Kamis, 23 Januari 2020

Desa Berlantai Macan Tutul di Yunani

 Yunani memiliki pesona keindahan yang tiada dua. Salah satunya Pulau Mykonos, yang punya lantai motif macan tutul.
Bertandang ke Yunani, jangan lupa menjelajah ke pulau-pulau di gugusannya. Setiap pulau memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari cuaca, akomodasi, hingga arsitektur bangunannya.

Yunani bukan hanya menyimpan Santorini, namun juga mempunyai satu lagi pulau unik di gugusannya yang memiliki ciri khas tersendiri, bernama Mykonos. Pulau ini hanya memiliki sepuluh ribuan penduduk, dengan luas 105km persegi dan terdiri dari beberapa desa-desa kecil. Musim panas lebih banyak mendominasi pulau ini, hampir 10 bulan dalam setahun cuacanya cukup panas. Objek yang dikunjungi relatif tidak banyak. Pertama, kincir angin Kato Mili yang sering disebut juga dengan Mykonos Windmills, dibangun pada abad ke 16 dan kini tidak lagi difungsikan sebagai tempat penyimpanan tepung gandum seperti tujuan awalnya.

Lokasi kincir angin ini dapat dilihat dari segala penjuru pulau karena arsitekturnya yang khas, berwarna putih beratap kecoklatan. Kincir angin berjumlah 16 buah ini mudah ditemukan dan terdapat pula sebarannya di area lain selain di sisi pelabuhan. Lokasi lain yang menarik adalah Little Venice. Tempat ini awalnya adalah perumahan nelayan dan bajak laut pada jamannya dengan posisi tepat di sisi bibir laut, sehingga tampak unik seolah terapung. Namun kini telah berubah menjadi deretan restoran, toko dan galeri, di mana menjadi spot favorit paling romantis bagi turis untuk memandang matahari terbenam di sore hari. Disebut Little Venice karena sekilas atmosfirnya menyerupai Venice di Italia dan sangatlah cantik berfoto dengan latar belakang lokasi ini. Ketika berkunjung ke Mykonos, jangan lupa mampir Kota Tua Mykonos (Old Town) yang dikenal dengan nama Chora.

Walaupun pulau kecil, namun jajaran pertokoan di Chora, justru terlihat berbeda kelas dengan pulau lain, sekelas Santorini sekalipun. Kota Tua Mykonos berlantai bak macan tutul belang berwarna abu-abu dan putih, layak disebut labirin dengan kantong desa dan lorong-lorong yang misterius. Jika tidak cermat, pastilah kita akan berputar-putar di lorong yang itu itu saja, karena semua lorong nyaris sama. Tapi jangan khawatir, pertokoan, galeri dan resto di sepanjang Old Town ini berhias kreativitas yang tanpa batas, sehingga menyejukan mata. Warna-warni toko dan designnya beragam dan nyentrik, atribut kafe dan sajian hidangannya juga unik dan berbeda.

Setiap sudut pulau menyajikan ciri khas tersendiri. Semua pengeluaran di pulau ini menggunakan mata uang Euro, dan biaya hidup sedikit lebih tinggi dibandingkan pulau lainnya di Yunani. Kamu bisa menempuh perjalanan ke Mykonos dengan penerbangan domestik dari Athena atau Santorini. Jika suka berpetualang, saya merekomendasikan naik kapal feri cepat antar pulau yang modern dan cukup berkelas di Yunani, karena pengalaman menumpang kapal ini, benar-benar tidak terlupakan, harga tiketnya juga tidak berbeda banyak dengan penerbangan domestik.

Ada Tim Terpadu, Libur Lebaran di Raja Ampat Dijamin Nyaman

Berwisata di Raja Ampat, Papua Barat, dipastikan akan lebih nyaman selama libur Lebaran. Karena telah dibentuk tim terpadu untuk memberikan pengamanan bagi wisatawan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatenggo.

Menurutnya, tim terpadu terdiri dari Dinas Pariwisata Dinas, Dinas Perhubungan, Basarnas, dan aparat keamanan.

"Tim terpadu ini kami sebar di berbagai lokasi strategis. Baik itu di pelabuhan Waisai, hingga di setiap spot wisata di Kabupaten Raja Ampat. Dari mulai Waigeo sampai Misool untuk memberikan pelayanan para wisatawan yang berkunjung," papar Yusdi dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).

Menurutnya, tim terpadu tersebut merupakan program rutin tahunan dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kunjungan wisatawan di setiap destinasi wisata Raja Ampat.

"Pemerintah Kabupaten Raja Ampat selalu siap memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung daerah tersebut selama libur lebaran maupun hari-hari biasanya," ucapnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengapresiasi kesiapan Raja Ampat dalam menyambut wisatawan. Apalagi, Raja Ampat merupakan salah satu tujuan utama wisatawan. Terlebih saat ini Raja Ampat telah menjadi surga wisata bahari di Indonesia.

"Ini merupakan bukti jika Raja Ampat selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan. Dengan dukungan yang mumpuni jelas membuat surga bahari ini semakin menarik untuk dikunjungi," papar Ricky.

Menurutnya, surga bahari Raja Ampat memang luar biasa. Semakin hari destinasi ini menjadi primadona di Timur Indonesia. Kawasan perairan ini merupakan rumah bagi 75% jenis terumbu karang dunia.

Total ada 553 jenis terumbu karang. Laut Raja Ampat pun dihuni 1.000 jenis ikan karang. Dengan kekayaannya, laut Raja Ampat bisa menghidupi 70.000 penduduk di sekelilingnya.

Seperti halnya Kepulauan Fam di Raja Ampat. Daerah ini mempunya kekayaan hayati yang super lengkap. Dari perspektif keterwakilan habitat, kepulauan ini merupakan representasi Raja Empat.

Begitu juga Kafiau. Daerah ini memiliki kekayaan hayati dan terumbu karang yang indah. Bahkan menjadi jalur migrasi dari paus dan lumba-lumba. Daerah daratnya pun tak kalah menariknya. Terlebih untuk pemerhati dan pengamat burung. Daerah ini memiliki burung endemik Kafiau Paradise King Fisher dan Kafiau Monarch.

Lain halnya dengan Misool. Daerah ini merupakan 'surga kecil' yang menanti di taklukan. Keindahan pantai, bebatuan kars dan taman lautnya menawarkan atraksi alam yang memukau. Dengan segala keindahannya, tak salah memang jika Raja Ampat mendapat gelar tempat Snorkeling dan Diving Terbaik Dunia oleh CNN Travel.

"Dengan segala kelebihannya, Raja Ampat semakin siap dengan dukungan SDM-nya yang kian meningkat. Buktinya dengan kesiapan Raja Ampat memberikan kenyamana wisatawan selama masa libur Lebaran," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom itu juga menyebut, kesiapan ini juga merupakan bukti komitmen kuat dari seluruh stakeholder. Rumusnya 3S. Ada solid, speed, dan smart. Untuk mencapainya dibutuhkan kekompakan semua elemen. Speed dibutuhkan untuk memenangkan persaingan ke depan. Sebab, kecepatan akan kalahkan pergerakan lambat. Lalu, smart berbasis digital.

"Konsep 3S ini harus dilakukan secara menyeluruh. Semua stakeholder harus solid, kompak, bersatu, dan bersemangat untuk maju. Untuk itu, perlu dilakukan percepatan agar Raja Ampat semakin mendunia dan ini ditopang aspek digital. Digital penting agar semakin personal, profesional, dan global," tutupnya.