Senin, 30 Desember 2019

Yang Baru di Bromo: Terbang Naik Balon Udara

Tak usah jauh-jauh berlibur ke Turki, jika hanya ingin naik balon udara. ke Bromo saja, ini wisata naik balon udara yang baru dan seru!

Saat ini di areal wisata Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ada wahana balon udara yang bisa dinaiki. Dari balon udara raksasa ini, anda bisa menikmati pemandangan alam Gunung Bromo dari atas langit. Wahana baru tersebut, sengaja didatangkan oleh Pihak TNBTS dan pemerintah setempat, guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

Adanya wahana balon udara di lautan pasir, banyak mengundang daya tarik wisatawan yang tengah berlibur di Bromo. Baik wisatawan lokal hingga domestik, penasaran ingin mencoba naik wahana balon udara.

Namun demikian, sebelum naik pengunjung wajib mengisi formulir untuk data sertifikat Bromo terbang 60 kaki di atas tanah atau 'just have flown' (baru saja terbang).

Untuk menaikinya, pengunjung hanya merogoh kocek Rp 500 ribu untuk sekali terbang, dengan lama durasi sekitar 15 menit. Dari balon udara, anda bisa melihat kawah Gunung Bromo, Batok, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies.

Salah seorang pengunjung Bromo, Puji Anugerah mengatakan, ada sensasi tersendiri saat naik balon udara. Biasanya melihat Gunung Bromo dari lautan pasir, namun kali ini bisa dari langit menggunakan balon udara.

"Meski mahal namun ada sensasi tersendiri, saat melihat Gunung Bromo dari ketinggian. Kuncinya harus berani, tapi tetap aman karena dipandu istruktur dan pilot yang sudah memiliki lisensi terbang," ungkapnya, Minggu (18/8/2019) kemarin.

Sementara Camat Sukapura, Bambang Heriwahyudi mengatakan, adanya balon udara memberikan wahana baru di kawasan strategis di Gunung Bromo, pasalnya wisatawan bisa melihat Gunung Bromo dari ketinggian.

Dijelaskan Bambang, biasanya balon udara baru bisa dinikmati, jika berkunjung ke 7 negara. Seperti Turki, Meksiko, New Zealand, Austria, Tanzania, Switzerland, Perancis dan Kutub Utara.

"Semoga adanya balon udara ini, bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Jika nantinya makin ramai, bukan tak mungkin akan ada event balon udara yang lebih besar dan mengundang dan penggemar dari luar negeri," katanya.

Bagi Anda penasaran naik balon udara di Gunung Bromo, Anda bisa datang secepatnya. Sebab, wahana balon udara belum ada rencana untuk seterusnya menjadi atraksi wisata, melainkan hanya mulai tanggal 17 Agustus sampai tanggal 25 Agustus 2019.

Begini Cara Merawat Naskah Proklamasi Asli Sampai Awet 74 Tahun

Naskah Proklamasi yang asli sudah berumur 74 tahun. Inilah harta karun dokumen negara. karena nilai sejarahnya. Cara merawatnya tidak boleh sembarangan.

Tim detikcom diizinkan meliput secara eksklusif naskah asli Proklamasi beberapa waktu lalu. Bukan di Istana Negara, museum atau tempat lainnya, adalah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berlokasi di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan tempatnya.

Semua arsip negara yang penting akan melalui proses perawatan sebelum disimpan dalam depo atau ruang penyimpanan. Tak terkecuali Naskah Proklamasi asli yang berbentuk kertas atau disebut Proklamasi Klad.

Ada tahapan pra-restorasi untuk menentukan metode pengawetan dari sebuah arsip. Jadi, sebelum arsip Proklamasi masuk ke ruang khusus akan melalui ruangan restorasi.

"Arsip Proklamasi asli sudah kita lapisi, namanya enkapsulasi. Seperti laminating, tapi bahannya berbeda dan metodenya juga berbeda," jelas Direktur Preservasi ANRI Kandar.

Setelah melalui proses pelapisan, arsip akan dibawa ke ruangan yang sudah diatur suhu dan kelembapannya. Tentunya proses pelapisan ini tak akan merusak naskah yang sangat berharga itu.

"Iya untuk suhu ada di kisaran 18-20 (derajat Celcius) untuk arsip kertas ini standar daerah tropis. Kelembapannya 55+5 bolehlah. Kalau berubah drastis dan naik turun akan merusak kondisi arsip," jelas Kandar.

"Jadi kalau terlalu tinggi asam atau basahnya juga nggak bagus juga. Ini untuk pengawetan kertas," tambah Kandar.

Jika hal di atas tidak dilakukan maka kita sekarang tak memiliki bukti sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. Karena bernilai tinggi, maka keawetannya pun diupayakan semaksimal mungkin meski naskah ini pernah dibuang oleh penulisnya.

"Ini mempengaruhi keawetan dari teks yang aslinya. Aslinya seperti ini tulisan tangan Bung Karno asli. Dan, ini nilai keramatnya sangat tinggi, ya dari secarik kertas ini dibuktikan diakui secara internasional," kata dia.

