Rabu, 25 Desember 2019

Gemas Banget, Pulau Ini Dihuni Ratusan Kucing

Jepang bukan saja menyimpan berbagai atraksi inovatif dan menarik akan budaya, tapi juga pulau unik. Bahkan ada yang dihuni ratusan kucing!

Inilah Aoshima, sebuah pulau yang terletak di Prefektur Miyazaki. Kalau dari Ibukota Jepang, Tokyo, jaraknya sekitar 700 kilometer. Traveler bisa menuju Pulau Aoshima dengan naik kereta atau kapal, sekitar 10 jam perjalanan.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (9/9/2019) awalnya Pulau Aoshima merupakan tempat bermigrasi orang Jepang 380 tahun yang lalu. Karena letaknya di pesisir, mereka membuat Desa Nelayan.

Untuk mengusir tikus dan menjaga tangkapan mereka, penduduk kemudian membawa kucing. Tahun 1945, pulau ini dihuni sekitar 900 orang. Namun, kini Pulau Aoshima hanya dihuni kurang dari 20 orang dengan total ratusan kucing.

Umumnya, kini penghuni Pulau Aoshima adalah lansia dengan rentang umur 50 hingga 80 tahun. Meski populasi manusia di pulau berkurang, populasi kucing selama satu dekade meningkat. Bahkan sampai-sampai tidak terkendali saking banyaknya.

Karena populasi kucing yang lebih besar dari manusia ini lah, kemudian menjadi sebuah daya tarik wisata. Setiap hari, ada saja wisatawan yang datang untuk melihat langsung bagaimana kucing liar yang hidup di sana.

Kucing-kucing tersebut bertahan hidup dari berbagai makanan sisa atau pemberian wisatawan. Ada saja, wisatawan yang memberikan makanan atau snack yang dikonsumsi kepada 'penghuni'.

Meski banyak diserbu wisatawan, penduduk lokal tetap menerima turis. Asal, pengunjung tidak ribut dan menganggu ketertiban.

Bagaimana, mau coba bermain bersama kucing-kucing di sini?

Kata Pramugari Soal Penumpang Mesum di Pesawat

Mile High Club merupakan suatu istilah dari kegiatan seksual alias mesum di pesawat. Tidak hanya mengganggu kenyamanan penumpang lain, tapi juga awak kabin.

Paling banyak, hal seperti itu terjadi di penerbangan Eropa dan Amerika. Tingkah penumpang yang berbuat mesum, kadang mendapat teguran dari penumpang lain. Namun tak sampai di situ, tapi bisa juga mendapat hukuman denda sampai penjara!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (9/9/2019) pemerintah Inggris punya undang-undang soal Sexual Offences Act. Disebutkan, melakukan hubungan seks di toilet publik yang juga digunakan orang lain (termasuk di pesawat), adalah suatu pelanggaran.

Hukumannya, denda sebesar 1.000 Pounds atau setara Rp 17 juta hingga hukuman penjara selama 6 bulan!

Reddit, situs jejaring sosial asal AS pernah bertanya tentang pengalaman pramugari-pramugari melihat tingkah laku penumpang pesawat mesum di pesawat. Jawabannya beragam.

"Di bangku paling belakang pesawat, ada sepasang penumpang. Ketika kami melintasi mereka, terlihat badan si pria ditutupi jaket dan tangan wanitanya masuk ke dalam jaket tersebut," kata salah seorang pramugari dengan akun nama Rangarig93.

"Kami ingin menegurnya dan cukup canggung, tapi mereka tidak berisik dan tidak ada keluhan dari penumpang lain. Jadi ya sudah, kami diamkan saja," lanjutnya.

Seorang pramugari yang tidak disebutkan namanya, pernah melihat hal yang bikin geleng-geleng kepala. Dia mendapati sepasang penumpang yang sama-sama mau masuk ke toilet pesawat.

"Tapi sepertinya tidak muat, kami pun hanya melihatnya. Mungkin mereka tahu kalau sedang diamati, masuk berdua ke toilet pun tidak muat dan akhirnya kembali duduk," kata pramugari tersebut.

Ada Hutan Tumbuh di Tengah Stadion Sepak Bola

Stadion sepak bola ini tidak ada kebisingan penonton dari tribunnya. Karena, lapangannya ditumbuhi pepohonan lebat. Eh, kok bisa begitu?

