Senin, 30 Desember 2019

Pertama Kali ke Jepang, Wajib Kunjungi Osaka

 Buat traveler yang baru pertama kali pergi ke Jepang, rasanya wajib mengunjungi Osaka. Kota ini punya banyak destinasi, dari belanja sampai kuliner. Sugoi!

Ketika menentukan negara destinasi tujuan untuk traveling, tentu kita juga menentukan tempat mana saja yang akan kita kunjungi. Bagi saya sendiri yang juga baru pertama kali mengunjungi 'Negeri Matahari Terbit, atau yang lebih akrab disapa Jepang, daftar prioritas untuk destinasi yang akan dikunjungi sudah wajib hukumnya.

Di antara sekian banyak tempat, Osaka menjadi salah satu prioritas, terutama untuk traveller yang baru pertama kali akan menginjakan kakinya di sini. Kenapa Osaka?

Well, selain sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Jepang setelah Tokyo, Osaka yang terletak di Kansai ini juga dijuluki sebagai 'dapur nasional' yang menawarkan kuliner khas Jepang yang unik dan juga enak, seperti kushikatsu, okonomiyaki, takoyaki, udon, kepiting (kanidoraku), bahkan sampai makanan ekstrim seperti fugu fish sashimi atau ikan buntal.

Selain itu, salah satu theme park yang ramai dikunjungi turis lokal maupun mancanegara pun ada disini. Ya, Universal Studios Japan. Selain itu, Osaka juga merupakan salah satu surga belanja yang menjadikannya salah satu destinasi yang tidak bisa saya lewatkan begitu saja.

Tempat seperti Shinsaibashi-suji Shopping Street, Tenjibashisuji, Amerika-mura adalah beberapa area shopping street yang menawarkan pengalaman belanja dari yang bersifat tradisional sampai outlet-outlet barang bermerek. Masih banyak lagi yang bisa ditawarkan Osaka bagi para traveler sehingga sayang apabila kota ini terlewatkan begitu saja.

Saya dan teman-teman traveling saya mengunjungi Osaka saat musim semi tahun ini untuk melihat sakura bermekaran. Namun sayangnya, tidak semua sakura di area Osaka sudah bermekaran. Padahal menurut perkiraan, di akhir Maret sampai awal April, sakura akan mulai bermekaran di daerah Osaka.

Untuk teman-teman yang ingin merencanakan bepergian di musim sakura, ada baiknya terlebih dahulu mengecek perkiraan tanggal "cherry blossom", sehingga bisa memaksimalkan pengalaman menikmati bunga sakura.

Jadi, kemana saja saya selama di Osaka? Untuk generasi milenial seperti saya (hehehe), tentu saja theme park andalan di Osaka ini menjadi salah satu destinasi 'wajib'. Menikmati ride attraction seperti roller coaster, theater show, stage show, dan parade selama satu hari penuh di Universal Studio Japan ini menjadi tantangan tersendiri, karena jumlah pengunjungnya pun tidak main-main.

Untuk wahana yang paling populer seperti Harry Potter and The Forbidden Journey, Spider-Man-The Ride 4K3D, dan Despicable Me Minion Mayhem, estimasi waiting time-nya bisa sampai 2-2,5 jam. Jadi untuk teman-teman yang berkunjung untuk benar-benar 'mencicipi' setiap ride attraction yang ada di sini siap-siap untuk berdiri cukup lama sepanjang antrean ya.

Akan tetapi, untuk yang siap merogoh kantung lebih dalam, bisa membeli express ticket untuk bisa masuk ke beberapa atraksi lebih cepat daripada antrian normal, atau ada juga VIP ticket untuk bisa masuk setengah jam lebih dahulu sebelum gerbang masuk utama dibuka.

Well, di sini saya terus terang tidak sanggup bersaing dengan pengunjung lainnya dan lebih memilih atraksi yang waiting time nya tidak terlalu lama, hahaha.

614 Peserta dari 30 Negara Ikuti Simposium APGN di Rinjani

Acara The 6th Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium dihelat di Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark. 614 peserta dari 30 negara hadir di acara ini.

The 6th Asia Pacific Geopark Network Symposium tahun 2019 akan dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 31 Agustus 2019 hingga 6 September 2019. Agenda pertemuan rutin 2 tahunan jaringan geopark se-Asia Pasific.

Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark akan menjadi tuan rumah simposium yang ke-6 setelah sebelumnya dilaksanakan secara bergiliran setiap 2 tahun di geopark yang telah menyandang status Global Geopark UNESCO.

Setelah Rinjani Lombok ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark pada Tahun 2017, UNESCO menunjuk Rinjani Lombok sebagai tuan rumah pelaksanaan The 6th Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium tahun 2019.

Penunjukan Rinjani Lombok UGGp sebagai tuan rumah Simposium ke-6 APGN merupakan hasil keputusan APGN Advisory Committee di Zhijindong Cave Global Geopark yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis bendera APGN untuk kontingen Indonesia.

Sebanyak 614 orang peserta dari 30 negara yang telah memastikan diri untuk ikut di kegiatan tersebut. Kedatangan peserta dimulai tanggal 30 Agustus 2019 dan kepulangan peserta pada tanggal 7 September 2019.

"Iya betul, termasuk Indonesia tapi mayoritas dari luar negeri," ujar General Manager Geopark Rinjani selaku Wakil Ketua Panitia APGN 2019, Chairul Mahsul kepada detikcom, Kamis (22/8/2019).

Peserta yang akan mengikuti Simposium sebanyak 485 orang (22 negara), Geo Fair 86 orang dari 43 Booth Geo Fair (8 negara), APGN AC Meeting 14 orang (8 negara), UGG Council Meeting 11 orang (10 negara) dan Observer untuk Simposium sebanyak 9 orang. Peserta tersebut, berasal dari 192 Geopark dan institusi lainnya. Dari Indonesia sendiri, hadir peserta yang berasal dari 19 Geopark di Indonesia.

Peserta dari 30 negara itu berasal dari latar belakang geologis, pakar, aktifis geopark dan personil dari lembaga-lembaga yang peduli kegeoparkan.

"Sampai rapat berakhir kemarin (21/8) ada tambahan registrasi 9 orang. Peserta dari Indonesia ada 4 Unesco Global Geopark, yaitu Batur, Gunungsewu, Rinjani dan Ciletuh Pelabuhanratu, dan geopark nasional, termasuk 2 geopark nasional yang sedang aspiring ke Unesco Global Geopark, yaitu Geopark Kaldera Toba dan Geopark Belitung," jelasnya.

Tema The 6th APGN Simposium Tahun 2019 ini adalah UNESCO Global Geoparks Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk, yang menonjolkan kelestarian situs-situs geologi, biologi dan budaya, penguatan peran komunitas lokal dan pengurangan risiko bencana.

Presiden Jokowi juga direncakan akan membuka acara tersebut sekaligus diagendakan untuk ground breaking pembangunan Sirkuit Mandalika.

"Rencananya begitu, sekaligus diagendakan dengan ground breaking pembangunan sirkuit MotoGP. Surat sudah dikirim ke istana, tapi belum ada panggilan untuk rapat khusus di istana," ungkap Chairul.