Tak hanya punya pantai pasir putih, Pantai Ujunggenteng punya kawasan 'Turtle Beach'. Tahu nggak kamu?
Pantai Ujunggenteng, Sukabumi terkenal dengan pasir putih, pantai yang landai dan karang-karang yang eksotis. Salah satu spot pemandangan yang keren berada di area Turtle Beach, kawasan semi private ini berada di area salah satu hotel bintang tiga di tempat ini.
Berada di ujung selatan Sukabumi, traveler harus menempuh perjalanan seharian penuh dengan jarak tempuh sejauh 188 kilometer. Rasa lelah di perjalanan terobati begitu melihat bersihnya kawasan pantai ini.
Pemandangan lepas langsung ke pantai membius siapa saja. Jangan lupa menyalakan kamera untuk berburu matahari yang beranjak tenggelam.
Karang di lokasi ini menghampar puluhan meter menjorok ke laut, karena terhalang karang, ombak tidak sampai ke tepian. Sehingga cukup aman ketika traveler berjalan menikmati jernihnya air laut dan biota laut kecil di lokasi ini.
"Udara dari laut ke darat musim-musim sekarang cukup sejuk, itu sore ya. Kalau siang, harus siapkan sunblock karena matahari cukup menyengat," kata Annisa Aulia, pengunjung asal Bogor yang datang bersama keluarganya, Senin (1/7/2019 kemarin).
Kembali ke spot foto, di kawasan hotel Turtle Beach tersedia berbagai bangunan khas pantai lengkap dengan tempat istirahat untuk sekedar duduk-duduk di kursi dan meja kayu dengan atap daun kelapa.
Matahari mulai redup ketika senja menjelang antara pukul 16.30 WIB - 17.00 WIB. Jangan lupa atur kamera dan bidik dari titik terbaik. Hamparan laut beradu dengan karang dan pantulan matahari membuat siapapun semangat mengabadikan melalui kamera ponsel.
"Di sini mau ambil gambar siluet cocok, karena matahari langsung memantul ke laut. Lokasi ini cocok jadi pilihan berlibur keluarga atau liburan romantis, ada area kolam renang, restoran yang terjangkau dan tentunya pemandangan laut yang keren," lanjut Annisa.
Hiburan Pesawat di Zaman Dulu, Seperti Apa Ya?
Ini adalah suasana lawas dari dunia penerbangan. Sebelum teknologi hiburan berkembang, bagaimana keadaaan penerbangan saat itu?
Seperti dilansir CNN, Selasa (2/7/2019), zaman dahulu, belum ada hiburan seperti VR, film, musik dan Wi-Fi dalam kabin pesawat. Penumpang 'membunuh waktu' dengan berbagai hal seperti bermain kartu, bercakap-cakap atau makan bersama.
Kini, maskapai penerbangan berlomba-lomba menawarkan layanan digital terbaru. Tentu, agar para pelanggan tak berpaling dari layanannya.
Namun zaman dulu, penerbangan komersial adalah yang amat baru dan hanya dinikmati oleh beberapa orang saja. AirlineRatings.com mengungkapkan bahwa hiburan tambahan di kabin dilakukan penumpangnya sendiri atau minum minuman alkohol secara gratis.
Film pertama dalam penerbangan diputar pada tahun 1921, yakni film pendek berjudul 'Howdy Chicago' pada penerbangan Aeromarine Airways ke Kota Windy. Itu adalah awal penerbangan dalam 37 hari dari London ke Australia pada 1930-an.
Hingga sampai awal 1960-an, film adalah perlengkapan penting dalam sebuah penerbangan. "Terbang kembali pada tahun 1950-an dan 1960-an sangat berbeda. Itu hanya dinikmati orang yang sangat kaya," kata Geoffrey Thomas, pemimpin redaksi AirlineRatings.com.
"Penumpang sangat senang dengan perjalanan jet yang cukup menghibur," imbuh dia.
Bahkan saat Boeing 747 pertama meluncur di tahun 1970-an, hiburan berupa film adalah fitur yang dipilih maskapai. Mereka memakai layar lebar berupa TV tabung dengan pelengkap penutup telinga sebagai headset berteknologi stetoskop.
Baru pada tahun 1988 layar kecil, selebar 2,7 inci dipasang di bagian belakang kursi. Segera setelahnya, ada aplikasi yang dapat mengakses konten berbasis cloud.