Selasa, 14 Januari 2020

Cara Unik Orang Jepang Temukan Kucing yang Hilang

Mitos tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat, khususnya Jepang. Ada kebisaan khusus yang dilakukan oleh orang Jepang ketika kucing peliharaan mereka hilang.

Traveler yang punya peliharaan kucing pasti pernah was-was karena takut hilang. Sering juga kucing keluar dari rumah dan tak kembali.

Masyarakat Jepang punya cara yang unik untuk menemukan kucing peliharaan yang hilang. Bukan dengan mengikuti jejaknya tapi dengan mengobrol.

Seperti yang diintip detikcom dari berbagai sumber, Kamis (11/7/2019) seorang pemuda Jepang menceritakan pengalaman kucingnya yang hilang di Twitter.

Dengan nama akun @charlie0816, ia mulai bercerita tentang kucing kesayangannya. Kucing tersebut hilang dari rumah selama 2 hari.

Mitosnya, kamu harus keluar rumah dan mencoba berbicara kepada kucing lain di area tempat kamu tinggal. Katakan kepada kucing-kucing tersebut jika bertemu dengan peliharaanmu, minta ia segera pulang.

Mungkin terdengar aneh. Namun hal ini tetap ia lakukan supaya si kucing kembali ke rumah.

"Jadi tadi malam, saya pergi ke toko terdekat rumah dan mencoba berbicara dengan kucing-kucing liar yang biasanya berada di sana, dan kemudian pagi ini kucing kami kembali ke depan rumah kami," cuit @charlie0816.

Metode ini rupanya sudah sangat umum dilakukan oleh orang Jepang. Bukan cuma kucing, peliharaan seperti anjing pun dicari dengan cara yang sama ketika hilang.

Dalam kolom komentar, banyak pemilik kucing dan anjing yang melakukan hal yang sama. Dan peliharaan mereka semua kembali dengan segera.

Kalau diperhatikan cara ini seperti memanggil anak kecil yang sedang bermain ya. Ketika bertemu dengan temannya, kita meminta mereka untuk menyuruhnya pulang. Kamu pernah melakukan metode ini?

Musibah Jadi Berkah, Retakan Gempa Jadi Tempat Wisata

Musibah juga bisa mendatangkan berkah, seperti di California. Ada retakan jalan karena gempa, tempat ini jadi ramai turis.

Akhir pekan lalu, bukan cuma Indonesia yang dilanda gempa. California pun merasakan hal yang sama, seperti yang diintip detikcom dari Fox News, Rabu (10/7/2019).

Gempa susulan terjadi dan menghasilkan retakan besar jalan raya. Retakan tersebut ternyata sampai melintasi Gurun Mojave.

Menurut warga sekitar, mereka merasakan tanah bergetar. Tanah bergerak di bawah kaki dan suara gemuruh datang layaknya kereta barang dari bawah tanah, seperti yang diberitakan oleh Emily Guerin.

Retakan-retakan besar jadi perhatian. Banyak warga yang datang untuk melihat kemana retakan ini akan berujung.

Sampai di Gurun Mojave, retakan ini malah menjadi daya tarik. Warga lokal dan wisatawan datang hanya karena penasaran. Mereka bukan cuma melihat tapi juga foto-foto.

Jadi budaya pamer di Media Sosial, ada turis yang datang bermil-mil hanya untuk melihat retakan di Gurun Mojave. Mereka berfoto narsis dengan berbagai pose.

Bukan cuma berfoto biasa. Wisatawan ini juga penasaran dengan isi celah yang diakibatkan oleh gempa tersebut. Ada yang rela untuk memasukkan tangan untuk tahu seberapa dalam retakan gempa.

Kalau tidak tangan, mereka memasukkan kaki untuk mencoba sensasi retakan gempa. Kini retakan ini menjadi salah satu spot wisata baru di Gurun Mojave, California.

Saksi Bisu Kedatangan Charlie Chaplin di Bandung

Siapa tak mengenal sosok Charlie Chaplin dengan kumis khasnya? Ternyata aktor legendaris ini pernah traveling ke Indonesia dan singgah di Bandung.

Bangunan Hotel Grand Prenger yang berada di Grotee Postweg (Jalan Raya Pos) atau yang kini dikenal dengan nama Jalan Asia Afrika merupakan saksi bisu perjalanan sejarah kota bandung.

