Kejadian miris tentang rusaknya terumbu karang kembali terjadi. Kali ini di Gili Trawangan, gugusan karang itu hancur akibat jangkar kapal yacht mewah.
Beberapa waktu lalu, heboh peristiwa hancurnya gugusan terumbu karang di Kepulauan Kri, Raja Ampat akibat kandasnya Kapal Pesiar Inggris bernama Caledonian Sky. Kali ini kejadian serupa kembali terjadi, namun lokasinya di Gili Trawangan, NTB.
Gugusan terumbu karang cantik di dive spot bernama Deep Turbo rusak akibat jangkar kapal yacht bernama The Michela Rose. Potongan video di Instagram yang diambil oleh diver bernama Philip Christoff, pun memperlihatkan detik-detik saat jangkar dengan rantai sepanjang 50 meter itu melilit terumbu karang di dive site tersebut.
"Ya, benar. Kami menyelam di sana (Deep Turbo -red) pada 14.30 di hari Sabtu (27/7) kemarin. Terumbu karang itu ada di kedalaman 25-30 meter," kisah Philip lewat pesan kepada detikcom, Senin (29/7/2019).
Philip mengaku sudah memperingatkan kapal tersebut, tapi mereka seperti tidak mempedulikan peringatan Philip. Kapal Michaela Rose itu malah pergi di malam harinya, dan sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadaannya.
"Kapal tersebut pergi malam harinya di hari yang sama," imbuhnya.
Soal kerusakan terumbu karang di dive site tersebut, Philip tidak bisa memberikan estimasi. Dia harus menyelam lagi untuk bisa memastikan berapa luas area kerusakannya.
"Rantai jangkar kapal itu sepanjang 50 meter, jadi tergantung bagaimana rantai tersebut bergerak saat mereka menarik rantai tersebut. Saya juga belum tahu sebelum saya pergi ke sana lagi dan melihatnya langsung," imbuh Philip.
Mengenai kejadian ini, Philip sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib. Menurut Philip, saat ini mereka sedang melakukan investigasi.
"Saat ini mereka sedang mengukur kerusakan yang terjadi. Semua sudah dilaporkan ke otoritas yang berwenang saat itu juga," jelas Philip.
Kisah Kota yang 20 Tahun Berjuang Dapatkan Udara Bersih
Polusi udara menjadi masalah besar bagi Jakarta. Tampaknya, perjuangan untuk mendapat udara bersih tidak bisa instan. Lihat saja, Kota Brisbane di Australia ini.
Jakarta menjadi kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual pagi ini. Jakarta menempati peringkat teratas dengan kondisi udara tidak sehat.
Dilansir AirVisual di situsnya, Senin (29/7/2019) pukul 06.10 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 188. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Ranking polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Mari kita mengenal Kota Brisbane di Australia. Ibukota negara bagian Queensland dengan sekitar 2 juta penduduk ini selalu masuk dalam daftar kota-kota dengan udara terbersih sedunia.
Melansir website Brisbane City Council, Senin (29/7/2019) butuh perjuangan tak sebentar bagi Brisbane untuk melawan polusi di negaranya. Semua bermula di tahun 1996, yang jerih payahnya dirasakan pada tahun 2016. Kala itu, Brisbane dinobatkan sebagai kota dengan udara terbersih di Australia versi Clean Air Society of Australia and New Zealand.
Tak puas sampai di situ, Brisbane melanjutkan program 'Clean, Green, Sustainable 2017-2031'. Menariknya, Brisbane punya tim khusus untuk memantau kebersihan udaranya, yakni Brisbane Clean Air Strategy.
Apa yang dilakukan Brisbane untuk menjadi kota dengan udara terbersih?
Pertama, adalah menggalakkan warganya naik transportasi umum. Pemerintah Kota Brisbane menyediakan dan menambah jalur-jalur transportasi umum. Transportasi umumnya pun begitu nyaman dan bersih. Sehingga, tampaknya tidak ada alasan bagi warganya untuk tidak memakai transportasi umum.
Bahkan, pemerintah Kota Brisbane pun memakai bahan bakar yang ramah lingkungan. Tak tanggung-tanggung, 80 persen armada transportasi umumnya memakai bahan bakar tersebut!