Rabu, 15 Januari 2020

Raih Status UNESCO, Plt Kadispar Sawahlunto: Perjuangan Berat!

Baru-baru ini Kota Sawahlunto di Sumbar meraih status UNESCO yang prestisius. Dijelaskan oleh Plt Kadispar Sawahlunto, bawah hal itu tidak mudah.

Dahulu dikenal sebagai Ombilin, kota tambang pertama di Indonesia kian dikenal dunia setelah meraih status 'Situs Warisan Budaya oleh UNESCO.' Pencapaian itu pun menjadi hasil yang membanggakan baik bagi masyarakat Sawahlunto dan Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kadis Pariwisata Sawahlunto, Ir H Radam saat dihubungi oleh detikcom, Senin (8/7/2019). Dijelaskan oleh Radam, prosesnya telah dimulai lama sejak tahun 2008 silam.

"Yang pertama itu perjuangan almarhum Walikota Amran Nur sejak saya masuk ke Sawahlunto tahun 2008 sudah digagas. Itu memang perjuangan berat itu menggali potensi," ujar Radam.

Dijelaskan oleh Radam, awalnya keinginan untuk mendaftarkan Sawahlunto ke UNESCO dimulai dari kunjungan Pemkab Malaka yang lebih dulu meraih status UNESCO. dari situ Pemkab Sawahlunto kian terpacu.

"Dulu paling yang datang cuma 100 setiap hari setelah itu sampai 5-10 juta turis datang (ke Malaka). Kemudian kami lihat Pulau Komodo sama Subak di Bali," ujar Radam.

Meraih status UNESCO bukan perkara mudah. Kegagalan diraih pihak Pemkab saat pertama kali mendaftar tahun 2013 silam. Namun, usaha kembali dimulai tahun 2015 dan berbuah manis.

"Didaftarkan ke Kemendikbud 2013 tapi belum lengkap di sana sini. 2015 yang bisa dikatakan lengkap. Dibawa lah sama pak Menteri ke Eropa diteliti," kenang Radam.

Sekali lagi selamat untuk Sawahlunto yang telah meraih status UNESCO. Semoga semakin banyak wisatawan yang datang ke Sawahlunto dan melihat peninggalan sejarah di sana.

Anaknya Kirim Foto Liburan Bareng Pacar, Ayahnya Pergoki Durex

Momen awkward terjadi saat pasangan muda mengirim foto liburan kepada orangtuanya. Sang ayah menyadari ada botol yang tak biasa!

Liburan yang menyenangkan pasti akan kita abadikan dengan berfoto dan mengirimnya kepada orang terdekat. Begitu juga dengan pasangan kekasih ini yang mengirim foto liburan kepada orang tua si gadis bernama Elliot.

Dilansir detikcom, Senin (8/7/2019) gadis muda yang sedang berlibur ini mengirim foto selfie mereka di dalam kamar dan mengirimkannya kepada ibunya. Tidak dijelaskan di mana lokasi liburannya, namun respon tak terduga datang dari ayahnya.

Sang Ayah melihat ada jajaran botol di dalam kamar dan satu yang menarik perhatiannya. Setelah di zoom, ternyata itu adalah botol pelumas bermerk Durex. Ibu pun membalas pesan si anak gadis dan membuat gadis itu malu.

"Kata ayah fotonya bagus, botol Durex yang bagus" tulis ibunya.

"Itu krim lutut punya Elliot," jawab si gadis.

"Ayah meng-zoom fotonya," balas si ibu.

"Ell jadi malu" tambahnya kemudian.

Si gadis ini pun membagikan foto dan balasan orangtuanya terhadap foto liburannya di Twitter. Cuitannya pun viral dan mendapat respon yang menggelitik dari netizen.

"Kamu tidak akan bisa pulang liburan," cuit netizen.

"Mereka pasti malu," cuit netizen lainnya.

Parade Budaya dan Mobil Hias Pukau Ribuan Orang di Kediri

Pekan Budaya dan Pariwisata Kediri 2019 yang mengusung konsep 'Panji Balik Kampung' digelar 7-13 Juli 2019. Parade ini diramaikan dengan parade budaya dan pawai mobil hias yang berhasil menyedot perhatian masyarakat hingga rela tumpah ruah di acara tersebut.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno pun menyambut antusias Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias tersebut. Menurutnya, sepanjang jalan yang yang dilalui rombongan peserta tampak bersuka cita, bukan hanya milenial yang sibuk mengabadikan momen tetapi hadir pula orang tua dan anak-anak.

"Ini acara kita. Dari kita, oleh kita, untuk kita. Termasuk untuk para wisatawan dari luar daerah dan mancanegara. Kami bersyukur acara berlangsung meriah. Inilah yang kita harapkan. Selamat datang juga para konsulat asing yang hadir di acara ini. Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang telah mendukung acara ini," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (8/7/2019).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri Suwignyo menjelaskan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kediri 2019 ini sudah dipersiapkan sejak lama. Panitia sudah merencanakan sejak jauh-jauh hari agar acara berlangsung meriah dan sukses. Terlebih, kegiatan ini akan diusulkan untuk masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar 2020. Prinsipnya, kata Suwignyo, jangan sampai mengecewakan.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemenpar. Segenap panitia dan pengisi acara akan berupaya maksimal agar kegiatan ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Dari event ini, kami berharap budaya dan pariwisata Kediri lebih dikenal masyarakat luas," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 memiliki banyak keseruan yang ditampilkan. Beragam seni dan budaya bakal pun disajikan dengan penuh kreatifitas.

"Konsep kegiatan dikemas sangat komplit. Ada banyak daya tarik yang ditampilkan. Nuansa tradisional dan modern disandingkan sehingga saling menguatkan. Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Empati besar akan diberikan para milenial karena mereka juga diberikan space berkreasi," terangnya.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan Parade Budaya dan Mobil Hias hanyalah salah satu dari serangkaian kegiatan menarik yang bakal ditampilkan hingga penutupan event nanti.

"Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati. Seperti Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreativitas, Pagelaran Panji 'Rwa Bhineda Nunggal Rasa', Tari Kolosal 1.000 Barong, Kediri Street Food Festival, dan lain-lain. Rasanya nggak bakal nyesel datang ke acara ini," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan budaya menjadi salah satu potensi yang bisa dimaksimalkan untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, 60% wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya. Selebihnya karena alam (35%), dan faktor buatan (5%).

"Budaya harus terus dilestarikan. Semakin budaya dilestarikan, maka akan makin mensejahterakan. Karenanya, para penggiat kebudayaan harus mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi," tandasnya.