Sabtu, 28 Desember 2019

Artefak Baru Ditemukan di Situs Liyangan Temanggung

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah melanjutkan ekskavasi di Situs Liyangan, Temanggung. Artefak baru ditemukan yaitu jalatwara dan batu kemuncak.

Adapun ekskavasi yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari ekskavasi di Situs Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Ekskavasi yang dilakukan ini kerja sama antara Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Jakarta, BPCB Jawa Tengah, mahasiswa Arkeologi UI dan UGM. Untuk waktu ekskavasi dilangsungkan sejak 21 Agustus sampai dengan 4 September 2019.

Sekadar diketahui Situs Liyangan merupakan situs purbakala dan kawasan permukiman yang berada di lereng timur Gunung Sindoro. Adapun ekskavasi tahun-tahun sebelumnya dilakuka Balai Arkeologi Yogyakarta, yang menyimpulkan Situs Liyangan merupakan kawasan dengan karakter yang kompleks, dimana ada permukiman, ritual dan sekaligus lahan pertanian.

Kapokja Pemugaran, BPCB Jawa Tengah, Eri Budiarto mengatakan, ekskavasi yang dilakukan bertujuan untuk mencari batas halaman III dan membuka petirtaan. Kemudian di bagian halaman I dan halaman II, ekskavasinya bertujuan untuk mencari jejak-jejak struktur sebelum dilakukan restorasi terhadap talud dan pagar.

"Tujuan ekskavasi ini, selain untuk mengungkap mencari batas halaman III dan membuka petirtaan, terus di bagian halaman I dan II ekskavasinya bertujuan untuk mencari jejak struktur sebelum dilakuka restorasi terhadap talud dan pagar," kata Eri kepada wartawan di sela-sela ekskavasi di Situs Liyangan, Temanggung, Selasa (27/8/2019).

"Terus bagian ketiga di atas, ekskavasi tujuanya adalah penjajakan karena di sana banyak ditemukan temuan-temuan permukaan. Kita melakukan penelitian pengalian percobaan, apakah di dalam temuan-temuan percobaan itu nanti ditemukan struktur-struktur karena di bagian atas temuan permukaan ada bagian batu yang merupakan bagian atap sebuah bangunan, makanya dicari jejaknya," ujarnya.

Saat disinggung terkait temuan baru, katanya hanya ditemukan beberapa temuan lepas. Untuk di bagian bawah ditemukan berupa jalatwara yang diduga merupakan bagian dari petirtaan. Selain itu, ditemukan batu kemuncak diduga berasal dari candi di halaman III.

"Di bagian bawah itu berupa jalatwara lepas, kemungkinan itu bagian dari petirtaan. Dan ada, batu kemuncak yang gede, kemungkinan kemuncak dari bangunan candi yang ada di halaman III. Masih dugaan-dugaan karena bagian lainnya belum ketemu," ujarnya.

Sementara itu, Pengolah Data Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Winda Arista Harimurti menambahkan, target awal ekskavasi ini untuk mencari tahu batas antara teras keempat dengan teras kelima. Untuk ekskavasi di bagian bawah untuk mencari batas halaman, kemudian di bagian atas untuk menindaklanjuti temuan talud dan temuan-temuan lepas.

"Di bawah targetnya untuk mencari batas halaman. Kemudia yang di atas, juga ada beberapa kelompok itu memang karena sudah ada singkapan temuan seperti talud, kemudian ada temuan-temuan lepas. Kalau temuan lepas yang di atas ada indikasi bagian bangunan karena ada reliefnya," ujarnya.

Ada pun kelompok yang berada di bagian atas ini, katanya, bertugas untuk mencari struktur atau temuan tersebut karena limpasan dari daerah lain karena dulunya ada bencana.

