Rabu, 22 Januari 2020

5 Kota yang Aman Buat Traveler Wanita yang Pergi Sendirian

Traveler wanita yang hobi liburan sendirian tidak perlu takut dan khawatir lagi. 5 Kota ini relatif aman untuk kamu yang suka kemana-mana sendiri.

Berlibur merupakan rutinitas yang wajib diagendakan. Berlibur sendiri merupakan hal yang patut dicoba. Untuk para ladies yang suka solo travelling, berikut referensi kota yang aman untuk berlibur sendiri.

1. Yogyakarta

Kota yang dijuluki kota gudeg ini asyik banget untuk explore sendiri. Selain terdapat keraton, museum dan beberapa bangunan historikal, juga banyak pantai yang seru.

2. Cirebon

Buat kalian yang tinggal di Jakarta, bisa berlibur sehari cukup untuk berwisata kuliner dan Cirebon memiliki banyak keraton serta ada Goa Sunyaragi yang sangat menarik.

3. Bandung

Kota yang dijuluki kota kembang ini memiliki beragam tempat wisata mulai dari museum, taman kota, hutan, serta wisata kuliner yang menggugah selera,

4. Malang

Buat yang menyukai permainan theme park, Malang merupakan kota yang wajib dikunjungi. Malang mempunyai Jatim Park 1 hingga 3, serta banyak theme park yang buka di malam hari. Serta wisata pantainya tidak boleh dilewatkan.

5. Bali

Pulau dewata ini sudah sangat akrab ditelinga para pelancong hingga mancanegara. Bali tidak hanya mempunyai wisata pantai yang sangat indah juga memiliki adat yang sangat kuat. Membuat kita betah berlama-lama di Bali.

Jadi tunggu apalagi, ayo explore Indonesia.

Tersihir Magis Harry Potter di Inggris

Magis Harry Potter berhasil menyihir jutaan penggemarnya dari berbagai negara di dunia. Traveler bisa langsung menyelami Dunia Harry Potter di Inggris.

Harry, i'm coming!! Berasa seperti mimpi akhirnya bisa menyelami keajaiban dunia sihir Harry Potter setelah sekian lama membaca dan menonton filmnya.

Hampir 20 tahun yang lalu (oh yes, i'm that old!) pertama kali baca buku Harry Potter. Itu juga dapet minjem dan entah dapet giliran orang ke berapa yang dipinjamkan buku oleh Wisda, teman saya waktu di SMA.

Saya langsung jatuh cinta dengan karakter dan cerita yang dibuat sama tante Joanne ini. Baru bisa koleksi buku secara lengkap di jaman kuliah, itu juga nyicil dan sempet ikutan pre order buku Harry Potter 7 yang antre malam-malam di Gramedia Matraman.

Sekarang bisa main ke sini tuh beneran berasa mimpi jadi nyata. Satu hal yang pasti, ngeliat semua detail yang dibuat saat memproduksi film ini bisa dibilang bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan yang nggak main-main, dibuat dengan penuh dedikasi dan penuh cinta.

Apalagi pas dengerin semua yang terlibat dari mulai produser, script writers, make-up artist, sampai para casts dll itu memang mereka semua senang bisa terlibat di sebuah produksi besar yang panjang ini. Dan tentunya saya sangat senang juga bisa jadi bagian kecil dari jutaan orang yang tersihir baik dari buku maupun filmnya.

Makasih yah tante Jo, udah bikin cerita yang sangat luar biasa ini dan membagikannya kepada kita semua.

Kuil Meiji Jingu & Perayaan Panen di Tengah Ramainya Tokyo

Meiji Jingu merupakan Kuil Shinto yang didedikasikan untuk arwah Kaisar Meiji dan sang istri, Permaisuri Shoken. Inilah kuil perayaan panen di tengah ramainya Tokyo.

Meiji adalah kaisar pertama Jepang modern. Kuil Meiji Jingu dibangun 8 tahun setelah wafatnya sang kaisar dan 6 tahun setelah wafatnya sang permaisuri pada tahun 1920.

Selama periode Meiji, Jepang menjadi salah satu kekuatan utama dunia setelah melakukan modernisasi dan westernisasi di negaranya.

Saat saya berkunjung ke sini, pengunjung sedang ramai-ramainya. Ternyata hari itu ada perayaan nasi merah, sehingga pengunjung bisa mengantri untuk mendapatkan nasi merah secara gratis.

Tak terlalu jauh dari gerbang masuk, kita bisa menemukan gentong-gentong berisi wine. Pada saat jaman Meiji, Jepang mengadopsi budaya barat tanpa meninggalkan budaya Jepang. Salah satu yang dilakukan kaisar adalah dengan makan masakan barat juga meminum wine.

Wine atau anggur yang terdapat di sini merupakan anggur yang disucikan dan ditawarkan oleh kilang anggur terkenal di Perancis, Bourgogne atas prakarsa Mr Yasuhiko Sata perwakilan House of Burgundy di Tokyo.

Rasa terima kasih diberikan kepada pembuat anggur yang telah memberikan hadiah ini dengan semangat kedamaian dengan harapan terjalinnya persahabatan yang baik antara Jepang dan Perancis.

Memasuki kawasan kuil, kita akan disambut oleh torii gate, dimana kita akan menemukan hutan. Tidak kurang dari 100,000 pohon ada di Meiji Jingu.

