Inilah daftar 10 destinasi terbaik dari Asia Pasifik untuk tahun 2019. Namun sayang, Indonesia tak lagi masuk pada daftar kali ini.
Adalah Lonely Planet yang mengeluarkan daftar tahun ini, seperti dilihat dilihat dari situs resminya, Kamis (4/7/2019). Perusahaan ini jadi panutan traveler dunia karena memproduksi buku-buku panduan untuk menjelajah destinasi di seluruh dunia.
Asia Pasifik memiliki semuanya, terdiri dari makanan yang lezat, hutan dan lautnya yang dipenuhi keindahan hingga kota-kotanya penuh dengan budaya dan kreativitas. Para pakar Lonely Planet telah menjelajahi dataran tinggi hingga pulau-pulau di kawasan ini.
Mereka ingin menemukan tempat terbaik untuk dikunjungi tahun ini dari hutan yang dipenuhi primata hingga laguna seperti fatamorgana. Rekomendasi ini mencerminkan tekad suatu negara melindungi hartanya yang paling berharga.
Pada saat yang sama, pasti ada timbal balik ekonomi yang sepadan dari destinasi wisata tersebut di masa depan. Berikut 10 destinasi terbaik di Asia Pasifik untuk tahun 2019 versi Lonely Planet:
1. Margareth River, Australia Barat, Australia
2. Shikoku, Jepang
3. Bay of Islands & Northland, Selandia Baru
4. Singapura
5. Cook Islands, Polynesia
6. Vietnam Tengah
7. Fiji
8. Palawan, Filipina
9. Beijing, China
10. Kamboja.
Tahun lalu, Indonesia masuk di dalam daftar ini. Adalah Taman Nasional Komodo yang mewakili karena dianggap seperti surga terakhir karena terdapat hewan langka itu juga memiliki konektivitas baru dalam hal penerbangan.
Para Ilmuwan Terkejut, Rubah Ini Mampu Lintasi 2 Negara
Para ilmuwan terkejut dengan rubah Arktik ini. Pasalnya, Rubah Arktik betina muda itu mampu melakukan perjalanan di lebih dari 3.500 km dari Norwegia ke Kanada.
Perjalanan rubah ini hanya dalam waktu 76 hari, seperti dilansir CNN, Kamis (4/7/2019). Hewan mungil memulai perjalanan dari Spitsbergen, pulau terbesar di Kepulauan Svalbard yang terletak di antara daratan Norwegia dan Kutub Utara ke Pulau Ellesmere, Kanada.
Itu menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Polar Research. Para ilmuwan dari Institut Kutub Norwegia melengkapi rubah Kutub Utara dengan pemancar satelit.
Ilmuwan mengatakan bahwa itu salah satu peristiwa penyebaran hewan terpanjang. Yakni perpindahan dari tempat kelahirannya ke lokasi pembiakan yang potensial yang pernah dicatat untuk spesies tersebut.
Peneliti Eva Fuglei mengatakan bahwa timnya tidak bisa percaya terhadap apa yang mereka lihat saat melacak rubah. "Kami tidak berpikir itu benar," kata Fuglei dalam sebuah pernyataan.
Jadi rubah ini mampu berjalan rata-rata 46,3 km per hari dan luar biasanya bisa menempuh 155 km hanya dalam satu hari ketika melintasi lapisan es Greenland. Ini adalah tingkat perjalanan tercepat yang pernah dicatat untuk spesies ini.
Itu 1,4 kali lebih cepat dari rekor yang diketahui sebelumnya yang dipegang oleh rubah Arktik jantan dewasa yang pernah dilacak di Alaska. Para ilmuwan meyakini bahwa rubah itu mungkin berlari saat melintasi lapisan es karena kesempatan mencari makan yang terbatas.
Namun ia melambat secara signifikan sebanyak dua kali, yakni berjalan kurang dari 10 km per hari selama 48 jam. Hal itu dimungkinkan oleh hambatan fisik di es laut, cuaca buruk atau saat ia makan.