Kamis, 09 Januari 2020

General Aviation Bantu Petakan Potensi Pariwisata di Indonesia

 General Aviation ikut memberi dukungan dalam mengembangkan sektor pariwisata. Salah satunya dalam bentuk seminar bertajuk General Aviation for Tourism.

Seminar ini akan diikuti oleh 100 orang peserta dari berbagai sektor. Seperti media, blogger, komunitas pariwisata, airlines, Pemkab Banyuwangi, Komunitas Flybest AP I, serta dari Internal AP II.

"Seminar ini bertujuan untuk memetakan potensi dari General Aviation untuk pariwisata. Baik itu sebagai akses jembatan udara maupun sebagai bagian dari atraksi pariwisata Indonesia," ujar Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Kemenpar Judi Rifajantoro dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2019).

Adapun, seminar yang digelar di Hotel El Royale Banyuwangi, Jumat (26/7) ini memilih tema 'Jurus Jitu General Aviation Mendukung Pariwisata Indonesia' dan melibatkan berbagai stakeholder.

Di antaranya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir sebagai plenary speaker. Selain itu, acara ini juga diisi oleh panelis dari pembicara yang berkompeten di bidangnya. Yakni, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, penggiat General Aviation Marsdya TNI (purn) Eris Herryanto, Aircraft Owner and Pilot Association Karin, CEO Flybest Flight Academy Capt. Darmadi, Ditjen Perhubungan Udara, ASITA, serta Direktur Keselamatan Penerbangan PT Airnav Indonesia.

"Dalam diskusi ini kita libatkan semua unsur pentahelix (akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media). Dengan itu, diperoleh formula yang pas dalam mengembangkan general aviation dalam mendukung pariwisata. Semoga diskusi ini dapat menjadi momentum kolaborasi antarsemua stakeholders pariwisata. Sehingga, target menjadikan pariwisata sebagai core ekonomi bangsa semakin mudah," ungkapnya.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan peran General Aviation cukup menjanjikan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata. Oleh karena itu, perlu dirumuskan berbagai masukan dari para stakeholder agar dukungan bisa terarah dan optimal.

Ia mengatakan seluruh stakeholder yang hadir dalam Seminar General Aviation for Tourism ini akan memberikan masukan kemudian dirumuskan dalam satu output dan usulan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator bagi kemajuan industri penerbangan sehingga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia.

"Kami berkomitmen agar seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura II dapat mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia, selain juga tentunya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Awaluddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat menyambut baik seminar ini. Karena, pengembangan kepariwisataan tidak akan cepat terwujud tanpa dukungan dan peran aktif semua pihak. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan. Peran jembatan udara sangat dibutuhkan selain juga sebagai bagian dari atraksinya. General Aviation Dapat menjadi kunci sukses pengembang pariwisata Indonesia.

Kisah Pantai di India, Dulu Jorok Luar Biasa Kini Indah

Aksi ini patut ditiru siapapun. Pantai di salah satu kota di India ini dulunya kotor. Lalu dibersihkan besar-besaran, kini sudah indah.

Melansir berbagai media, Jumat (26/7/2019), hal ini agak sulit dipercaya. Pasalnya, Pantai Versova sampai sekarang dianggap sebagai salah satu pantai paling kotor di Mumbai, India.

Lalu bergeraklah PBB dengan proyek bernama Pembersihan Pantai Terbesar di Dunia. Hasilnya adalah transformasi dramatis dari Pantai Versova.

Pantai ini dulu kotor luar biasa. Pembersihan dengan hasil nyata telah menyebar di India, di mana para netizen memuji peran relawan lokal dalam upaya pembersihan kolosal itu.

Cerita ini dimulai oleh pengacara muda sekaligus pencinta lingkungan Afroz Shah, sukarelawan mengumpulkan 5,3 juta kilogram sampah dan plastik selama 21 bulan. Barang-barang itu membusuk di bentangan pantai sepanjang 2,5 kilometer.

"Saya pindah ke apartemen baru saya dua tahun yang lalu dan melihat plastik di pantai, tingginya 1,5 meter. Seorang pria bisa tenggelam dalam plastik. Aku bilang akan datang ke lapangan dan melakukan sesuatu. Aku harus melindungi lingkunganku dan itu membutuhkan tindakan nyata," kata Shah kepada CNN.

Shah (33) mulai membersihkan pantai pada 2015 dengan bantuan seorang tetangga. Seiring waktu, bergabunglah lebih dari 1.000 sukarelawan termasuk penduduk Versova yang merupakan penghuni daerah kumuh, politisi, selebritas Bollywood dan anak sekolah.

Para relawan juga telah membersihkan 52 toilet umum di pantai dan menanam 50 pohon kelapa. Shah mengatakan dia ingin menanam 5.000 pohon kelapa di sana dan mengubahnya menjadi laguna yang penuh pohon kelapa seperti dulu.

"Apa yang saya lakukan adalah saya mengambil plastik. Inilah cara saya menghabiskan akhir pekan sejak 2015 dan saya menyukainya," kata Shah.

Aksi bersih-bersih diadakan secara rutin pada akhir pekan di kegiatan yang ia disebut sebagai kencan dengan lautan. Pada hari Sabtu, Shah mencuit foto dari sebuah lokasi yang kini amat rapi dan bersih dan segera mendapatkan lebih dari 6.000 retweet dan 13.000 suka.

Usaha Shah juga mendapat pujian oleh menteri India untuk Pengembangan Urban Venkaiah Naidu. Tak hanya itu, dukungan dan pujian juga datang dari sejumlah selebriti yang berbasis di Mumbai.

PBB mengakui kerja dari Shah. Tahun lalu, Program Lingkungan PBB (UNEP) memberinya penghargaan Champion of the Earth karena telah mengorganisir masyarakat dalam upaya pembersihan itu.

Pantai Versova bukanlah pantai yang populer di mata wisatawan dan dikelilingi oleh daerah kumuh. Menurut UNEP, 13 juta ton sampah plastik berakhir ke laut setiap tahun yang setara dengan membuang dua truk sampah plastik ke laut setiap menit.

Hal itu menimbulkan ancaman tidak hanya untuk ekosistem laut tapi juga bagi manusia. Karena, sampah di laut termakan oleh ikan juga burung laut.

Sebuah pengadilan di India juga telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah limbah yang berlangsung secara besar-besaran. Negara itu melarang penggunaan plastik sekali pakai di ibu kota New Delhi pada Januari tahun ini.