Selasa, 31 Desember 2019

Mengunjungi Summer Palace China, Tapi di Musim Dingin

Mengunjungi Summer Palace di Beijing, China, enaknya saat musim panas. Namun, musim dingin ke sana pengalamannya sangat berbeda.
Semula, saya tidak pernah membayangkan bisa berwisata ke negeri China, secara gratis pula. Namun kesempatan itu ternyata datang kepada saya. Ya, karena berhasil melampau target penjualan sebuah produk, saya memperoleh reward berupa free trip ke China.

Tentu saja dalam hal ini yang memperoleh reward tidak cuma saya, ada yang lain juga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berangkat menggunakan biro perjalanan. Sehingga dari awal kami sudah diinformasikan itinerarynya termasuk kostum yang harus kami kenakan, dan peraturan apa saja yang harus kami patuhi. Untuk kostum inilah yang amat sangat ditekankan.

Waktu itu kami direncanakan berangkat bulan Maret. Berdasar informasi yang kami dapatkan, suhu udara di China waktu itu merupakan peralihan dari musim dingin ke musim semi. Jadi meskipun salju sudah tidak banyak terlihat, namun suhu dingin masih terasa. Bahkan berdasar perkiraan cuaca, suhu bisa mencapai -4 °C sehingga kami disarankan untuk memakai baju untuk musim dingin.

Karena baru pertama kali pergi ke negara 4 musim, tentu saja saya menjadi sedikit heboh berbelanja dan saya pun harus merogoh kocek lumayan dalam untuk membeli beberapa coat musim dingin. Dari itinerary yang saya dapatkan, beberapa tempat yang akan kami datangi salah satunya adalah Istana Musim Panas (Summer Palace). Sebuah istana megah yang berlokasi 15 km dari kota Beijing dan dibangun pada tahun 1115 M oleh Dinasti Qing. Istana ini dibangun untuk peristirahatan kaisar dan keluarganya di musim panas.

Konon di China, musim panas kadang suhunya tidak terduga. Kadang panasnya sangat ekstrem, sehingga mengganggu aktivitas keseharian masyarakatnya. Oleh karena itu, demi kenyamanan keluarganya, kaisar dari Dinasti Qing mendirikan istana khusus dengan memilih lokasi di wilayah yang suhunya sejuk dan nyaman.

Melihat latar belakang pembangunannya yang memang untuk antisipasi pada saat musim panas datang, maka idealnya, mengunjungi Summer Palace ini paling tepat adalah di musim panas. Karena kita akan merasakan udara sejuk dan nyaman dengan panorama indah menawan.

Tapi berhubung waktu itu saya mendapat paket wisata gratis, di mana perusahaan yang memberikan reward akan mendatangkan rombongan trip secara bergelombang, maka penjadwalan telah dilakukan sedemikian rupa. Dan kebetulan saya masuk di rombongan yang paling awal datangnya, dimana musim dingin belum benar-benar berakhir. Walhasil ketika kami sampai ke Summer Palace, udara dingin benar-benar menggigit dan menimbulkan efek kebas di tangan. Angin pun lumayan kencang, membuat kulit muka seperti mati rasa.

Dibutuhkan waktu sedikit lama untuk beradaptasi, apalagi bagi saya yang baru pertama merasakan suhu dingin yang ekstrem menyentuh kulit saya. Untungnya waktu itu saya membawa hot pack winter, sehingga lumayan memberi rasa nyaman dan membantu mengusir hawa dingin.

Meskipun harus menahan dingin dan sedikit menggigil, tetapi saya tetap dapat menikmati suasana dan panorama indah di sana. Pohon-pohon yang unik, danau dan jembatan yang membentang di atasnya, beserta bangunan di sekelilingnya sangat cukup untuk membuktikan istana musim panas di China ini adalah sebuah istana yang megah dan indah.

Sehingga tidak heran jika pada tahun 1998, Summer Palace ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia yang pernah juga disebut The Museum of Royal Garden. Hanya saja karena suhunya yang tidak terkira dinginnya, saya tidak bisa banyak mengeksplorasi situasi di sana. Cukuplah foto-foto yang ada ini memberi saksi betapa indahnya Summer Palace ini, sekaligus sebagai bukti kalau saya sudah pernah sampai di tempat ini. Semoga suatu saat nanti bisa kembali mengunjungi.