Belum banyak yang mengetahui jika ternyata hotel yang sudah ada sejak tahun 1897 ini memiliki sebuah museum kecil yang bernama Museum Preanger di lantai dasar bangunan lama hotel ini. Di museum inilah tersimpan jejak Charlie Chaplin saat singgah di Kota Bandung tahun 1932.

Jejak Charlie Chaplin yang diabadikan di Museum ini adalah sebuah kursi berwarna merah yang pernah diduduki oleh Charlie Chaplin saat singgah di Hotel Grand Prenger pada tahun 1932. Di sebelah kursi itu terdapat keterangan mengenai Charlie Chaplin lengkap dengan gambar aktor legendaris tersebut menggunakan pakaian khasnya yakni jas kesempitan, celana panjang kebesaran, dan sebuah topi serta tongkat.

Dijelaskan bahwa kedatangannya untuk traveling ke Indonesia yang saat itu masih merupakan Hindia Belanda disambut secara besar-besaran saat tiba di Batavia. Charlie Chaplin menuliskan kunjungan singkatnya di Hotel Grand Preanger untuk mandi itu dalam bukunya yang berjudul 'Comedian Sees The World'.

Selain Charlie Chaplin ada satu nama lagi yang mendapat tempat khusus di museum ini, yaitu Amelia Earhart. Ia merupakan seorang pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak perempuan di Amerika. Earhart hilang secara misterius di Samudera Pasifik dekat Pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia tahun 1937 dan misteri hilangnya masih tetap berlanjut hingga saat ini. Konon dalam penerbangan tersebut, Earthart sempat mampir ke Bandung untuk perawatan rutin pesawat. Terdapat beberapa foto dan dokumen menunjukan bahwa ia pernah menginap di Hotel Grand Preanger.

Banyak tokoh-tokoh terkenal lain yang pernah menginap di hotel bersejarah ini seperti Soekarno, Raja Faisal dari Arab Saudi, Gamal Abdul Nasser dari Mesir, dan lain-lain.

Tidak hanya penjelasan mengenai tokoh-tokoh penting yang pernah singgah dan menginap di hotel ini, kita juga dapat menjumpai sebuah proyektor kuno yang memiliki ukuran sangat besar serta beberapa koleksi gramophon dan telepon kabel jaman dulu.

Selain menyimpan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan Hotel Grand Preanger, Museum ini juga memiliki sebuah ruangan yang menampilkan karya-karya dari C. P. Wolff Schoemaker. Beliau merupakan arsitek yang merancang banyak bangunan ikonik di Bandung seperti Villa Isola, Gedung Merdeka, Gedung Landmark, termasuk Hotel Grand Preanger.

Berkunjung museum ini tidak dikenai biaya, pengunjung hanya perlu meminta ijin terlebih dahulu ke resepsionis. Museum ini dibuka hari Senin-Sabtu jam 11.00-17.00 WIB.

Cara Unik Orang Jepang Temukan Kucing yang Hilang

Mitos tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat, khususnya Jepang. Ada kebisaan khusus yang dilakukan oleh orang Jepang ketika kucing peliharaan mereka hilang.

Traveler yang punya peliharaan kucing pasti pernah was-was karena takut hilang. Sering juga kucing keluar dari rumah dan tak kembali.

Masyarakat Jepang punya cara yang unik untuk menemukan kucing peliharaan yang hilang. Bukan dengan mengikuti jejaknya tapi dengan mengobrol.

Seperti yang diintip detikcom dari berbagai sumber, Kamis (11/7/2019) seorang pemuda Jepang menceritakan pengalaman kucingnya yang hilang di Twitter.

Dengan nama akun @charlie0816, ia mulai bercerita tentang kucing kesayangannya. Kucing tersebut hilang dari rumah selama 2 hari.

Mitosnya, kamu harus keluar rumah dan mencoba berbicara kepada kucing lain di area tempat kamu tinggal. Katakan kepada kucing-kucing tersebut jika bertemu dengan peliharaanmu, minta ia segera pulang.

Mungkin terdengar aneh. Namun hal ini tetap ia lakukan supaya si kucing kembali ke rumah.

"Jadi tadi malam, saya pergi ke toko terdekat rumah dan mencoba berbicara dengan kucing-kucing liar yang biasanya berada di sana, dan kemudian pagi ini kucing kami kembali ke depan rumah kami," cuit @charlie0816.