Rabu, 22 Januari 2020

Yang Instagramable dari Coban Talun

Kalau kamu lagi mencari tempat liburan yang Instagramable untuk short trip beberapa hari ke depan, ada Coban Talun yang begitu menarik untuk dikunjungi.

Tempat ini cocok bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau sama pasangan. Coban Talun, Batu.

Yap! Coban Talun dulunya memang terkenal dengan area camping ground buat anak-anak kampus atau para pekerja yang mau ngadain diklat. Nggak lupa juga sama pemandangan ciamiknya air terjun di Coban Talun ini. Tapi beberapa tahun belakangan, pihak pengelola membangun tempat-tempat baru yang sangat Instagramable!

Rumah Pagupon

Nah, inilah yang menjadi tempat tujuan utama saya di Coban Talun. Menurut KBBI, kata pagupon berarti rumah merpati. Dan di area Pagupon di Coban Talun, ada sekitar 6 pagupon yang bisa kalian sewa lho! Kalau tidak berubah harganya, per malam sekitar Rp 500.000.

Kalau kalian telah memarkir kendaraan kalian, kalian cukup jalan lurus mengikuti petunjuk. Kalau kalian mau ke air terjunnya, kalian belok ke kiri. Tapi, kalau kalian mau ke Pagupon terlebih dahulu, kalian belok kanan ya. Jalannya Cuma 5 menit aja kok dari tulisan Coban Talun dan papan petunjuk.

Kesan pertama saya turun dari mobil adalah hawanya sejuk banget! Mata saya juga seolah-olah dimanjakan dengan pepohonan yang rindang dan banyaknya bunga Hortensia yang mekar. Menuju loket tiket, saya pun membeli 2 buah tiket. Satu untuk saya dan mama. Harganya Rp 10.000/orang dan dapat ditukar dengan air minum ya di kantin.

Begitu masuk, saya disambut dengan rumah-rumah kayu kecil yang juga Instagramable. Beberapa rumah juga ditumbuhi bunga Hortensia yang cantik. Rumah tersebut juga terasa rindang berkat tumbuhan hijau yang tumbuh di sekelilingnya. Di beberapa rumah juga terdapat ayunanannya lho.

Setelah itu saya melihat kafe dan taman kelinci di sampingnya. Saat itu musik yang sedang diputar adalah Main Hati oleh Andra and the Backbone. Beberapa pengunjung tampak santai menikmati minuman mereka sambil menikmati lagunya.

Tapi sayang banget, saya masih melihat pengunjung yang masih merokok di tempat yang sudah sesejuk ini. Memang sih ngga ada larangan untuk merokok, tapi kan orang lain udah jauh-jauh datang ke sini untuk menghirup udara yang lebih segar.

Namun justru masih saja harus menghirup asap rokok orang lain. Mungkin pihak pengelola sebaiknya mempertimbangkan mengenai pengunjung yang merokok supaya dikemudian hari tidak ada lagi asap rokok di Coban Talun.

Lanjut, saya berfoto-foto di sebuah tenda Teepee (tenda khas yang sangat lekat dengan suku Indian) yang terdapat bentuk hati di belakang kursinya. So cute! Dan ngga lama, saya melihat rumah paguponnya!

Saya berada di lokasi sekitar pukul 09.30 dan banyak pengunjung yang berbondong-bondong datang bersama keluarga untuk foto-foto dan menikmati suasana sekitar. Wah rumah paguponnya lucu banget! Di area tersebut lagi-lagi ada kursi berbentuk hati. Rupanya banyak pasangan yang suka dengan spot foto ini.

Satu kursi berbentuk hati ini bisa dilihat di sisi sebelah kanan, di depan rumah pagupon. Yang satu lagi, ada di samping kiri yang dikelilingi oleh bunga Peacock berwarna ungu. Dan di sini ada sepeda besar berwarna putih yang bisa dijadikan spot foto yang unik.

Oh iya, di sini juga ada sekitar 2 atau 3 rumah kayu yang kita lihat di kawasan loket tiket tadi. Pokoknya, pagupon ini wajib banget kalian datengi deh!

Apache

Setelah area Pagupon, berjalanlah lurus untuk melihat Apache. Area ini adalah glam camping ground yang terdapat beberapa tenda teepee yang besar. Di dalamnya juga sudah ada kasur, meja, dll beserta kamar mandinya.

Untuk masuk ke area ini, kamu harus membayar sebesar Rp 10.000 per orang. Kamu juga bisa membeli aksesoris suku Indian, jika mau menghasilkan foto terniat dengan tema serupa.

Taman Bunga Hortensia

Tiket masuk ke Taman Bunga Hortensia sebesar Rp 5.000 per orangnya. Area ini cukup instagramable mengingat area ini banyak dijadikan tempat lokasi foto untuk pre wedding. Di dalamnya ada banyak bunga Hortensia ungu, putih, dan biru yang sedang bermekaran.

Di ujungnya, terdapat sebuah kursi bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen. Dan diatasnya ada hiasan bunga berwarna oranye yang membuat kursi tersebut makin cantik.