Kalau dulu saya tidak pernah bermimpi bisa ke China tapi akhirnya bisa sampai ke sana, saat inipun saya bermimpi bisa mengunjungi Dubai. Saya penasaran ingin menikmati air mancur menari dan melihat sebuah pulau berbentuk pohon palm bernama Palm Island yang konon dibuat dengan menimbun lautan. Semoga impian saya bisa terwujud ya.

Senin, 30 Desember 2019

Saat Merah Putih Berkibar di Bukit Merese Lombok

Banyak cara untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Polda NTB pun merayakan di destinasi wisata Bukit Merese.

Ada banyak cara orang dalam memperingati sekaligus merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun. Selain menggelar upacara bendera peringatan detik-detik proklamasi di intansi resmi, juga ada yang menggelar upacara di tempat-tempat pariwisata.

Seperti yang dilakukan oleh Polda NTB. Mereka melakukan upacara bendera HUT RI di bukit Merese Kuta, Lombak Tengah NTB, Sabtu, (17/08/2019).

Lewat momentum peringatan hari kemerdekaan Indonesia, digelarnya upacara bendera di bukit Merese tujuannya menunjukan bahwa polisi menjamin keamanan para wisatawan asing maupun lokal ketika berkunjung di berbagai lokasi wisata di Pulau Seribu Masjid itu.

Sang Merah Putih pun dikibarkan di bukit yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan ini dengan diiringi oleh tabuhan gendang beleq khas suku Sasak.

Sebelum mengibarkan Merah Putih, Polda NTB melalui Kapolda, Irjen Pol Drs Nana Sudjana menyerahkan bendera kemudian diarak keliling selama tiga hari atau sejak Kamis (15/08) lalu.

"Kegiatan diawali dengan penyerahan Sang Merah Putih dari Kapolda NTB ke Karo SDM pada hari Kamis lalu untuk dibawa anggota berlari secara estafet melalui Jalan By pass, Patung Sapi, Bandara Internasional Lombok, Sengkol, Kuta sampai akhirnya sampai di Bukit Merese Kuta Mandalika Lombok Tengah," ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama melalui keterangannya, Minggu (18/08/2019).

Bukan saja melakukan upacara, tetapi tim Polda NTB juga meninjau lokasi sekitar. Begitupun dengan wisatawan yang sedang berada di lokasi.

"Setelah kegiatan tersebut Kapolda NTB dan seluruh personel berbaur dengan wisatawan asing dan domestik serta masyarakat di sekitar KEK Kuta Mandalika, sekaligus meyakinkan kepada dunia akan adanya jaminan keamanan untuk peningkatan destinasi pariwisata NTB," tambahnya.

HUT RI, Garuda Indonesia Pamerkan Pesawat Klasik yang Dipakai Sukarno

Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI, maskapai nasional Garuda Indonesia menampilkan koleksi retronya. Ada pesawat yang digunakan Sukarno.

Seperti dalam rilis yang diterima detikcom dari Garuda Indonesia, Minggu (18/8/2019) hal ini dilakukan dalam rangka HUT RI di rangkaian upacara bendera. Upacara dilaksanakan (17/8) di kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang.

Upacara peringatan HUT RI mengusung tema historis yang mengajak jajaran manajemen serta karyawan untuk 'roleplay' ala penyambutan Bung Karno di Bandara Kemayoran tahun 1949 silam. Selain itu, ada juga armada klasik Douglas DC-3 Dakota, yang dipakai Presiden pertama RI, Sukarno dari Yogyakarta ke Jakarta pada tahun yang sama.

"Tentunya memiliki makna tersendiri bagi kami mengenang kiprah Garuda Indonesia yang telah ada sejak era kemerdekaan RI dimana sebagai maskapai nasional dapat turut andil dalam mengantarkan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno kembali ke Ibukota pada era setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) yang sekaligus menandai penerbangan bersejarah Garuda Indonesia," ujar Ari Ashkara, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Selain itu, ada juga napak tilas Bung Karno yang melakukan penerbangan dari Maguwo di Yogya dan mendarat di Kemayoran kemudian melanjutkan perjalanan ke Istana Negara. Bahkan, properti asli seperti Lincoln Continental dan seragam yang digunakan juga mirip seperti kejadian aslinya.

Upacara bertema vintage ini juga menjadi ajang untuk mengingat kembali sejarah yang pernah terjadi di Tanah Air Selain itu, juga menjadi landasan untuk membuat Garuda Indonesia menjadi lebih baik.

"Sejarah mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri capaian kemerdekaan saat ini dengan selalu berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi negeri melalui berbagai perubahan positif yang kita lakukan," tambah Ari.