Sabtu, 07 Maret 2020

Asyik! d'Traveler of The Year 2018 Berangkat ke Thailand

Para pemenang d'Traveler of The Year berangkat ke Negeri Gajah Putih. Yuk, intip keseruannya!

Hari ini, Rabu (23/1/2019) 6 pemenang d'Traveler of The Year akan menyusuri berbagai sudut Thailand yang indah. Wilayah yang akan dituju adalah Bangkok dan Pattaya.

Salah satu peserta, Teguh mengatakan bahwa ia tidak menyangka akan jadi salah satu pemenangnya. Ia mengatakan, ingin melihat aneka kuil yang menjadi salah satu daya tarik utama Thailand.

"Senang banget nggak nyangka pas dapat telepon serius nih, pengen banget liat kuil-kuil di sana, pasarnya, mau belanja liat nanti deh," ujar Teguh.

Peserta lainnya, Annisa, mengaku juga tidak sabar untuk menginjakkan kaki ke Thailand. Ia ingin berbelanja aneka pernak-pernik murah meriah.

"Mau lihat night market, terus belanja-belanja, makan street food juga seru di sana," ujar Annisa.

6 perserta yakni Fadhil, Anni, Annisa, Aziza, Teguh dan Eddy akan berpetualang di Thailand berpetualang bersama detikTravel & tiket.com selama 4 hari ke depan.

Beberapa tempat yang dituju adalah Wat Arun, Asiatique, MBK dan berbagai tempat menarik lainnya. Penasaran bagaimana keasyikan mereka? Pantau terus di detikTravel ya!

Mulai Nampak Sebagian Mega Resor Dubai Senilai Rp 71 T

Setelah pulau reklamasi The Palm Jumeirah, Dubai bakal punya resor mewah serupa. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya setara Rp 71 triliun.

Melansir CNN Travel, Selasa (22/1/2019), adalah Jantung Eropa atau The Heart of Europe berjarak 4 kilometer dari garis pantai Dubai, Uni Emirat Arab yang merupakan bagian dari The World. Megaproyek mewah ini bernilai USD 5 miliar atau setara Rp 71 T dan dapat menampung 16.000 wisatawan.

Di bagian Eropa ini matahari hampir selalu bersinar. Pasir putih dan hangatnya lautan akan selalu melingkupi kota-kotanya yang bertema Venesia, St Petersburg, Swedia, Jerman, Swiss dan lainnya.

Jantung Eropa memang masih tahap pembangunan. Konstruksi The World dimulai pada tahun 2003, terdiri dari 300 pulau buatan yang membentuk peta dunia.

Untuk membuat pulau-pulau itu dibutuhkan 34 miliar ton batu besar dan 320 juta meter kubik pasir. Karena begitu luasnya proyek itu, bahkan para astronot dapat melacak kemajuannya dari luar angkasa.

Jantung Eropa mencakup 13 hotel dan resor juga lebih dari 4.000 rumah untuk liburan. Iklimnya bisa dikontrol yang mempunyai kamar tidur bawah laut, komplek mewah ini dapat menampung hingga 16.000 orang pada satu waktu ketika selesai.

Tahap pertama konstruksi meliputi 10 istana tepi laut di Pulau Swedia, 32 vila di Pulau Jerman dan 78 rumah apung yang dijuluki Floating Seahorse di sekitar Pulau St Petersburg. Dan di darat satu istana Swedia sudah selesai dengan desain atap seperti kapal Viking yang terbalik dan sembilan lainnya 70% selesai.

Pulau St Petersburg yang berbentuk hati sudah dibangun vila-vila. Di Floating Seahorse, vila utama baru-baru ini sudah selesai dibangun dan 20 model standar lainnya sedang dalam konstruksi.

Serah terima properti dimulai tahun ini dan akan selesai pada tahun 2020. Pengembang mengatakan telah menjual 85% unitnya dengan 70% pembeli dari UEA dan warga negara-negara teluk.

The Heart of Europe dimaksudkan tujuan staycation. Di mana menjadi tempat orang-orang UEA menghabiskan liburan mereka di negaranya sendiri, meski pengembang juga ingin menarik wisatawan mancanegara.

