Jumat, 10 Januari 2020

Resmi Dibuka, Jalur Kereta ke Kota Terdingin di Dunia

Jalur kereta baru akan dibuka di Siberia Sabtu pekan ini (27/7). Jalur tersebut akan jadi yang pertama kali menghubungkan Moskow dengan kota terdingin di dunia.

Dunia mengenal Yakutsk di Utara Rusia sebagai kota yang terdingin di dunia. Tak heran jika kota itu jadi salah satu destinasi bagi traveler pecinta petualangan.

Kini, penantian untuk liburan ke Yakutsk yang jauh dan sulit akses itu akan kian tergapai dengan hadirnya jalur kereta baru Amur-Yakutsk (Ayam) melalui Permafrost Express.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Rabu (24/7/2019), jalur baru itu pun akan jadi jalur besar baru di Siberia untuk turis setelah jalur Baikal-Amur karya Stalin tahun 1989 seperti diberitakan Daily Mail.

Jalur itu pun menjadi kepanjangan dari Trans SIberian Railway yang menghubungkan Moskow. Nantinya, jalur itu akan membawa traveler ke Stasiun Nizhny Bestyakh di dekat Sungai Lena yang dekat dengan Yakutsk.

"Jalur tersebut akan memberi sensasi baru traveling di Rusia, melewati dua jalur utama Trans-Siberian dan Baikal-Amur (BAM) menuju kerajaan musim dingin di Utara," ulas media Siberian Times.

Pembukaan jalur baru itu pun jadi terobosan, mengingat sebelumnya jalur tersebut hanya diperuntukkan untuk barang dan kargo saja. Sekarang, turis pun bisa ikut di dalamnya.

Untuk diketahui, temperatur udara di Yakutsk bisa mencapai suhun minus 64,5 derajat Celcius di musim dingin dan 34 derajat Celcius di musim panas.

Oh Gunung Prau, Cantikmu Tiada Dua

 Prau menjadi salah satu gunung di Jawa Tengah yang bisa di daki. Melihat kembali keindahan Prau yang pemandangannya penuh pesona.

Salah satu spot terbaik untuk menghabis-kan libur atau-pun cuti kita dengan menikmati langit malam dan salah satu tempat terbaik melihat sunrise adalah dari puncak prau.

Lokasi Gunung ini sangat mudah dicapai dari arah manapun dan mempunyai beberapa basecamp pendaftaran, lokasi awal perijinan pendakian. untuk basecamp pendakian yang populer dari kalangan pendaki adalah dari patak banteng, kejajar Wonosobo. Sangat mudah ditempuh dengan sepeda motor, mobil pribadi atau pun moda transportasi umum.

Lengkap-nya fasilitas base camp, seperti alat2 pendakian, Toilet, tempat makan, tempat istirahat dan kamar mandi air panas yang tersebar di rumah2 penduduk dengan harga 5000 rupiah, semakin menambah nilai plus untuk kita memulai pendakian dari sini.

setelah melakukan registrasi RP 15.000 per orang, kita siap melakukan pendakian. Meskipun gunung ini tidak terlalu tinggi dan jarak tempuh menuju puncak terbilang singkat, normal 3 -4 jam, tergantung ritme kita mendaki & berfoto.

Tetapi tetap aturan2 pendakian, mulai dari persiapan dan kesehatan, kelengkapan pendakian, alat dan manajemen pendakian tetap harus kita persiapkan. Sepanjang basecamp pos 1 dan pos 2 kita akan menemukan banyak warung warga yang berada di tepian track. Untuk pendaki yang tetap ingin terhubung dengan internet, Jangan khawatir, puncak prau mempuyai satu lokasi, dimana sinyal handphone dapat dengan mudah kita akses.

Suhu rata-rata di Puncak Prau saat musim kemarau berkisar 5 derajat hingga 10 derajat saat malam hari dan 15 derajat hingga 20 derajat saat siang hari. Prau terkenal dengan langit malam yang bersih dan salah satu spot sunrise terbaik dan puncak paling fotogenik diantara gunung-gunung yang lain di Jawa Tengah, karena langsung berhadapan dengan Gunung kembang, Sindoro dan Sumbing serta Merapi, Merbabu di timur. Waktu terbaik untuk melakukan pendakian ke gunung Prau adalah saat bulan Juni-Agustus.

Saat musim liburan, pendakian ke Gunung Prau selalu dipastikan penuh sesak, dalam satu long weekend. Pernah tercatat 3000 lebih pendaki memadati gunung ini. Tetap rencanakan perjalanan anda dengan baik, persiapkan diri, bawa turun semua sampah kita.

Kunjungi Labuan Bajo, Menpar Minta Pengembangan Wisata Dikebut

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta agar Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo (BOPLB) melakukan percepatan dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan agar pengembangan fasilitas pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT harus selesai pada 2020.

"Badan Otoritas Pariwisata harus mempercepat pengembangan pariwisata di Labuan Bajo seperti arahan Presiden. Sehingga, Labuan Bajo dapat segera mungkin menjadi destinasi pariwisata kelas dunia," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (24/7/2019).

Hal itu ia ungkapkan saat melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Selasa (23/7/2019).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Arief melakukan peninjauan kesiapan 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata berkelas atau premium ke sejumlah lokasi di wilayah tersebut. Adapun lokasi yang dikunjungi di antaranya Desa Wisata Liang Ndara, Gua Batu Cermin, Puncak Waringin, dan Pelabuhan Marina ASDP.

Di Desa Liang Ndara, Arief meninjau percontohan Homepod yang akan menjadi amenitas penginapan bagi wisatawan. Dilanjutkan peninjauan penataan Gua Batu Cermin, yang nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti Kampung Festival Labuan Bajo, Playground Anak, Plaza Pengunjung, Pusat Belanja Kreatif, Food Court, gazebo dan pedestarian, area parkir roda empat, panggung terbuka, Workshop Kreatif, dan Pondok Kuliner.

Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dilanjutkan dengan peninjauan ke Puncak Waringin, Manggarai Barat, NTT. Rencananya, di lokasi ini akan dibangun Rest Area dan Souvenir Shop menggunakan desain arsitektur nusantara yang diharapkan selesai pada Desember 2019.

Kawasan Pelabuhan Marina ASDP menjadi lokasi peninjauan terakhir. Marina Komodo Labuan Bajo merupakan pusat komersial yang telah beroperasi sejak Mei 2019.

Saat ini sudah ada 6 tenant yang beroperasi (Starbucks, Sport Station, Cafe Melinjo, Sunglass, BurnBurn, dan Fila). Sejumlah tenant lainnya sedang dalam proses operasional (Sarinah, L'art, Warung Made, Miniso, dan Bank). Selain itu, di lokasi ini juga akan dibangun hotel di bawah operator Hotel Indonesia Group.

Untuk mempercepat penyelesaian pengembangan pariwisata di satu destinasi pariwisata super prioritas, Arief menjelaskan dibutuhkan investasi sebesar USD 2 miliar atau Rp 28 triliun.

"Total investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan destinasi pariwisata untuk satu destinasi rata-rata membutuhkan 2 miliar dolar AS atau Rp28 triliun. Dimana 1 miliar dolar AS untuk pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar, sementara 1 miliar dolar AS untuk amenitas seperti hotel, resort, dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Arief dengan meningkatnya status Bandara Komodo menjadi bandara internasional akan lebih mudah menarik investor. Apalagi Labuan Bajo paling diminati oleh investor dan customer dengan segmentasi kelas atas.