Jumat, 17 Januari 2020

Citilink Pindahkan Beberapa Penerbanganya ke Bandara Kertajati

Citilink Indonesia memindahkan beberapa rute penerbangan domestik ke Bandara Kertajati Majalengka. Semula dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Adalah pesawat dengan QG 820 rute Surabaya-Kertajati menjadi penerbangan pertamanya. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Kertajati pada hari Senin (1/7) pukul 06.40 WIB.

"Citilink Indonesia telah melakukan persiapan secara intensif dan berkoordinasi dengan stakeholders untuk memastikan operasional layanan penerbangan dapat berlangsung dengan lancar, aman dan nyaman," kata VP Corporate Secretary & CSR Resty Kusandarina dalam rilis resminya pada detikcom, Selasa (2/7/2019).

Rute yang dipindahkan oleh Citilink Indonesia ke Bandara Kertajati merupakan rute yang menggunakan pesawat Airbus A320, di antaranya Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang dan Pekanbaru. Sementara untuk penerbangan Citilink Indonesia yang menggunakan pesawat ATR 72-600 tetap beroperasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Resty mengatakan bahwa operasional penerbangan Citilink Indonesia di Bandara Kertajati hari ini berlangsung dengan baik. Alur penumpang mulai dari proses check in hingga boarding berlangsung dengan lancar dan penerbangan sudah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Citilink Indonesia sebelumnya telah memastikan persiapan di seluruh lini operasional seperti ketersediaan awak pesawat, engineering, slot, izin rute penerbangan. Hingga tim IT yang seluruhnya sudah dilakukan dengan baik.

Selain itu, Resty juga menjelaskan bahwa Citilink Indonesia telah melakukan sosialisasi mengenai perpindahan rute ini kepada seluruh penumpang melalui website, media sosial, email, call center maupun SMS. Sehingga calon penumpang dianggap sudah terinformasikan dengan baik.

Ke depan, pengembangan sarana infrastruktur khususnya terkait dengan akses penumpang dari dan menuju ke Bandara Kertajati dapat terus dioptimalkan. Sehingga hal itu akan memberi kemudahan untuk mobilisasi penumpang.

"Saat ini sudah tersedia sarana transportasi di Bandara Kertajati bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Salah satunya DAMRI yang menyediakan fasilitas bus gratis selama masa transisi bagi penumpang dari Bandara Kertajati menuju Bandung dan sebaliknya. Selain itu juga tersedia fasilitas shuttle lainnya menuju ke berbagai kota di Jawa Barat," jelas Resty.

Di kesempatan yang sama, Citilink memperluas jaringan penerbangannya dengan membuka rute baru dari Bandara Husein Sastranegara menuju ke Yogyakarta juga Tanjung Karang. Ada pula penambahan frekuensi penerbangan menuju Jakarta-Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat ATR 72-600.

Selanjutnya Citilink juga berencana untuk membuka rute baru dari Bandung menuju ke Solo.

Tokoh Otomotif Nasional Tertarik Bangun Sirkuit Balap di Banyuwangi

Banyuwangi jadi daya tarik bagi Tinton Soeprapto. Sekali datang, Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul tersebut langsung tertarik membuat sirkuit.

"Saya tidak menyangka bila Pak Tinton langsung tercetus ingin membuka sirkuit di Banyuwangi. Beliau banyak mendengar tentang Banyuwangi dan penasaran akhirnya kemari. Setelah tiba di sini, beliau bahkan langsung menyatakan keinginan membuka sirkuit tersebut," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan, Senin (1/7/2019).

Anas mengatakan akan membantu Tinton untuk mewujudkan idenya. Menurut Anas, dengan dibangunnya sirkuit di Banyuwangi akan berdampak pada perkembangan pariwisata daerah.

"Pembangunan sirkuit ini akan bisa menarik wisatawan pecinta otomotif untuk datang ke Banyuwangi. Mereka ini ceruk tersendiri," kata Anas.

Sementara itu, Tinton Soeprapto mengaku muncul keinginan membuat sirkuit di Banyuwangi setelah mengunjungi Banyuwangi dan bertemu langsung dengan Bupati Anas. Dia terkesan dengan kiprah Bupati Anas yang tidak henti berinovasi, mewujudkan sesuatu untuk kemajuan daerahnya.

"Setelah berdiskusi bersama beliau, muncul keinginan untuk mendirikan sirkuit di Banyuwangi. Bagi saya, ini adalah bagian dari membangun Banyuwangi lewat otomotif," kata Tinton.