"Dulu teks Proklamasi pernah diremas dan dibuang ke tempat sampah. Ini memang dulu di antara para penyusun ada wartawan namanya BM Diah, nah setelah ini disepakati untuk menulis ini kesepakatannya luar biasa antara Sukarno, Soebardjo tokoh-tokoh pemuda yang cukup radikal dengan Bung Karno dan Hatta," tambah Kandar.

Indonesia Bisa Belajar Jadi Negara Anti Korupsi dari Denmark

Denmark jadi negara minim korupsi selama 5 tahun berturut-turut. Apa rahasianya?

Ada sebuah organisasi non pemerintah Internasional yang bernama Transparency International. Organisasi yang bermarkas di Jerman ini memiliki tujuan untuk memerangi korupsi di dunia, seperti yang diintip detikcom dari situs resminya, Senin (19/8/2019).

Sejak didirikan tahun 1993, Transparency International melakukan berbagai cara untuk mencegah kegiatan kriminal yang timbul dari korupsi. Salah satu langkah yang dilakukan organisasi ini adalah melakukan Corruption Perception Index.

Tahun ini, lebih dari dua pertiga 176 negara dan teritori ikut berpartisipasi dalam melawan korupsi. Skalanya dari 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih).

Dalam penilaian Corruption Perception Index 2016, skala tertinggi dipegang oleh Denmark. Ya, negara dengan julukan penduduk paling bahagia ini duduk di peringkat pertama sebagai negara minim korupsi selama 5 tahun berturut-turut dengan nilai 90.

Apa yang membuat negara ini minim korupsi? Orang-orang dan rasa kepercayaannya.

Rasa percaya menjadi hal yang ditumbuhkan oleh masyarakat dalam hubungan sosial. Saat menjabat di pemerintahan, orang-orang politik sudah terbiasa memiliki integritas yang tinggi.

Integritas politik menjadi kunci dalam melawan korupsi. Karena adanya rasa percaya dan integritas inilah para pejabat memberikan kebebasan tinggi dalam pers sampai akses bebas dalam menginformasi pengeluaran publik.

Meski demikian, bukan berarti Denmark benar-benar bebas dari korupsi. Karena tahun lalu, Denmark dilanda skandal korupsi yang melibatkan 20 dari 179 anggota parlemennya.

Anggota yang dinyatakan terkait skandal tidak melaporkan aktivitas dan pengeluaran finansial dalam deklarasi aset. Penyelidikan dilakukan dan melibatkan seorang anggota dari Dewan Pekerjaan Polisi.

Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa anggota dewan menyelewengkan sejumlah uang untuk membayar makan malam mahal, pesta dan hotel. Wah!

Tahun 2018, Denmark kembali menjadi negara minim korupsi, setelah turun ke peringkat dua tahun 2017. Selandia Baru menduduki peringkat pertama tahun 2017.

Dua negara ini memang terus bersaing ketat dalam perebutan integritas negara minim korupsi. Indonesia sendiri masih berada jauh di urutan 89, namun kita sudah berangsur naik setiap tahun.

Sementara 3 terbawah diduduki oleh Sudan Utara, Suriah dan Somalia.

Berikut 10 negara minim korupsi tahun 2018:

1. Denmark
2. Selandia Baru
3. Finlandia
4. Singapura
5. Swedia
6. Swiss
7. Norwegia
8. Belanda
9. Kanada
10. Luxembourg

Yang Baru di Bromo: Terbang Naik Balon Udara

Tak usah jauh-jauh berlibur ke Turki, jika hanya ingin naik balon udara. ke Bromo saja, ini wisata naik balon udara yang baru dan seru!

Saat ini di areal wisata Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ada wahana balon udara yang bisa dinaiki. Dari balon udara raksasa ini, anda bisa menikmati pemandangan alam Gunung Bromo dari atas langit. Wahana baru tersebut, sengaja didatangkan oleh Pihak TNBTS dan pemerintah setempat, guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

Adanya wahana balon udara di lautan pasir, banyak mengundang daya tarik wisatawan yang tengah berlibur di Bromo. Baik wisatawan lokal hingga domestik, penasaran ingin mencoba naik wahana balon udara.

Namun demikian, sebelum naik pengunjung wajib mengisi formulir untuk data sertifikat Bromo terbang 60 kaki di atas tanah atau 'just have flown' (baru saja terbang).

Untuk menaikinya, pengunjung hanya merogoh kocek Rp 500 ribu untuk sekali terbang, dengan lama durasi sekitar 15 menit. Dari balon udara, anda bisa melihat kawah Gunung Bromo, Batok, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies.

Salah seorang pengunjung Bromo, Puji Anugerah mengatakan, ada sensasi tersendiri saat naik balon udara. Biasanya melihat Gunung Bromo dari lautan pasir, namun kali ini bisa dari langit menggunakan balon udara.

"Meski mahal namun ada sensasi tersendiri, saat melihat Gunung Bromo dari ketinggian. Kuncinya harus berani, tapi tetap aman karena dipandu istruktur dan pilot yang sudah memiliki lisensi terbang," ungkapnya, Minggu (18/8/2019) kemarin.