Kemudian untuk di bagian ujung, kata dia, ekskavasi untuk mengetahui kelanjutan jalan yang ada. Hal ini diketahui setelah tanah yang menutupi dibersihkan terlihat ada bebatuan yang terdata diduga menyambung dengan jalan yang berada di kompleks situs tersebut.

Siap-siap! Bima Punya Festival Menarik di Bulan September

 Traveller punya agenda berlibur ke NTB, jangan lupa ke bagian timur Pulau Sumbawa ya. Tepatnya di Desa Wawo Maria, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima akan ada festival yang menarik.

Di sana ada kegiatan Festival Uma Lengge dan Pekan Budaya Maria 2019. Gelarannya pada 7-11 September mendatang.

Festival tersebut akan digelar di lokasi wisata rumah adat Uma Lengge Bima, Wawo Maria. Akan ada pertunjukkan permainan tradisional khas Bima di dalamnya.

Di sini traveler dapat melihat langsung arsitektur Uma Lengge, yang merupakan bangunan asli peninggalan nenek moyang Suku Mbojo. Kamu juga akan dapat merasakan atau mencicipi masakan khas Wawo.

Berbagai atraksi dan permainan yang dipertunjukkan pada kegiatan itu antara lain, Mpa'a Manca, Ntumbu Tuta, dan Hadrah. Pertunjukan itu akan diperagakan oleh sanggar-sangar seni yang ikut berpartisipasi di dalam kegiatan tersebut.

Rencananya event ini akan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Desa Maria, terkenal yang dengan Uma Lengge dan sudah ditetapkan menjadi Desa Wisata Nusa Tenggara Barat 2019.

Wisata budaya yang menjadi agenda tahunan ini memberikan sekaligus meninformasikan nilai tradisi masyarakat setempat. Dikemas semenarik mungkin ke dalam event pariwisata untuk pengunjung, sehingga sayang jika dilewatkan.

United Airlines Tangguhkan Penerbangan ke Hong Kong, Imbas Demo?

Maskapai AS, United Airlines menghentikan sementara penerbangan antara Chicago dan Hong Kong. Diduga ini imbas dari demo berkepanjangan di sana.

United Airlines menangguhkan layanan harian dari Bandara Internasional Chicago O'Hare ke Hong Kong mulai bulan depan. Seperti dilansir CNN, Rabu (28/8/2019), maskapai membenarkan hal itu pada Sabtu lalu.

"Layanan antara Amerika Serikat dan Hong Kong tetap menjadi bagian penting dari jaringan kami. Tapi, untuk sementara kami telah memutuskan untuk menangguhkan layanan antara ORD (Chicago) dan HKG setelah penerbangan kembali dari HKG pada 9 September 2019," kata maskapai ini dalam sebuah pernyataan.

United Airlines tidak menyebut adanya aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung di Hong Kong sebagai alasannya. Sebaliknya, maskapai mengatakan bahwa permintaan yang rendah menyebabkan hal di atas.

"Itu karena berkurangnya permintaan untuk bepergian dari Chicago. Meskipun ada penangguhan, United Airlines tetap menjadi maskapai penerbangan terbesar dari AS ke HKG," tambah perusahaan itu.

Hong Kong telah menghadapi demonstrasi besar-besaran selama hampir tiga bulan. Protes dipicu oleh RUU yang akan memungkinkan buron diekstradisi ke China meski telah ditunda pembahasannya.

Mayoritas pemrotes telah berunjuk rasa dengan damai, tetapi ada kelompok-kelompok demonstran yang menutup bandara selama dua hari di bulan ini. United Airlines juga berencana untuk menunda penerbangan antara Bandara Internasional Guam (GUM) dan Hong Kong mulai 14 Oktober.

Pada saat yang sama, United Airlines mengkonfirmasi bahwa mereka akan menambah penerbangan kedua antara San Francisco dan Hong Kong pada musim gugur ini untuk melengkapi layanan yang ada. "Kami menantikan penambahan mendatang kami," tambah perusahaan itu.