Di antara pulau-pulau ini akan ada objek wisata berterumbu karang buatan. Gunanya untuk menyelam dan snorkeling yang dibuat oleh Pusat Ilmu Pengetahuan Kelautan Kleindienst.

Kamu tak mau basah-basahan, Floating Seahorse memungkinkan pengunjung untuk menonton kehidupan laut dari kamar tidur dan kamar mandi bawah laut mereka. Jika proyek Kleindienst berjalan sesuai rencana, akan ada banyak ruang bawah laut di The Floating Venice, kompleks bertema lain yang direncanakan untuk The Heart of Europe.

Tertarik? Masih banyak bagian lainnya yang bisa traveler beli lho.

Pelaku Wisata: Kami Tak Pernah Ganggu Habitat Komodo

Rencana penutupan Taman Nasional (TN) Komodo jadi kontroversi. Dinilai bisa mematikan pariwisata, padahal pariwisata tidak pernah merusak habitat komodo.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. Soal berkurangnya rusa, salah satu sebabnya karena perburuan ilegal.

Jika harus ditutup, para pelaku wisata protes keras. Muhammad Taher, seorang pelaku wisata dari Vidi Liveaboard di Labuan Bajo angkat bicara. Menurutnya, penutupan TN Komodo akan mematikan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya. Sebab, pariwisata sudah merupakan salah satu mata pencaharian utama dan pariwisata tidak pernah menganggu habitat komodo.

"Kami (pelaku wisata) dan kegiatan pariwisata tidak pernah menganggu habitat komodo. Kami tahu komodo dilindungi pemerintah, juga dunia," katanya kepada detikTravel, Rabu (23/1/2019).

Taher melanjutkan, tidak semua wilayah di TN Komodo bisa dimasuki wisatawan. Terdapat zona-zonanya, seperti wisatawan hanya bisa melihat komodo di Loh Buaya (Pulau Komodo) dan Loh Liang (Pulau Rinca).

"Taman Nasional Komodo itu sangat luas lho, tidak semua wilayah yang jadi habitat komodo bisa kita masuki. Aturannya selama ini sudah jelas dan kami mengikutinya," terangnya.

"Saya rasa pun pihak taman nasional sudah bekerja dengan baik untuk menjaga habitat komodo. Kalau tentang perburuan rusa ilegal, berarti soal keamanannya dong yang lebih dibenahi," tambah Taher.

Taher berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemprov NTT bisa duduk bareng. Stakeholder pariwisata juga baiknya turut serta, agar kontroversi rencana penutupan TN Komodo tidak berlarut-larut.

Asyik! d'Traveler of The Year 2018 Berangkat ke Thailand

Para pemenang d'Traveler of The Year berangkat ke Negeri Gajah Putih. Yuk, intip keseruannya!

Hari ini, Rabu (23/1/2019) 6 pemenang d'Traveler of The Year akan menyusuri berbagai sudut Thailand yang indah. Wilayah yang akan dituju adalah Bangkok dan Pattaya.

Salah satu peserta, Teguh mengatakan bahwa ia tidak menyangka akan jadi salah satu pemenangnya. Ia mengatakan, ingin melihat aneka kuil yang menjadi salah satu daya tarik utama Thailand.

"Senang banget nggak nyangka pas dapat telepon serius nih, pengen banget liat kuil-kuil di sana, pasarnya, mau belanja liat nanti deh," ujar Teguh.

Peserta lainnya, Annisa, mengaku juga tidak sabar untuk menginjakkan kaki ke Thailand. Ia ingin berbelanja aneka pernak-pernik murah meriah.

"Mau lihat night market, terus belanja-belanja, makan street food juga seru di sana," ujar Annisa.

6 perserta yakni Fadhil, Anni, Annisa, Aziza, Teguh dan Eddy akan berpetualang di Thailand berpetualang bersama detikTravel & tiket.com selama 4 hari ke depan.

Beberapa tempat yang dituju adalah Wat Arun, Asiatique, MBK dan berbagai tempat menarik lainnya. Penasaran bagaimana keasyikan mereka? Pantau terus di detikTravel ya!