Minggu, 29 Desember 2019

Bukit Instagramable di Dompu, Seperti Ada di Atas Awan

Ada satu spot wisata yang lagi ngehits di Dompu, NTB, namanya Doro Wadu Na'e. Berfoto di bukit Instagramable ini, kamu seperti sedang berada di atas awan.

Bukit Doro Wadu Na'e berlokasi di antara Desa Kareke dan Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu dan dekat banget dari pusat Kota Dompu. Bukit ini memiliki pemandangan indah dan cocok untuk foto-foto Instagram kalian.

Doro Wadu Na'e dalam bahasa lokal Dompu berarti gunung atau bukit batu besar. Untuk dapat melihat keindahan Dompu dengan view persawahan yang berpadu dengan pemukiman perkataan, disarankan mendaki tempat wisata di Dompu ini usai salat subuh.

Tak butuh waktu lama, hanya 30 menit trekking sudah bisa sampai di atas puncaknya. Namun medannya cukup ekstrem, dan harus mempersiapkan tenaga yang kuat.

Kenapa harus mendaki pada waktu subuh atau sekitar pukul 05.20 Wita, karena bukit ini adalah salah satu spot sunrise terbaik yang ada di Dompu.

Tidak hanya sunrise, sunset juga bagus di bukit ini. Jadi tidak heran jika Doro Wadu selalu ramai hampir setiap hari pada waktu pagi dan sorenya.

Keunggulan lain yang dimiliki spot ini terletak pada bagian timur, ada pemandangan kawasan So Zero dengan sawah-sawah yang rapi. Pada bagian utara bisa dilihat pemandangan Kota Dompu yang dipadati rumah penduduk dan pepohonan sekitar.

Di sisi barat juga terdapat pemandangan rumah-rumah penduduk dan gunung-gunung. Jika Anda para traveler yang punya rencana liburan ke Dompu, jangan lupa untuk mendaki bukit ini. Dari sini Anda akan melihat Kota Dompu dari atas ketinggian dengan suasana negeri di atas awan.

1 Hari Keliling Lombok, Ini Caranya

Satu hari keliling Lombok, bisa kok. Mulai dari melihat pemandangan Gunung Rinjani, air terjun, sunset dan wisata kuliner.

Perjalanan hanya satu hari namun kita sudah bisa mengelilingi Pulau Lombok. Percaya nggak ? Di perjalanan ini kita akan melihat best spot dan ikonik yang ada di Pulau Lombok mulai dari gunung, pantai, air terjun, matahari terbenam, dan hamparan sawah yang ada di pulau cantik ini. Tidak ketinggalan pula harus mencicipi makanan khas yang ada di Pulau Lombok. Hanya dengan satu hari trip namun sudah dapat berkeliling Pulau lombok. Trip dimulai dari Lombok Tengah - Lombok Timur - Lombok Utara - Lombok Barat - Mataram (ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat) dan ke selatan Pulau Lombok di Lombok tengah.

Mulai perjalanan dari Kota Praya, sebuah kota kecil yang berada di Lombok Tengah yang lokasinya dekat dengan Bandara Internasional Lombok sekitar 20 menit dari Bandara. Trip dimulai dari pukul 07.00 WIB pagi menggunakan mobil. Kita berangkat dari Praya menuju Lombok Timur dan di perjalanan kita melalui daerah Rarang dan sarapan pagi kita makan Nasi Ayam Rarang yang sangat legendaris dengan Plecing dan sambal beberuk lombok. Kuliner satu ini sudah sangat terkenal tidak hanya di dalam negeri saja.

Kemudian melanjutkan perjalanan melewati indahnya hamparan sawah yang sangat cantik dan mulai menanjak naik ke perbukitan hingga akhirnya menuju ke sebuah Desa kecil yang berada di kaki Gunung Rinjani yaitu Desa Sembalun. Melihat indahnya Gunung Rinjani dari sini dan tak lupa saat musim panen tiba maka kita dapat mengunjungi kebun stroberi karena pada saat musim panen untuk buah yang satu ini maka kita bisa memetik sendiri dan langsung bisa memakan buah ini di kebun serta ditemani dengan suhu udara yang sejuk serta pemandangan gunung yang sangat menakjubkan dapat dilihat disini.

Gunung Rinjani adalah merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dan merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl dan merupakan gunung yang sangat digemari pada pendaki di Indonesia ataupun mancanegara. Di gunung ini juga ada kaldera yang cantik sekali yaitu Segara anak.

Sabtu, 28 Desember 2019

Sangiran Punya 5 Museum yang Bisa Kamu Kunjungi dalam Sehari

Belajar tentang geologi, arkeologi, biologi sekaligus berwisata dapat dilakukan di lima museum di Sangiran. Hanya butuh waktu satu hari untuk mengunjungi semuanya
Pergi ke museum sepertinya tidak menarik bagi sebagian besar pelancong di Indonesia, karena memang wisata ini termasuk dalam kategori wisata minat khusus. Meskipun demikian, sebenarnya museum tidak hanya berisi koleksi barang kuno yang berdebu, terkesan angker dan membosankan. Tidak percaya? yuk kita ke Kawasan Situs Sanggiran.

