Sabtu, 18 Januari 2020

Masuk ke Gunung Tambora Kini Diperketat

 Sejak diresmikan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNOESCO, Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) kini lebih memperketat aktivitasnya. Terutama pada aktivitas keluar masuk pendaki taman tersebut.

Bagi siapapun yang hendak masuk di areal Taman Tambora majib melaporkan diri pada petugas yang berada di pintu masuk taman. Diperketatnya sistim ini demi menjaga biota yang ada di dalam kawasan Taman tidak dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Sistem ini juga diterapkan pada semua pintu masuk taman. Di antarannya di jalur pendakian Pancasila, Jalur Piong, Jalur Kawinda To'i, Jalur Doro Ncanga dan Jalur wisata air terjun Oi Marai.

"Setiap pengunjung yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Tambora harus lapor kepada petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu mengingat kegiatan wisata alam khususnya pendakian merupakan kegiatan yang beresiko tinggi," Ungkap Kepala Balai TNGT Murlan Dameria Pane, pada detikcom, Kamis (27/09/2019).

Pihak TNGT menginginkan setiap pengunjung yang datang dan masuk ke dalam kawasan bisa menikmati keindahan alam dan tetap mengedepankan keselamatan pengunjung. Salah satu upaya untuk mewujudkan itu adalah mendata dan memantau aktivitas para pengunjungnya.

"Sebelum dan sesudah menjadi cagar biosfer, kegiatan pembalakan liar di dalam kawasan TN Tambora sangat dilarang," tegasnya.

"Apabila terjadi di kawasan kami, tentunya akan kami proses sesuai dengan kewenangan kami dan berkoordinasi dengan pihak terkait tentunya. Selain itu, upaya sosialisasi dan pendidikan lingkungan sejak usia dini juga kami laksanakan agar generasi muda kita memahami dan menyadari pentingnya menjaga keutuhan kawasan TN Tambora," tambahnya.

5 Negara Favorit Orang Indonesia Saat Libur Lebaran 2019

Momen libur Lebaran yang sudah berlalu, bukan cuma untuk silaturahmi, tapi juga traveling ke luar negeri. Inilah 5 negara favorit orang Indonesia saat libur Lebaran lalu.

Pergerakan wisatawan Indonesia terbilang tinggi. Baik jalan-jalan ke dalam atau luar negeri memiliki pasar yang besar, bahkan jadi incaran banyak pelaku industri pariwisata. Apalagi di momen libur Lebaran, dengan durasi yang cukup panjang.

Perangkat nirkabel Javamifi mengumpulkan data tujuan penggunanya selama libur Lebaran 2019 kemarin. Hasilnya, negeri Sakura alias Jepang menduduki posisi pertama. Tendensi orang Indonesia untuk menikmati suasana Jepang masih menjadi dominasi sebesar 27,1 persen.

Bisa dibilang, Jepang merupakan negara di Asia yang dengan akses yang cukup mudah dituju bagi orang Indonesia. Terang saja, tiket pesawat murah ke Negeri Sakura kini banyak ditemui, mulai dari maskapai bujet hingga full service airline. Begitupun dengan transportasi, hotel dan atraksi wisata.

Posisi ke-2 ternyata diduduki oleh benua Eropa dengan persentase 20,3 persen. Meski memiliki kesan mahal, ternyata masih jadi primadona wisatawan Tanah Air. Benua Eropa sebenarnya bisa dicapai dengan berbagai cara, tidak selamanya membutuhkan biaya yang fantastis. Promo tiket bisa dimanfaatkan, begitupun dengan hotel bujet dan pilihan atraksi wisata.

Ketiga, diduduki oleh Korea Selatan (8,7%). Negeri Ginseng dengan atraksi K-Pop rupanya menjadi tujuan prioritas. Tiket pesawat murah dan akomodasi terjangkau rupanya juga mendukung pergerakan turis Indonesia ke sana.

Sedangkan, posisi ke-4 dan ke-5 diperoleh China (8,4%) dan Australia (8%). Meski membutuhkan visa, namun kedua negara tersebut juga membuka peluang besar bagi orang Indonesia untuk berwisata. Sehingga, wisatawan pun juga tertarik untuk berkunjung ke negeri tirai bambu dan negeri kanguru.

