Sabtu, 07 Maret 2020

Lupa Bawa Kunci, Pilot Ini Masuk Kokpit Lewat Jendela

Pilot juga manusia. Seorang pilot di Inggris terekam kamera masuk ke dalam kokpit lewat jendela pesawat. Rupanya sang pilot lupa membawa kunci.

Aksi lucu pilot terekam kamera di Terminal 2 Bandara Heathrow, London, Inggris. Dalam video pendek tersebut, terlihat seorang pilot berusaha sekuat tenaga masuk ke kokpit pesawat lewat jendela.

Video berdurasi kurang dari 1 menit ini direkam dan diunggah di Twitter oleh seorang pilot British Airways dengan akun @JonnyPilot. Dalam unggahannya, Jonny menuliskan caption

"Ketika kamu terlambat kerja, dan kamu lupa membawa kunci," tulisnya.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Rabu (23/1/2019) dalam video tersebut, pilot yang tak disebutkan identitasnya ini nampak kepayahan masuk ke dalam kokpit lewat jendela pesawat yang sempit.

Di percobaan pertama, nampak satu kaki sang pilot berhasil masuk ke dalam kokpit, tapi kaki yang satunya masih ketinggalan di luar jendela.

Di percobaan selanjutnya, gantian kepala sang pilot yang berhasil masuk, tapi badannya masih ketinggalan di luar. Sebelum akhirnya datang seorang pilot lagi yang membantu.

Belum diketahui berasal dari maskapai apa pilot ini berasal, mengapa dia masuk kokpit lewat jendela dan apakah dia betulan lupa bawa kunci. Sampai saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 12 ribu kali.

Pelaku Wisata: Kami Tak Pernah Ganggu Habitat Komodo

Rencana penutupan Taman Nasional (TN) Komodo jadi kontroversi. Dinilai bisa mematikan pariwisata, padahal pariwisata tidak pernah merusak habitat komodo.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. Soal berkurangnya rusa, salah satu sebabnya karena perburuan ilegal.

Jika harus ditutup, para pelaku wisata protes keras. Muhammad Taher, seorang pelaku wisata dari Vidi Liveaboard di Labuan Bajo angkat bicara. Menurutnya, penutupan TN Komodo akan mematikan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya. Sebab, pariwisata sudah merupakan salah satu mata pencaharian utama dan pariwisata tidak pernah menganggu habitat komodo.

"Kami (pelaku wisata) dan kegiatan pariwisata tidak pernah menganggu habitat komodo. Kami tahu komodo dilindungi pemerintah, juga dunia," katanya kepada detikTravel, Rabu (23/1/2019).

Taher melanjutkan, tidak semua wilayah di TN Komodo bisa dimasuki wisatawan. Terdapat zona-zonanya, seperti wisatawan hanya bisa melihat komodo di Loh Buaya (Pulau Komodo) dan Loh Liang (Pulau Rinca).

"Taman Nasional Komodo itu sangat luas lho, tidak semua wilayah yang jadi habitat komodo bisa kita masuki. Aturannya selama ini sudah jelas dan kami mengikutinya," terangnya.

"Saya rasa pun pihak taman nasional sudah bekerja dengan baik untuk menjaga habitat komodo. Kalau tentang perburuan rusa ilegal, berarti soal keamanannya dong yang lebih dibenahi," tambah Taher.

Taher berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemprov NTT bisa duduk bareng. Stakeholder pariwisata juga baiknya turut serta, agar kontroversi rencana penutupan TN Komodo tidak berlarut-larut.

Fenomena Alam di Kebumen: Lantai Dasar Samudera Purba

Kebumen ternyata punya saksi bisu fenomena alam yang menarik. Bahkan, disebut-sebut sebagai Lantai Dasar Samudera Purba.

Geopark Karang Sambung - Karang Bolong merupakan kawasan wisata alam dan pengetahuan di Kebumen Jawa Tengah. Situs bebatuan berumur lebih dari 100 juta tahun itu kini sedang dikembangkan agar menjadi kawasan geopark internasional.

Kawasan geopark tersebut terletak sekitar 30 km ke arah utara dari kota Kebumen. Jika ingin menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau pun angkutan umum jurusan Kebumen - Karang Sambung, setelah sampai di terminal Karang Sambung maka kita harus ganti angkot jurusan Sadang.

Sebelum menuju geopark, alangkah baiknya kita mampir dulu di Balai Peneliti dan Informasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) Kebumen untuk mendapatkan informasi terkait kawasan geopark. Peneliti Utama LIPI, Chusni Ansori yang ditemui detikTravel di kantor menjelaskan sejarah kawasan tersebut. Beruntung, Chusni juga berkenan menemani detikTravel untuk menjelajahi geosite itu.

Sesuai dengan namanya, Karangsambung memiliki makna karang raksasa yang bersambung. Jika kita mencoba melihat lokasinya secara langsung, maka lokasi ini diyakini oleh para ahli sebagai lantai samudra purba yang muncul ke permukaan akibat adanya proses pergerakan lempeng bumi.

"Ya, kami menyebutnya sebagai lantai dasar samudera purba. Kawasan tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti geologi asal Belanda RDM Verbeek dan R Fennema pada sekitar tahun 1881," kata Chusni Ansori kepada detikTravel, beberapa waktu lalu.

Himpunan batuan beraneka ragam, jenis dan ukuran ditemukan di lokasi geosite ini. Ukurannya pun mulai dari yang kecil hingga batuan yang berukuran raksasa sebesar bukit tersebar di beberapa lokasi.

"Karangsambung adalah wilayah yang memberikan cerita panjang tentang terbentuknya pulau Jawa. Hal ini terlihat pada beberapa singkapan batuan yang campur aduk muncul ke permukaan. Singkapan batuan tersebut menggambarkan evolusi lempeng tektonik dengan rentang usia sekitar 117 - 55 juta tahun yang lalu," lanjut Chusni.

Singkapan batuan tua yang diperkirakan terjadi pada kedalaman 4 km di dalam samudera itu merupakan jejak-jejak proses paleosubduksi. Pengangkatan lantai dalam samudera terjadi akibat adanya aktivitas tektonik lempeng pada bagian zona subduksi antara lempeng Australia dan Eurasia.

Situs Karangsambung menjadi sangat menarik dipelajari, khususnya oleh para ahli geologi. Setiap tahunnya, ratusan mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Geofisika melakukan kuliah lapangan di komplel tersebut. Dalam kesempatan itu, detikcom diajak melihat langsung beberapa situs batuan di kawasan Geopark Karang Sambung - Karang Bolong.

Salah satu tempat yang dituju adalah Geosite Watu Kelir di Desa Seboro, Kecamatan Sadang. Batuan berwarna orange kecoklatan itu terbentang di tebing Sungai Muncar yang merupakan anak Sungai Lukulo. Di bagian atas terlihat lekukan batuan indah menyerupai bantal.

"Batuan ini diperkirakan terbentuk akibat adanya pemekaran tengah samudera sehingga memunculkan gunung api yang memuntahkan lava. Lava hasil muntahan gunung api membeku akibat terkena air laut. Karena bentuknya yang bulat lonjong seperti bantal maka batuan beku ini disebut dengan lava bantal atau pillow lava," jelasnya.

Geopark Karang Sambung - Karang Bolong yang memilik luas total 543,5 km² ini telah ditetapkan menjadi kawasan geopark nasional sejak 30 November 2018 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia. Rencananya, kawasan ini akan terus dikembangkan hingga diakui dunia menjadi kawasan geopark internasional dua tahun ke depan.