkan akses traveler untuk pergi kemanapun traveler mau. Sejumlah stasiun telah terintegrasi dengan moda transportasi lain, sehingga akan memudahkan para pengguna moda transportasi publik di Kota Bangkok.

Singkatnya waktu traveler di Bangkok, tidak boleh disia-siakan begitu saja. Traveler harus bergegas untuk bangun pagi dan memulai perjalanan.

Tujuan utama traveler bisa langsung ke komplek candi-candi yang lokasinya memang berdekatan sehingga tidak perlu membuang banyak waktu di perjalanan. Candi-candi tersebut antara lain: Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun. Ketiganya berada di kawasan yang berdekatan, bahkan Grand Palace ke Wat Pho dan sebaliknya, jaraknya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, tidak perlu menumpang kendaraan umum.

Untuk masuk ke Grand Palace, traveler perlu merogoh kocek THB 500 (sekitar Rp 226 ribu) per orang. Traveler akan mendapat dua tiket akses untuk masuk dua kawasan Grand Palace yang memang sesuai dengan namanya "Grand". Kawasan ini megah, besar dan luas untuk dikelilingi. Hal ini juga mungkin yang membuat pihak Grand Palace memberlakukan masa berlaku tiket yang cukup lama, yakni traveler dapat menggunakannya selama tujuh hari sejak hari pembelian.

Wisata Umbul Ponggok di Jawa Tengah, Cocok untuk Akhir Pekan

Berwisata ke Umbul Ponggok, Klaten, Jawa Tengah, banyak hal yang bisa dilakukan. Weekend ini, coba ke sana yuk!
Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo, memposting sebuah foto di Instagram. Foto tersebut adalah seorang pemuda yang berfoto di dalam air. Dalam caption foto tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa lokasinya ada di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Klaten Jawa Tengah.

Selain itu juga, Presiden Joko Widodo menceritakan, berkat Dana Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) perekonomian di Desa Tersebut menggeliat. Saya pun panasaran. Dan kebetulan, karena saya dalam perjalanan pulang dari Ngawi ke Jakarta dan bisa mampir ke Umbul Ponggok ini, saya dan teman-teman mampir ke Umbul Ponggok setelah mampir sejenak di Pasar Klewer Solo. Dari Jalan Raya Solo - Yogya, untuk sampai ke Umbul Ponggok ini membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Kita akan melalui jalan yang tidak terlalu lebar, tapi sudah bagus.

Hamparan sawah menghiasi sampai Desa Ponggok ini. Kami tiba di Desa Ponggok, sudah petang. Hampir jam 17. Bus yang kami tumpangi, parkir di simpang jalan dimana ada tulisan Desa Ponggok berukuran besar. Saya menyempatkan diri untuk berfoto. Dari tulisan besar ini, ke loket Umbul Ponggok, sangat dekat. Tidak sampai 30 meter. Untuk masuk ke dalam, bayar tiket hanya Rp 15.000. Teman-teman sangat bersemangat untuk berfoto di dalam air. Namun karena umbul ponggok sudah tutup, kami hanya diperbolehkan berenang saja. Ahay. Saya memang tidak ikut berenang, tapi saya ingin melihat suasana sekitar umbul ponggok saja, karena selama ini umbul ini brandingnya untuk berfoto dalam air. Tapi setelah saya sampai di lokasi ternyata tidak.

Warga atau pengunjung bisa berenang di umbul Ponggok ini. Ini sebagai wisata utamanya. Dan di Umbul Ponggok ini, ada wahana untuk bermain. Mulai dari perosotan hingga yang terapung. Bagi yang ingin memberi makan ikan, bisa juga memberikan makan ikan mas koi yang ukurannya besar-besar. Kalau ingin bersantap, bisa sembari duduk-duduk minum kopi, makan ringan hingga berat, tersedia warung di sini.

Kalau memang ingin berfoto di dalam air, bisa menyewa peralatan mulai dari underwater camera, hingga properti seperti sepeda atau sepeda motor. Tinggal dicemplungkan ke dalam air saja. Umbul Ponggok ini, menurut cerita Mas Suroto yang bertugas di penyewaan alat pelampung, sudah ada semenjak jaman Belanda. Tempat ini awalnya hanya tempat warga berenang. Kemudian, dengan adanya dana desa, sedikit demi sedikit mulai berubah. Ada BUMDes yang ikut mengelola lokasi wisata ini. Semisal persewaan pelampung dan properti untuk berfoto di dalam air.

Suroto bercerita, awalnya alat-alat yang disewakan tersebut, milik warga. Namun semenjak kehadiran BUMDes, alat-alat tersebut disediakan oleh BUMDes. BUMDes ini sendiri, merupakan milik masyarakat. Budiman Sujatmiko, Anggota DPR-RI menjelaskan, BUMDes ini memang untuk kesejahteraan masyarakat. Warga tidak usah ribet mengumpulkan dana untuk modal BUMDes. Tapi negara menyiapkannya melalui dana desa.

Keuntungan yang didapat dari Dana Desa, menurut Budiman, bisa dimanfaatkan untuk beasiswa warga desa yang ingin melanjutkan belajar. Asalkan mau kembali ke desa untuk membangun desa. Melihat apa yang ada di Umbul Ponggok ini, berkat Dana Desa, perekonomian warga menggeliat. Disekeliling umbul, ada kios-kios, dimana warga menjadi penjualnya. Di jalan desa sektitar umbul, sudah ada tempat makan hingga toko oleh-oleh. Banyak yang didapatkan warga melalui Dana Desa yang dikelola dengan baik ini.