Hutan Alas Pinus

Di depan taman bunga Hortensia, ada Hutan Alas Pinus, guys. Area ini ditumbuhi pohon pinus yang menjulang tinggi. Kayanya di tiap kota, pasti alas pinus masih menjadi primadona untuk spot foto yang ciamik ya.

Bayarnya cukup saat kalian mau menikmati wahana di dalamnya. Jadi kalau cuma masuk aja sih ngga bayar. Beberapa wahana yang bisa dinikmati di sini ada flying fox, hammock, dan rumah pohon.

Banyak Open Trip Bareng Public Figure, Seberapa Menarik Buat Traveler?

Promosi open trip dengan iming-iming plesiran bersama public figure kini menjadi fenomena. Sebenarnya, banyak yang ingin ikutan gak sih?

detikcom mewawancarai sejumlah orang yang hobi traveling, khususnya anak muda yang jadi pasar utama. Bertanya mengenai pendapat mereka. Sebenarnya, mau nggak kalau misalkan jalan-jalan bareng public figure? Atau hanya ingin saat sang idola saja yang jadi 'nilai jualnya'?

Menurut Projo (29), salah satu karyawan swasta di Jakarta ia menganggap ini suatu hal yang biasa saja. Namun, ingin mencoba karena akan menjadi pengalaman baru baginya. Namun menurutnya, ini akan jauh menghabiskan biaya dibandingkan solo traveling.

"Buat gue sih biasa saja ya. Tapi kepingin sih sekali nyobain bareng public figure. Lebih pingin tau gimana sih habit dia klo traveling, trus aslinya gimana. Sekaligus bagus juga ikut open trip bareng public figur buat nambah relasi dan pengetahuan baru. Yang pasti sih open trip bareng public figure bakal mahal ya. Yang mana gak akan masuk bujet traveling di kondisi keuangan gue sekarang," ujarnya saat dihubungi detikcom Selasa (7/6/2019).

Sedangkan menurut Riza (27), hal ini dapat efektif untuk menarik pasar karena sifat tenar dari selebriti tersebut. Menurutnya, hal itu juga berdampak kepada orang atau peserta yang ikut dalam tur, agar mendapatkan sebuah pengakuan dari masyarakat dan kedekatan dengan si public figure.

"Untuk marketing campaign it works (bisa efektif), karena public figure itu punya fans bahkan fanatic fans. They would do anything get closer with their superstar (Melakukan apa saja untuk dekat dengan orang terkenal). Nah influencer sekarang lg hype (jadi tren) untuk promosi, makanya dipakai karena mereka punya massa pastinya. Yang mana nantinya akan menjadi word of mouth dan membicarakan si agent travel tersebut dan orang akan well known (terkenal) dengan tour travel," ujar Riza.

Begitupun dengan Almer (25) yang mengatakan bahwa public figure dapat berperan besar untuk menarik promosi. Hal ini juga menambah kepercayaan akan suatu brand atau produk yang digunakan kepada masyarakat atau calon pelanggan.

"Efektif untuk brand awareness. Menurut gue poin berharganya dapetin hati customer. Karena kalo udah trust (percaya), bakal mulut ke mulut. Artis si cuma trigger (pemancing) tambahan aja biar makin cetar, itupun kalo modal banyak. Gue nggak terlalu ngidolain public figure sih. Paling sekalipun gue demen Pevita Pearce misalnya, tergantung gue punya budgetnya atau enggak buat berangkat," tambahnya.

Lain halnya menurut Wirya (31). Ia memilih untuk pergi sendiri alias solo traveling. Menurut Wirya, pergi sendiri atau bersama keluarga memberikan fleksibilitas yang tidak akan ditemukan saat open trip.

"Mending traveling sendirian, Sendiri lebih bebas jadwalnya, walapun traveling sendiri nggak ada kawan traveling tapi pada saat kita traveling pasti ada kok temen atau local people yang mau nemenin kita jalan. Kalo open trip bareng idola cost trip bakal lebih pasti lantaran lu harus menyisikan lagi tanpa sadar untuk biayain si public figure itu," ujarnya.

Faddyah (24) pun mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan dari public figure siapa yang akan ikut dalam open trip tersebut. Ia juga menganggap bahwa public figure tidak menjadi alasannya untuk memilih sebuah agen tur.

"Tergantung artisnya sih. Meski idola, cuma bonus aja bisa jalan bareng mereka. Nggak sebagai main reason (alasan utama) jalan-jalan pakai jasa travel itu," paparnya.

Namun, ada orang yang menganggap bahwa traveling bersama public figure jadi ajang mencari tenar. Hal ini menurutnya dapat dijadikan sebagai iming-iming atau sebuah tindakan untuk menaikkan status soaial.

"Aku sih nggak mau ya, emangnya mau ngapain? Karena bisa dibilang untuk 'gaul' ya, biar dibilang akrab sama artisnya," ujar Zillia (24).

Nah, bagaimana menurut traveler. Mau nggak nih ikut open trip bersama public figure?