Sabtu, 07 Maret 2020

Korea Utara Siap Buka Resor di Bekas Lokasi Peluncuran Rudal

 Korea Utara tengah membangun resor pantai yang begitu luas. Rencananya, resor tersebut akan dibuka tahun ini.

Kawasan wisata Wonsan-Kalma terletak di pesisir Kota Wonsan, Korea Utara. Berdekatan dengan Bandara Wonsan-Kalma. Kawasan tersebut akan menjadi resor yang begitu luas, dengan gedung-gedung bertingkat, pelabuhan marina, kompleks olahraga, bioskop, berbagai wahana permainan dan lain sebagainya.

Pembangunan resor sendiri sudah berjalan sekitar 2 tahun. Kim Jong Un sempat beberapa kali datang ke lokasi untuk mengecek progres pembangunan resor. Pada Oktober 2018, ia memerintahkan petugas untuk membangun lebih banyak game arcade dan biskop, serta water park.

Dengan progres yang cepat, resor pun rencananya sudah bisa mulai dibuka tahun ini, sekitar bulan Oktober. Hal ini terlihat dari citra satelit lembaga pemantau asal AS, 38 North. Setelah resor beroperasi nanti, diharapkan dapat menarik banyak turis, termasuk wisatawan mancanegara.

Nah, Wonsan-Kalma sendiri memang sudah lama menjadi destinasi liburan warga Korea Utara. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kabarnya juga banyak menghabiskan liburan masa kecilnya di Wonsan.

Terdapat jejeran pantai yang indah di sana. Selain itu, untuk wisata alam lainnya ada danau serta sumber mata air alami. Tentunya Wonsan menawarkan pengalaman liburan yang menyenangkan buat traveler.

Namun tak melulu soal pariwisata, nama Wonsan juga ada kaitannya dengan rudal Korea Utara. Tahun 2017 lalu, lokasi wisata resor itu pernah menjadi tempat peluncuran rudal balistik. Pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un di Singapura pun Trump juga sempat menyebut tentang pantai indah itu, yang menjadi tempat peluncuran rudal.

"Mereka (Korea Utara) punya pantai yang indah. Anda bisa melihatnya saat mereka meluncurkan meriam ke laut," ujar Trump.

Ssst, Ini Kolam Renang Paling Fenomenal di Jepang

Di mata orang awam, kolam renang yang terletak di Jepang ini tampak biasa saja. Namun, maknanya berbeda bagi para traveler pria dewasa.

Bukan rahasia umum, kalau Negeri Sakura Jepang dikenal akan industri film dewasa atau yang populer disebut JAV. Terlepas dari itu, ada satu kolam renang legendaris yang sering jadi langganan lokasi pembuatan film dewasa. Boleh dikatakan, bahwa kolam renang ini telah banyak menemani traveler dewasa di masa mudanya.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (22/1/2019), ternyata kolam renang itu ada di salah satu gedung apartemen di bilangan Shinjuku, Tokyo seperti diberitakan media Jepang Kotaku.

Sekilas, kolam renang itu tampak biasa saja. Namun, di kalangan publik Jepang kolam renang itu kerap dijuluki 'that pool' hingga 'the usual pool' akibat terlalu sering jadi latar di film dewasa!

Berlokasi di dalam bangunan dengan salah satu sisinya yang dilapisi oleh dinding kaca menghadap ke arah luar, kolam renang berbentuk persegi panjang itu identik dengan warna biru. Desainnya pun begitu minimalis dan sangat khas Jepang.

Lebih lanjut, kolam renang itu diketahui sebagai properti dari pihak P-Studio yang menyewakan apartemen beserta fasilitas tersebut. Termasuk untuk pemotretan dan syuting film.

Ditelusuri lebih lanjut, kamar atau flat tersebut memiliki nama Hanazono Room. Siapa pun diperbolehkan untuk menyewa ruangan tersebut sesuai dengan durasi yang diinginkan. Bervariasi dari 1 jam, 3 jam, 6 jam hingga 12 jam.

Hanya mungkin karena sudah populer, harga sewanya pun boleh terbilang cukup mahal. Untuk 1 jam, harga sewanya adalah 22.000 Yen atau setara dengan Rp 2,8 juta. Yang paling mahal adalah paket 12 jam senilai 206.000 Yen atau setara dengan Rp 26,7 juta! Harga yang tak murah.

Itulah sedikit info akan keberadaan kolam renang legendaris di Jepang. Mungkin ada traveler yang tengah liburan di Jepang dan ingin menginap di apartemen dengan kolam renang tersebut? 

Mulai Nampak Sebagian Mega Resor Dubai Senilai Rp 71 T

Setelah pulau reklamasi The Palm Jumeirah, Dubai bakal punya resor mewah serupa. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya setara Rp 71 triliun.

Melansir CNN Travel, Selasa (22/1/2019), adalah Jantung Eropa atau The Heart of Europe berjarak 4 kilometer dari garis pantai Dubai, Uni Emirat Arab yang merupakan bagian dari The World. Megaproyek mewah ini bernilai USD 5 miliar atau setara Rp 71 T dan dapat menampung 16.000 wisatawan.