Kawasan Situs Sangiran berada di perbatasan wilayah Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO Nomor C 593 pada Tahun 1996 dengan nama Sangiran The Early Man Site. Keunikan dari Situs ini adalah lebih dari 50% temuan fosil manusia purba ditemukan di Sangiran.

Selain sebagai cagar budaya dunia, kawasan ini juga ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui PP Nomor 50 Tahun 2011. Guna meningkatkan aspek edukasi dan wisata di Sangiran, pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membangun 5 klaster museum di Situs yang memiliki luas kurang lebih 59,21 km2 ini.

Lokasi kelima museum tersebut tidak terlalu jauh antara satu dengan lainnya, sehingga dapat kita kunjungi sekaligus dalam waktu satu hari. Meskipun seharian berada di museum, dijamin tidak akan merasa bosan, karena informasi yang diberikan berbeda dan masing-masing museum memiliki daya tarik tersendiri.

Jalan antar klaster memang belum selebar jalan utama menuju Museum Klaster Krikilan, sehingga traveler disarankan untuk tidak menggunakan bis besar menuju museum selain Museum Klaster Krikilan. Yuk, kita lihat satu per satu museum tersebut.

1. Museum Klaster Krikilan

Lokasinya berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Museum ini merupakan yang terbesar dan koleksinya terlengkap diantara keempat museum lainnya. Salah satu icon dari museum ini adalah jembatan yang berbentuk rangka tulang binatang. Jangan lupa selfie di jembatan tersebut ya.

2. Museum Klaster Ngebung

Hanya berjarak kurang dari 1 Km dari Museum Krikilan, kita dapat menemukan museum Klaster Ngebung. Museum yang lokasinya masih berada di Kabupaten Sragen ini menyajikan informasi mengenai penggunaan fossil untuk pengobatan alternatif pada jaman dahulu, terutama di China.

Penggambarannya dilengkapi dengan diorama yang menarik dan monitor layar sentuh. Bagi kaum difabel, Museum klaster Ngebung dapat dikatakan paling mudah untuk diakses dibanding museum lainnya, karena meskipun lokasinya naik turun, namun terdapat jalur khusus.

3. Museum Klaster Manyarejo

Spot yang paling menarik untuk dikunjungi di museum ini adalah display ekskavasi. Melalui display ini, pengunjung dapat melihat potongan lapisan tanah yang dibuat saat kegiatan ekskavasi.

4. Museum Klaster Bukuran

Museum bukuran memiliki display paling modern dan tidak hanya bercerita tentang Sangiran. Teori evolusi, proses kepunahan, proses munculnya spesies baru, keberagaman hayati, proses adaptasi dan lainnya dapat kita pelajari secara lebih menarik dan mudah dicerna. Kesan angker yang biasa muncul ketika mengunjungi museum tidak berlaku untuk museum ini.

5. Museum Klaster Dayu

Jika keempat museum lain berada di wilayah Kabupaten Sragen, hanya Museum Klaster Dayu saja yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Meskipun berada di wilayah beda kabupaten, namun jaraknya hanya sekitar 2 km dari Museum Klaster Krikilan melalui jembatan baru penghubung Klaster Krikilan-Dayu.

Travelers yang ingin lebih memahami mengenai ilmu geologi sangat pas jika mengunjungi museum ini, karena museum ini seperti museum lapangan yang menunjukkan lapisan tanah dari masa 1,2 juta tahun silam. Pintu masuk pengunjung berada pada lapisan tanah termuda, yaitu formasi notopuro.

Anak tangga selanjutnya akan mengantar kita ke formasi kabuh, grenzbank dan yang terbawah adalah formasi pucangan. Tidak perlu takut kelelahan untuk menuruni dan menaiki kembali anak tangga, karena di tiap lapisan tanah tersebut terdapat ruangan yang selain berfungsi sebagai tempat istirahat full ac juga sebagai ruang audio visual. Ada play ground dan beberapa pendopo pada bagian bawah museum.

Harga tiket masuk untuk tiap klaster museum cukup murah, yaitu Rp 8.000,00 dan Rp 5.000,00 khusus untuk Klaster Dayu. Hari kunjungan adalah Selasa-Minggu (hari senin libur) dengan jam kunjung pada pukul 08.00-16.00 WIB.

Selain mengunjungi museum, kita juga dapat berwisata ke destinasi lainnya yang berada di Kawasan Situs Sangiran, yaitu 2 spot selfie Taman bunga yang dikelola oleh warga setempat, museum lapangan, menara pandang serta monumen trianggulasi (titik tertinggi dari kubah sangiran).

Berkunjung ke kawasan Situs Sangiran semakin memperkuat keinginan saya untuk melihat gurun pasir dan miracle garden di Dubai. Dua kontradiksi yang dapat ditemui di satu negara, gurun pasir yang tandus dan hamparan kebun raya nan hijau. Semoga dream destination tersebut dapat saya kunjungi suatu saat nanti.