"Banyuwangi sudah punya banyak festival, tapi belum ada yang terkait otomotif. Saya ingin membuat sirkuit motocross dulu, baru kemudian untuk mobil," ujar ayahanda dari pebalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto.

Hiburan Pesawat di Zaman Dulu, Seperti Apa Ya?

 Ini adalah suasana lawas dari dunia penerbangan. Sebelum teknologi hiburan berkembang, bagaimana keadaaan penerbangan saat itu?

Seperti dilansir CNN, Selasa (2/7/2019), zaman dahulu, belum ada hiburan seperti VR, film, musik dan Wi-Fi dalam kabin pesawat. Penumpang 'membunuh waktu' dengan berbagai hal seperti bermain kartu, bercakap-cakap atau makan bersama.

Kini, maskapai penerbangan berlomba-lomba menawarkan layanan digital terbaru. Tentu, agar para pelanggan tak berpaling dari layanannya.

Namun zaman dulu, penerbangan komersial adalah yang amat baru dan hanya dinikmati oleh beberapa orang saja. AirlineRatings.com mengungkapkan bahwa hiburan tambahan di kabin dilakukan penumpangnya sendiri atau minum minuman alkohol secara gratis.

Film pertama dalam penerbangan diputar pada tahun 1921, yakni film pendek berjudul 'Howdy Chicago' pada penerbangan Aeromarine Airways ke Kota Windy. Itu adalah awal penerbangan dalam 37 hari dari London ke Australia pada 1930-an.

Hingga sampai awal 1960-an, film adalah perlengkapan penting dalam sebuah penerbangan. "Terbang kembali pada tahun 1950-an dan 1960-an sangat berbeda. Itu hanya dinikmati orang yang sangat kaya," kata Geoffrey Thomas, pemimpin redaksi AirlineRatings.com.

"Penumpang sangat senang dengan perjalanan jet yang cukup menghibur," imbuh dia.

Bahkan saat Boeing 747 pertama meluncur di tahun 1970-an, hiburan berupa film adalah fitur yang dipilih maskapai. Mereka memakai layar lebar berupa TV tabung dengan pelengkap penutup telinga sebagai headset berteknologi stetoskop.

Baru pada tahun 1988 layar kecil, selebar 2,7 inci dipasang di bagian belakang kursi. Segera setelahnya, ada aplikasi yang dapat mengakses konten berbasis cloud.

Citilink Pindahkan Beberapa Penerbanganya ke Bandara Kertajati

Citilink Indonesia memindahkan beberapa rute penerbangan domestik ke Bandara Kertajati Majalengka. Semula dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Adalah pesawat dengan QG 820 rute Surabaya-Kertajati menjadi penerbangan pertamanya. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Kertajati pada hari Senin (1/7) pukul 06.40 WIB.

"Citilink Indonesia telah melakukan persiapan secara intensif dan berkoordinasi dengan stakeholders untuk memastikan operasional layanan penerbangan dapat berlangsung dengan lancar, aman dan nyaman," kata VP Corporate Secretary & CSR Resty Kusandarina dalam rilis resminya pada detikcom, Selasa (2/7/2019).

Rute yang dipindahkan oleh Citilink Indonesia ke Bandara Kertajati merupakan rute yang menggunakan pesawat Airbus A320, di antaranya Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang dan Pekanbaru. Sementara untuk penerbangan Citilink Indonesia yang menggunakan pesawat ATR 72-600 tetap beroperasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Resty mengatakan bahwa operasional penerbangan Citilink Indonesia di Bandara Kertajati hari ini berlangsung dengan baik. Alur penumpang mulai dari proses check in hingga boarding berlangsung dengan lancar dan penerbangan sudah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Citilink Indonesia sebelumnya telah memastikan persiapan di seluruh lini operasional seperti ketersediaan awak pesawat, engineering, slot, izin rute penerbangan. Hingga tim IT yang seluruhnya sudah dilakukan dengan baik.

Selain itu, Resty juga menjelaskan bahwa Citilink Indonesia telah melakukan sosialisasi mengenai perpindahan rute ini kepada seluruh penumpang melalui website, media sosial, email, call center maupun SMS. Sehingga calon penumpang dianggap sudah terinformasikan dengan baik.

Ke depan, pengembangan sarana infrastruktur khususnya terkait dengan akses penumpang dari dan menuju ke Bandara Kertajati dapat terus dioptimalkan. Sehingga hal itu akan memberi kemudahan untuk mobilisasi penumpang.