Di bagian Eropa ini matahari hampir selalu bersinar. Pasir putih dan hangatnya lautan akan selalu melingkupi kota-kotanya yang bertema Venesia, St Petersburg, Swedia, Jerman, Swiss dan lainnya.

Jantung Eropa memang masih tahap pembangunan. Konstruksi The World dimulai pada tahun 2003, terdiri dari 300 pulau buatan yang membentuk peta dunia.

Untuk membuat pulau-pulau itu dibutuhkan 34 miliar ton batu besar dan 320 juta meter kubik pasir. Karena begitu luasnya proyek itu, bahkan para astronot dapat melacak kemajuannya dari luar angkasa.

Jantung Eropa mencakup 13 hotel dan resor juga lebih dari 4.000 rumah untuk liburan. Iklimnya bisa dikontrol yang mempunyai kamar tidur bawah laut, komplek mewah ini dapat menampung hingga 16.000 orang pada satu waktu ketika selesai.

Tahap pertama konstruksi meliputi 10 istana tepi laut di Pulau Swedia, 32 vila di Pulau Jerman dan 78 rumah apung yang dijuluki Floating Seahorse di sekitar Pulau St Petersburg. Dan di darat satu istana Swedia sudah selesai dengan desain atap seperti kapal Viking yang terbalik dan sembilan lainnya 70% selesai.

Pulau St Petersburg yang berbentuk hati sudah dibangun vila-vila. Di Floating Seahorse, vila utama baru-baru ini sudah selesai dibangun dan 20 model standar lainnya sedang dalam konstruksi.

Serah terima properti dimulai tahun ini dan akan selesai pada tahun 2020. Pengembang mengatakan telah menjual 85% unitnya dengan 70% pembeli dari UEA dan warga negara-negara teluk.

The Heart of Europe dimaksudkan tujuan staycation. Di mana menjadi tempat orang-orang UEA menghabiskan liburan mereka di negaranya sendiri, meski pengembang juga ingin menarik wisatawan mancanegara.

Di antara pulau-pulau ini akan ada objek wisata berterumbu karang buatan. Gunanya untuk menyelam dan snorkeling yang dibuat oleh Pusat Ilmu Pengetahuan Kelautan Kleindienst.

Kamu tak mau basah-basahan, Floating Seahorse memungkinkan pengunjung untuk menonton kehidupan laut dari kamar tidur dan kamar mandi bawah laut mereka. Jika proyek Kleindienst berjalan sesuai rencana, akan ada banyak ruang bawah laut di The Floating Venice, kompleks bertema lain yang direncanakan untuk The Heart of Europe.

Tertarik? Masih banyak bagian lainnya yang bisa traveler beli lho.

Korea Utara Siap Buka Resor di Bekas Lokasi Peluncuran Rudal

 Korea Utara tengah membangun resor pantai yang begitu luas. Rencananya, resor tersebut akan dibuka tahun ini.

Kawasan wisata Wonsan-Kalma terletak di pesisir Kota Wonsan, Korea Utara. Berdekatan dengan Bandara Wonsan-Kalma. Kawasan tersebut akan menjadi resor yang begitu luas, dengan gedung-gedung bertingkat, pelabuhan marina, kompleks olahraga, bioskop, berbagai wahana permainan dan lain sebagainya.

Pembangunan resor sendiri sudah berjalan sekitar 2 tahun. Kim Jong Un sempat beberapa kali datang ke lokasi untuk mengecek progres pembangunan resor. Pada Oktober 2018, ia memerintahkan petugas untuk membangun lebih banyak game arcade dan biskop, serta water park.

Dengan progres yang cepat, resor pun rencananya sudah bisa mulai dibuka tahun ini, sekitar bulan Oktober. Hal ini terlihat dari citra satelit lembaga pemantau asal AS, 38 North. Setelah resor beroperasi nanti, diharapkan dapat menarik banyak turis, termasuk wisatawan mancanegara.

Nah, Wonsan-Kalma sendiri memang sudah lama menjadi destinasi liburan warga Korea Utara. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kabarnya juga banyak menghabiskan liburan masa kecilnya di Wonsan.

Terdapat jejeran pantai yang indah di sana. Selain itu, untuk wisata alam lainnya ada danau serta sumber mata air alami. Tentunya Wonsan menawarkan pengalaman liburan yang menyenangkan buat traveler.

Namun tak melulu soal pariwisata, nama Wonsan juga ada kaitannya dengan rudal Korea Utara. Tahun 2017 lalu, lokasi wisata resor itu pernah menjadi tempat peluncuran rudal balistik. Pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un di Singapura pun Trump juga sempat menyebut tentang pantai indah itu, yang menjadi tempat peluncuran rudal.

"Mereka (Korea Utara) punya pantai yang indah. Anda bisa melihatnya saat mereka meluncurkan meriam ke laut," ujar Trump.