Jumat, 27 Desember 2019

Mengenang Kisah Heroik Pilot Penyelamat 184 Nyawa

Mantan pilot United Airlines, Al Haynes meninggal dunia. Ia menyelamatkan 184 nyawa dalam kecelakaan pendaratan Iowa pada 1989.

Dilansir CNN, (2/9/2019), Al Haynes meninggal di usia 87 merupakan pensiunan pilot United Airlines. Haynes meninggal pekan lalu di sebuah rumah sakit Seattle dan belum diketahui penyebab kematiannya.

Pilot Haynes mendaratkan jet rusak 30 tahun lalu di Iowa, AS. Ia dan krunya berhasil menerbangkan pesawat DC-10 menuju Chicago.

Selama sekitar 45 menit setelah mesin ekornya gagal menyala pada 19 Juli 1989. Pendaratan darurat yang mengakibatkan kecelakaan di Bandara Sioux Gateway, Kota Sioux menewaskan 110 penumpang dan satu awak.

Menolak jadi pahlawan

Federal Aviation Administration (FAA) menganggap yang dilakukan Haynes dan krunya sebagai aksi kepahlawanan. Mereka bisa mencegah lebih banyak kematian, menurut Smithsonian National Air and Space Museum.

"Al tidak suka nama pahlawan dikaitkan dengan Al Haynes. Dia tidak pernah melihat dirinya sebagai pahlawan," kata Gary Brown, Direktur Layanan Darurat di Woodbury County, Iowa.

"Setiap dia berbicara tentang apa yang terjadi pada hari itu, dia berbicara tentang seluruh krunya. Dia berbicara tentang pramugari, apa yang seharusnya dilakukan para penumpang, para penyelamat di darat dan seluruh masyarakat yang datang," imbuh dia.

United Airlines berkabung atas mantan sang kapten. Maskapai pun berterimakasih atas apa yang dilakukan olehnya.

"Kami berterima kasih kepadanya atas layanannya sepanjang karirnya dan atas upaya yang luar biasa di atas Penerbangan UA232 pada 19 Juli 1989. Warisannya akan bertahan lama," kata United Airlines dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan mematikan

Konologi kecelakaan pesawat yang dipiloti Haynes terbang dari Denver ketika dia mendengar ledakan besar. Hal itu diikuti oleh getaran singkat, terjadi sekitar 120 kilometer di utara Kota Sioux.

Suara itu adalah suara piringan kipas mesin yang retak dan keluar dari mesin bagian ekor. Piringan itu memutuskan jalur hidrolik pesawat, memotong semua jalur kemudi dan kontrol kecepatan.

"Ketika mesin gagal menyala, pesawat mulai berbelok ke kanan dan mulai berputar. Jika kita tidak menghentikannya dan berguling-guling, aku yakin hidung pesawat yang menyentuh tanah duluan akan meningkatkan kecepatannya sehingga tidak mungkin dikendalikan," kata Haynes.

Entah bagaimana, Haynes bersama kopilot Bill Records, insinyur Dudley Dvorak dan instruktur Dennis Fitch belajar cara mengendalikan pesawat dengan menggunakan kekuatan dari dua mesin pesawat yang tersisa. Katanya, itu seperti mengendarai mobil tanpa power steering, hanya lebih keras.

Haynes dan Records berjuang mengendalikan dengan kontrol roda, memutarnya dengan putaran kanan, menuju Bandara Sioux City. Fitch berjuang hingga berlutut menggunakan kedua tangan untuk menggerakkan tuas throttle pesawat yang sulit untuk digerakkan.

Pramugari berusaha menjaga agar penumpang tetap tenang di kabin dan mempersiapkan mereka untuk pendaratan darurat.

"Satu penumpang mengira dia mengalami serangan jantung dan pramugari menenangkannya, dan ternyata dia tidak mengalami serangan jantung, dia hanya sangat gugup," kata Haynes.

"Aku akan memberitahumu apa yang terjadi, kita akan minum bir setelah semua ini selesai," kata Fitch pada Haynes.

"Yah, aku tidak minum. Tapi aku pasti akan minum," jawab Haynes sesuai dengan transkrip perekam penerbangan

Video kecelakaan diputar di berita TV selama berbulan-bulan. Lalu, pihak berwenang menciptakan kembali keadaan darurat dalam simulator penerbangan tetapi tetap tidak bisa mempertahankan kendali pesawat sampai mendarat.

Kehidupan yang sederhana

Haynes lahir di Paris, Texas AS. Ia kuliah di Texas A&M College, menurut biografinya di situs web Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Smithsonian.

Pada tahun 1952, ia memasuki program Pelatihan Kadet Penerbangan Angkatan Laut. Dia menjabat sebagai penerbang laut dan dibebaskan dari layanan pada tahun 1956.

Haynes bergabung dengan United Airlines tahun '56 dan bekerja sebagai insinyur penerbangan, perwira pertama dan kapten. Hidup sederhana selalu melingkupinya.

Ia pensiun dari United Airlines pada tahun 1991 dan tinggal di Seattle menjadi wasit sukarelawan di kompetisi Little League Baseball. Ia juga jadi penyiar di sebuah stadion sepak bola sekolah menengah.