Sebelum memasuki kuil, terdapat semacam bak berisi air tempat orang membersihkan diri. Mungkin semacam berwudhu dulu bagi muslim. Dan tentu saja ada tata caranya yang diletakkan pada papan di dinding atas agar mudah terlihat.

Yang Instagramable dari Coban Talun (2)

Goa Djepang

Nah saat saya hampir di ujung kawasan wisata Coban Talun di sisi utara, ada tempat wisata lainnya yang menarik. Ya, Goa Djepang! Dari namanya aja bisa ditebak ya mungkin ini adalah goa bekas peninggalan orang Jepang jaman dahulu. Untuk masuk ke sana, kalian harus membayar Rp 5.000 untuk satu orang.

Rumah Terbalik

Tempat wisata yang terakhir adalah, Rumah Terbalik! Di sini, ada beberapa rumah kecil yang di design terbalik dengan warna cat yang terang. Lucu.

Di sini juga ada Kafe Alas Hortensia dimana kamu bisa makan semangkuk bakso sambil nge charge HP kamu untuk sesi foto-foto selanjutnya. Tempat wisata yang saya review di sini adalah bagian utaranya saja ya yaitu: Area Pagupon, Apache, Taman Bunga Hortensia, Hutan Alas Pinus, Goa Djepang, dan Rumah Terbalik.

Di sebelah selatan malah masih ada banyak lagi kegiatan outdoor yang bisa kalian lakukan termasuk melihat keindahan air terjunnya! Menuju Lokasi Coban Talun sangat gampang ditemukan! Pokoknya dari manapun kalian, langsung aja ke arah Selecta.

Biasanya di jalanan ini banyak yang jual apel murah dan tanaman-tanaman. Nah lurus aja mengikuti petunjuk, sampai akhirnya menemukan papan petunjuk Coban Talun. Kalau dari Selecta, belokan Coban Talun ada di sisi kiri ya.

Alamat lengkapnya ada di Dusun Wonorejo, Desa, Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur 65336. Parkir Saat masuk, nanti petugasnya akan ngelihat ada berapa orang. Per orangnya Rp 10.000. Tambahan biaya kendaraan, untuk motor, kalian bayar Rp 4.000 dan Rp 10.000 untuk mobil.

Tips buat traveler

1. Datang lebih awal

Kalau kalian emang niat foto-foto, coba datang lebih awal biara spot foto favorit kalian ngga terlalu ramai orang. Kalau dari Malang, bisa berangkat dari jam 06.30 jadi sampai sana sekitar jam 8. Sinar mataharinya juga ngga terlalu silau untuk menghasilkan foto yang bagus!

2. Bawa power bank

Meskipun di Kafe Alas Hortensia kalian bisa nge charge HP, ada baiknya bawa power bank sendiri biar tetap eksis dimanapun dan kapanpun.

3. Bawa minum sendiri

Selain mendukung gerakan #noplastic, kalian juga akan lebih hemat lho! Mungkin disini satu botol minum teh bisa Rp 8.000 dan air mineral Rp 10.000 dimana itu lumayan mahal buat saya.

4. Cobain es jeruk pick up yang ada di antara luar area Pagupon dan Apache

Kemarin saya nyoba beli es jeruk yang saya taruh di botol minuman saya. 100% jeruk asli! Tanpa dikasih tambahan air. Cukup es aja kalau kalian mau es jeruknya dingin. Seger banget! Harganya Rp 10.000 aja. Bapaknya berjualan di tenda, yang dibangun di pickup nya.

5. Bawa sandal dan peralatan sholat

Bagi yang muslim, bawa sandal dan peralatan shalat sendiri itu wajib. Biar nggak bingung dan nebeng orang. Meskipun ada sandal bakiak di gubuk area shalat, tapi kalau pas lagi rame, kalian harus antri. Saran saya, bawa semuanya sendiri ya!

Biar cepat juga pindah ke tempat wisata selanjutnya. Itu tadi pengalaman saya ke Coban Talun. It was a really great short vacation getaway! Apakah kamu tertarik ke sana?

Apache

Setelah area Pagupon, berjalanlah lurus untuk melihat Apache. Area ini adalah glam camping ground yang terdapat beberapa tenda teepee yang besar. Di dalamnya juga sudah ada kasur, meja, dll beserta kamar mandinya.

Untuk masuk ke area ini, kamu harus membayar sebesar Rp 10.000 per orang. Kamu juga bisa membeli aksesoris suku Indian, jika mau menghasilkan foto terniat dengan tema serupa.

Taman Bunga Hortensia

Tiket masuk ke Taman Bunga Hortensia sebesar Rp 5.000 per orangnya. Area ini cukup instagramable mengingat area ini banyak dijadikan tempat lokasi foto untuk pre wedding. Di dalamnya ada banyak bunga Hortensia ungu, putih, dan biru yang sedang bermekaran.

Di ujungnya, terdapat sebuah kursi bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen. Dan diatasnya ada hiasan bunga berwarna oranye yang membuat kursi tersebut makin cantik.

Hutan Alas Pinus

Di depan taman bunga Hortensia, ada Hutan Alas Pinus, guys. Area ini ditumbuhi pohon pinus yang menjulang tinggi. Kayanya di tiap kota, pasti alas pinus masih menjadi primadona untuk spot foto yang ciamik ya.

Bayarnya cukup saat kalian mau menikmati wahana di dalamnya. Jadi kalau cuma masuk aja sih ngga bayar. Beberapa wahana yang bisa dinikmati di sini ada flying fox, hammock, dan rumah pohon.