Senin, 30 Desember 2019

4 Tips Traveling di Jakarta Saat Polusi Parah

 Polusi udara di Jakarta akhir-akhir ini semakin parah, ditambah matahari yang menyengat tentu membuat malas berpergian. Tenang, ini ada tipsnya.

Hati-hati, polusi dapat membahayakan kesehatan kita. Tapi, kamu masih bisa traveling dengan nyaman walaupun diterpa polusi udara dan matahari.

detikcom, Kamis (22/8/2019) merangkum 4 tips traveling di Jakarta saat polusi parah. Yuk disimak:

1. Wajib bawa masker

Buat menghindari polusi yang terhirup dan bisa menyebabkan penyakit, traveler wajib pakai masker. Selain bisa terhindar dari polusi, masker juga akan melindungi traveler dari paparan sinar matahari.

Tapi kalau untuk berfoto, jangan lupa lepas masker ya traveler. Foto kamu nggak akan terlihat bagus dong kalau sambil pakai masker.

2. Lindungi diri dari matahari

Selain menggunakan masker, traveler juga bisa menggunakan sunblock agar kulit tetap terjaga. Traveler pasti juga merasakan matahari yang sangat menyengat di siang hari akhir-akhir ini, jadi penggunaan sunblock sangat dibutuhkan.

Jangan lupa juga menggunakan topi dan kaca mata hitam, dengan begitu traveler akan aman matahari. Kulit akan tetap terjaga dan traveling akan tetap bergaya dan menyenangkan.

3. Jangan kurang minum

Jangan sampai dehidrasi ya traveler. Air putih sangat baik untuk kesehatan, bahkan seseorang dianjurkan meminum 8 gelas sehari atau sekitar 2 liter.

Berpergian dengan polusi yang sedang parah akhir-akhir ini dapat menyebabkan kulit semakin kering. Air putih juga dapat menghindari kulit yang kering.

4. Cari destinasi indoor

Alternatif lainnya adalah pergi ke destinasi indoor. Untuk menghindari polusi yang dapat membahayakan kesehatan, destinasi indoor adalah pilihan yang tepat.

Traveler tidak perlu menggunakan masker dan sunblock karena tidak akan terpapar sinar matahari. Museum, galeri seni, wisata kuliner, dan pusat perbelanjaan adalah beberapa destinasi indoor yang bisa dipilih.

Destinasi indoor juga akan terasa lebih nyaman apalagi di waktu siang hari. Jadi jangan jadikan polusi menjadi halangan traveler untuk berlibur.

Jatim Park 3: Harga Tiket dan Daftar Atraksinya

 Jatim Park 3 menjadi salah satu destinasi wisata di Batu, Jawa Timur. Nah, berapa sih harga tiket serta daftar atraksinya?

Wisata Jatim Park 3 buka jam 11.00 WIB hingga 18.00 WIB. Wisata yang juga dikenal dengan nama Dino Park ini buka setiap hari lho.

Berikut fakta-fakta Jatim Park 3 yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Harga Tiket

Harga tiket masuk Jatim Park 3 sesuai dengan jenis atraksinya dipatok mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per orang. Selain itu, ada juga paket tiket terusan yang dijual mulai Rp 100.000 hingga Rp 170.000 per orang,

2. Atraksi

Ada tujuh atraksi yang berada dalam Jatim Park 3, yaitu jelajah 5 zaman, kerangka dino, the rimba. Kemudian, ice age, life with dino, jembatan akar, dan active fun house.

3. Jadwal Pertunjukan

Pertunjukan di Jatim Park 3 dimulai sejak pukul 10.50 WIB untuk Welcome Dance. Kemudian di pukul 12.00 - 12.15 WIB ada pertunjukan Dino Park, dilanjutkan dengan Meet With Flinstone Family pukul 16.30 - 17.00 WIB.

Ada juga pertunjukan How To Train Your Dino pukul 14.00 - 14.30 WIB di Jatim Park 3, Desert Dance pukul 15.00 - 15.30 WIB, Happening Dance 12.30 - 13.00 WIB, Mid East Accoustic pukul 12.00 - 12.30 WIB, serta Closing Party pada pukul 17.45 WIB.

4. Fasilitas

Jatim Park 3 menyediakan fasilitas tambahan bagi para pengunjung, misalnya e-bike station. Di sini, pengunjung bisa menikmati sepeda ramah lingkungan dengan harga sewa Rp 150.000 per tiga jam.