Tiket Pesawat Mahal, Kepulauan Seribu Bisa Jadi Pilihan Liburan

Kepulauan Seribu menebar pesona. Lagi mahalnya tiket pesawat, liburan ke sana bisa menjadi pilihan.

Di lepas daratan Jakarta, Kepulauan Seribu merupakan destinasi yang menawan. Pantainya eksotis berpasir putih, bawah lautnya indah dan merupakan tempat yang sempurna untuk menenangkan pikiran. Sayangnya, hanya 30 persen dari masyarakat Jabodetabek yang mengenal baik Kepulauan Seribu.

"Mereka mungkin pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu, namun tidak tahu di sana ada atraksi apa saja. Padahal secara geografis letaknya lebih dekat dengan Jabodetabek dibandingkan Bali dan Lombok. Terlebih di tengah mahalnya harga tiket domestik, berkunjung ke Kepulauan Seribu tentu jatuhnya akan lebih murah," ungkap Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (2/9/2019).

Oleh sebab itu, Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu kemudian berinisiatif menggelar sejumlah pameran bertajuk 'Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu' di mal-mal yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung.

Diawali di Living World Alam Sutera pada 28 Agustus-1 September 2019, selanjutnya pameran akan berpindah ke Mal Kelapa Gading pada 4 September-8 September 2019, kemudian ke Kota Kasablanka pada 11 September-15 September 2019. Warga Bandung dapat menghadiri pameran ini di Festival Citylink Bandung pada 26 September-29 September 2019, sebelum kemudian giliran warga Bekasi untuk dapat mengunjunginya di Sumarecon Mall Bekasi pada 24 Oktober-27 Oktober 2019.

Acara ini menggandeng para operator wisata di Kepulauan Seribu agar mereka pun dapat langsung bertemu masyarakat dan memperkenalkan produk-produk wisata menarik yang mereka miliki.

Banyak penawaran harga yang bersahabat, mulai dari paket memancing hingga paket menikmati olahraga air seperti jetski, flyingboard, snorkeling, dan scuba diving. Pasangan yang sedang mencari destinasi berbulan madu pun akan dapat menemukan paket-paket bulan madu di sini, berhubung sejumlah resor pantai di Kepulauan Seribu pun tak kalah eksotis dengan resor-resor ternama di dunia.

Di rangkaian pameran 'Ayoo Seru Seruan ke Pulau Seribu', pengunjung juga akan mendapatkan gambaran bahwa akomodasi yang tersedia di Kepulauan Seribu sangatlah beragam, baik dalam segi konsep maupun harga. Akomodasi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu berupa homestay di pemukiman penduduk yang dikelola warga dan berupa pulau resor yang dikelola perusahaan swasta. Pemukiman warga yang menawarkan homestay tersedia di Pulau Pramuka, Pari, Tidung, dan Harapan.

Terdapat sekitar tujuh resor yang tersebar di Pulau Bidadari, Ayer, Pelangi, Sepa, Pantara, Macan dan Putri. Dengan begitu, pengunjung dapat leluasa memilih tipe akomodasi yang sesuai dengan bujet, sehingga minat untuk berkunjung ke Kepulauan Seribu pun semakin besar.

Masyarakat yang telah menjadikan berwisata sebagai bagian dari gaya hidup, sejak harga tiket domestik melambung tinggi, kini tengah mencari alternatif tujuan wisata dalam negeri yang tak membutuhkan tiket pesawat. Kepulauan Seribu menjawab pencarian tersebut, karena untuk menuju ke sana, wisatawan hanya perlu menuju pelabuhan di Muara Angke, Muara Kamal, atau deretan Dermaga Pantai Marina Ancol, tergantung jenis kapal yang dipilih.

Yang tak kalah penting, pameran ini juga ingin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu di hari kerja, berhubung okupansi beragam akomodasi di kawasan ini rata-rata hanya 25-30 persen di luar akhir pekan.

"Kunjungan di akhir pekan memang sudah cukup baik, namun kami juga ingin membuat orang mau datang di hari biasa. Bencana tsunami di Banten pada akhir Desember 2018 membuat orang takut bepergian ke daerah-daerah pesisir, sehingga tiga bulan pertama di tahun ini kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribut turun hingga 90 persen," imbuh Cucu.

Selain rangkaian pameran yang tengah berlangsung, telah banyak kegiatan untuk menarik pengunjung ke Kepulauan Seribu, antara lain Seribu Islands Reggae Festival di Pulau Pari yang digelar Maret 2019 yang tercatat dihadiri 4.000 orang, selain Seribu Islands Indie Festival di Pulau Tidung yang digelar pada 22 Juni 2019 untuk memeriahkan Ulang Tahun Jakarta dan tercatat dihadiri 2.000 orang.

Kedua festival tersebut merupakan rangkaian dari total enam festival yang digelar di sejumlah pulau sepanjang 2019. Selama penyelenggaraan festival unik itu, masyarakat setempat pemilik usaha warung dan homestay pun mengaku mendapatkan pemasukan yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Walau dinamakan Kepulauan Seribu, namun gugusan kepulauan di utara Jakarta ini hanya berjumlah sekitar 110 pulau. Di kawasan ini juga terdapat Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dengan zona konservasi burung, hutan bakau, penyu,dan hiu.