Dilansir CNN, Senin (9/9/2019), hutan itu adalah instalasi seni. Idenya sebagai upaya untuk menarik perhatian pada perubahan iklim dan deforestasi.

Adalah Stadion Worthersee di Klagenfurt yang telah diubah menjadi hutan. Itu merupakan proyek luar biasa dari seniman Swiss, Klaus Littmann.

Lapangan itu terletak di dekat Danau Worthersee di selatan Austria, Carinthia. Saat ini sudah ada sekitar 300 pohon melapisi stadion.

Beberapa di antara pohon itu ada yang memiliki berat masing-masing hingga enam ton. Namanya 'For Forest - The Unending Attraction of Nature' diluncurkan pada 8 September 2019.

Instalasi ini terinspirasi oleh gambar seniman dan arsitek Austria Max Peintner lebih dari 30 tahun yang lalu. Pepohonan itu terdiri dari beragam spesies, seperti pohon alder, aspen, willow putih, hornbeam, maple dan ek.

Pohon-pohon itu ditanam di samping kursi penonton stadion. Menurut Littmann, tujuannya adalah untuk menantang persepsi tentang alam dan mempertanyakan masa depannya juga melambangkan gagasan bahwa alam suatu hari nanti hanya dapat ditemukan di ruang-ruang tertentu.

Dipantau oleh perusahaan Enea Landscape Architecture, hutan dalam stadion ini bebas dikunjungi. Instalasi ini akan dibuka untuk pengunjung setiap hari hingga akhir Oktober nanti.

Stadion Worthersee saat ini berfungsi sebagai rumah bagi tim Liga Kedua Austria Austria Klagenfurt. Kesebelasan itu akan memainkan pertandingan kandang mereka di Stadion Karawankenblick selama instalasi itu ada.

Setelah selesai, hutan itu akan ditanam kembali di fasilitas umum dekat stadion sebagai instalasi hutan hidup. Littmann terkenal dengan instalasi inovatifnya, salah satu yang terbaru adalah Jardin des Planetes di Basel, Swiss.

For Forest merupakan instalasi seni publik terbesar di Austria hingga saat ini. Pamerannya berlangsung dari 8 September hingga 27 Oktober.

Gemas Banget, Pulau Ini Dihuni Ratusan Kucing

Jepang bukan saja menyimpan berbagai atraksi inovatif dan menarik akan budaya, tapi juga pulau unik. Bahkan ada yang dihuni ratusan kucing!

Inilah Aoshima, sebuah pulau yang terletak di Prefektur Miyazaki. Kalau dari Ibukota Jepang, Tokyo, jaraknya sekitar 700 kilometer. Traveler bisa menuju Pulau Aoshima dengan naik kereta atau kapal, sekitar 10 jam perjalanan.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (9/9/2019) awalnya Pulau Aoshima merupakan tempat bermigrasi orang Jepang 380 tahun yang lalu. Karena letaknya di pesisir, mereka membuat Desa Nelayan.

Untuk mengusir tikus dan menjaga tangkapan mereka, penduduk kemudian membawa kucing. Tahun 1945, pulau ini dihuni sekitar 900 orang. Namun, kini Pulau Aoshima hanya dihuni kurang dari 20 orang dengan total ratusan kucing.

Umumnya, kini penghuni Pulau Aoshima adalah lansia dengan rentang umur 50 hingga 80 tahun. Meski populasi manusia di pulau berkurang, populasi kucing selama satu dekade meningkat. Bahkan sampai-sampai tidak terkendali saking banyaknya.

Karena populasi kucing yang lebih besar dari manusia ini lah, kemudian menjadi sebuah daya tarik wisata. Setiap hari, ada saja wisatawan yang datang untuk melihat langsung bagaimana kucing liar yang hidup di sana.

Kucing-kucing tersebut bertahan hidup dari berbagai makanan sisa atau pemberian wisatawan. Ada saja, wisatawan yang memberikan makanan atau snack yang dikonsumsi kepada 'penghuni'.

Meski banyak diserbu wisatawan, penduduk lokal tetap menerima turis. Asal, pengunjung tidak ribut dan menganggu ketertiban.

Bagaimana, mau coba bermain bersama kucing-kucing di sini?