Museum Baru di Makkah Simpan Kisah Rasulullah dan Sahabat

Perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW mendapat tempat istimewa di Museum Ashaabee dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Wajib dikunjungi nih.

Ashaabee dalam bahasa Arab berarti sahabat. Sesuai namanya museum ini memang khusus ditujukan sebagai napak tilas perjuangan para sahabat yang berjuang bersama-sama Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan Islam.

Adapun yang masuk kategori Sahabat Nabi adalah mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad SAW, membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan muslim.

Kembali ke soal Museum Ashaabee. Tempat ini sejatinya belum lama dibuka, baru mau berumur dua bulan. Ya, pembukaannya memang seperti disengaja untuk menyambut musim haji.

Ketika detikcom berkunjung, Museum Ashaabee memang jadi salah satu tujuan wisata favorit para jamaah, terlebih bagi jamaah Indonesia. Lokasinya pun dekat dengan Masjidil Haram, tinggal jalan kaki sekitar 5 menit ke arah Jabar Omar.

Ada 10 ruangan yang tersedia di Ashaabee. Museum ini tak terlalu besar. Namun, dari 10 museum memiliki alur cerita yang berbeda dan saling terkait.

Perjalangan pengunjung dimulai dari kehidupan Nabi Muhammad di Makkah dan hubungannya dengan para sahabat. Lalu berlanjut dengan cerita hijrah, di mana terlebih dahulu diceritakan bagaimana pengorbanan Abu Bakar Ash Shiddiq saat menemani Rasullulah bersembunyi di Gua Tsur saat menghindar dari pengejaran kaum Quraisy

Selain cerita perjuangan sahabat Nabi, di museum ini pengunjung juga bisa melihat berbagai gambar menarik. Mulai dari kondisi kota Makkah dan Masjidil Haram di zaman Rasulullah, tempat tidur Nabi, foto Gua Tsur, replika rumah para sahabat di Madinah hingga rute hijrah yang ditempuh Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, beberapa sahabat juga dikisahkan dalam bentuk video di ruangan ala teater. Termasuk sebagian peninggalan-peninggalan para sahabat seperti prasasti, alat-alat yang dipakai oleh sahabat seperti alat minum dan lainnya juga bisa pengunjung lihat di sini lewat gambar yang disiapkan.

Oh iya, di sini yang juga menarik adalah dijelaskan pula asal usul empat Imam mazhab yang selama ini kita ketahui: Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Hambali dan Imam Syafi'i

Jamaah Indonesia Gratis

Muhamad Yusuf Hamdani, Pemandu di Museum Ashaabee mengatakan, tujuan museum ini memang khusus untuk memberikan informasi lebih kepada kaum muslimin seputar sahabat Nabi beserta bagaimana cerita perjuangannya.

"Selama ini yang kita tahu banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan Nabi Muhammad, baik itu tulisan, lewat museum dan lain-lain. Nah, sementara hal-hal yang berkaitan dengan sahabat Nabi belum ada, dari sinilah pihak museum membangun satu tempat yaitu museum sahabat Nabi yang sekarang letaknya di samping Masjidil Haram di Mekah Al Mukaromah," jelas Hamdani saat ditemui media.

Adapun sahabat yang diangkat di museum ini antara lain keempat Khulafaur Rasyidin: Abubakar, Umar, Utsman dan Ali. Ada juga bagian cerita dari Bilal bin Rabah, pengorbanan Ammar bin Yasir dan keluarganya serta sahabat nabi yang di Madinah seperti Salman Al Farisi dan masih banyak lagi.

"Jumlah pengunjung Museum Ashaabee per hari bisa mencapai 3.000 orang. Total sejauh ini, jamaah Indonesia sendiri selama musim Haji ini dari awal pembukaan sudah sekitar 10.000 orang yang berkunjung," lanjut Hamdani.

Nah, selama musim haji ini Museum Ashaabee digratiskan khusus pengunjung Indonesia dan Malaysia. Sementara kalau di hari biasa harga tiketnya 15 riyal (Rp 57 ribu) per orang, dan kalau rombongan di atas 50 orang per orangnya 10 riyal (Rp 38 ribu).

Kalau nanti traveler pergi umrah atau haji, Museum Ashaabee bisa menjadi tempat baru untuk dikunjungi di sela kegiatan ibadah. Jangan terlewat ya!