Singapura, sebagai negara yang juga banyak jadi tujuan ternyata tidak masuk ke dalam 5 besar. Meski begitu, Singapura masih menjadi tujuan yang diprioritaskan, dengan segala atraksi wisata dan inovasi yang dimiliki Negeri Merlion. Sisa persentase pun dipilih ke berbagai negara lainnya.

Nah kalau kamu, Lebaran kemarin pergi ke mana?

Ini Cara Pergi ke Sawahlunto, Kota Kandidat Situs UNESCO

 Sawahlunto di Sumatera Barat masuk nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO 2019. Buat yang belum tahu, inilah cara menuju ke sana.

Tahun ini UNESCO memasukkan Sawahlunto sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia untuk kandidat Situs Warisan Dunia kategori budaya. Memiliki sejarah panjang sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang pertama Indonesia.

Berlokasi di Sumatera Barat, Sawahlunto sendiri mungkin masih belum populer bagi traveler di luar Padang. Padahal, destinasi yang satu ini tak kalah indah dan punya banyak destinasi bersejarah.

Buat kamu yang penasaran dan mau berkunjung ke Sawahlunto, detikcom pun merangkum cara untuk liburan ke sana, Kamis (27/6/2019).

Akses yang paling mudah adalah dengan lebih dulu terbang ke Bandara Internasional Minangkabau di Padang. Kemudian, apabila tak ingin repot, dari Padang kamu bisa menyewa mobil sewaan menuju Sawahlunto mulai dari Rp 350 ribu sekali jalan. Estimasi dibutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam via jalur darat.

Naik kendaraan umum

Jika ingin hemat, traveler bisa coba naik kendaraan umum ke Sawahlunto dari Padang. Pertama, capailah daerah Lakuak di Jalan Dr Sutomo, Padang naik bus Tranex.

Setibanya di Lakuak yang dikenal sebagai terminal bayangan, traveler bisa naik bus yang langsung menuju Sawahlunto atau transit dulu ke Terminal Solok sebelum mencapai Sawahlunto.

Naik kereta

Jika ingin yang lebih berkesan, kamu bisa mencoba naik kereta ke Sawahlunto dari Stasiun Padang Panjang dengan durasi 3 jam perjalanan. Hanya perlu diingat, untuk kereta hanya ada di hari Minggu saja ya.

Selamat mencoba dan menikmati aneka tempat wisata di Sawahlunto.

Masuk ke Gunung Tambora Kini Diperketat

 Sejak diresmikan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNOESCO, Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) kini lebih memperketat aktivitasnya. Terutama pada aktivitas keluar masuk pendaki taman tersebut.

Bagi siapapun yang hendak masuk di areal Taman Tambora majib melaporkan diri pada petugas yang berada di pintu masuk taman. Diperketatnya sistim ini demi menjaga biota yang ada di dalam kawasan Taman tidak dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Sistem ini juga diterapkan pada semua pintu masuk taman. Di antarannya di jalur pendakian Pancasila, Jalur Piong, Jalur Kawinda To'i, Jalur Doro Ncanga dan Jalur wisata air terjun Oi Marai.

"Setiap pengunjung yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Tambora harus lapor kepada petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu mengingat kegiatan wisata alam khususnya pendakian merupakan kegiatan yang beresiko tinggi," Ungkap Kepala Balai TNGT Murlan Dameria Pane, pada detikcom, Kamis (27/09/2019).

Pihak TNGT menginginkan setiap pengunjung yang datang dan masuk ke dalam kawasan bisa menikmati keindahan alam dan tetap mengedepankan keselamatan pengunjung. Salah satu upaya untuk mewujudkan itu adalah mendata dan memantau aktivitas para pengunjungnya.

"Sebelum dan sesudah menjadi cagar biosfer, kegiatan pembalakan liar di dalam kawasan TN Tambora sangat dilarang," tegasnya.

"Apabila terjadi di kawasan kami, tentunya akan kami proses sesuai dengan kewenangan kami dan berkoordinasi dengan pihak terkait tentunya. Selain itu, upaya sosialisasi dan pendidikan lingkungan sejak usia dini juga kami laksanakan agar generasi muda kita memahami dan menyadari pentingnya menjaga keutuhan kawasan TN Tambora," tambahnya.