Selasa, 24 Desember 2019

Menikmati Tari Dolalak di Purworejo, Sambut Tahun Kunjungan Wisata 2020

Purworejo siap menyambut tahun kunjungan wisata 2020. Hal itu ditandai dengan ribuan orang menari Dolalak.

Untuk menyambut tahun kunjungan wisata 2020 atau sering disebut sebagai Romansa Purworejo 2020, warga Purworejo yang terdiri dari siswa siswi SD, SMP, SMA sederajat, mahasiswa dan masyarakat umum secara massal menari Dolalak di alun-alun kota Purworejo, Sabtu (14/9/2019) sore. Sedikitnya 5.600 penari terjun di tengah alun-alun dan menari bersama.

"Tarian Dolalak massal ini dalam rangka menyongsong tahun kunjungan wisata Purworejo 2020. Di luar dugaan, target kita rencananya dengan 5.000 penari tapi ini bisa mencapai 5.600 penari," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian saat ditemui detikcom usai tarian digelar.

Tak mau ketinggalan, Agus Bastian bersama pejabat Forkopimda pun ikut membaur dan menari bersama ribuan penari. Tarian Dolalak dipilih karena merupakan tarian khas yang sudah menjadi ikonnya Purworejo. Bahkan, Dolalak telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 Agustus 2019 lalu.

"Ya tentunya karena Dolalak merupakan tarian khas yang menjadi ikonnya Purworejo, makanya kita memilih untuk menyajikan tarian dolalak. Besok para turis yang berkunjung di Purworejo juga akan kami ajak menari. Ini baru pemanasan, nanti akan kita adakan lagi dengan jumlah yang lebih banyak," lanjutnya.

Diiringi dengan suara musik tradisional berupa kendang, rebana, bedug atau jidur dan musik tardisional lain, ribuan penari Dolalak berlenggak lenggok dengan rampak dan apik di tengah Alun-alun terbesar se Jawa itu. Masyarakat pun tumplek blek meyaksikan pagelaran tersebut.

Tari Dolalak sendiri merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Nama Dolalak diambil dari tangga nada Do dan La karena awalnya tarian ini hanya diiringi dengan alat musik dua nada. Menurut sejarahnya, tarian tersebut terinspirasi dari perilaku serdadu Belanda ketika beristirahat di camp mereka saat masa penjajahan.

Aktivitas tersebut kemudian ditiru oleh orang pribumi dan terciptalah gerakan yang sederhana dan berulang-ulang yang kemudian dinamakan tarian Dolalak. Hingga kini, tarian tersebut terus dilestarikan oleh masyarakat Purworejo. Hampir setiap desa di kabupaten ini memiliki grup Dolalak.

Sementara itu, Shinta Maharani (11) salah satu penari yang ikut berlenggak-lenggok bersama penari lain mengatakan bahwa sebelumnya ia telah melakukan persiapan selama satu bulan. Meski mengaku menemui banyak kesulitan saat latihan, namun siswi kelas 6 SD itu merasa senang karena akhirnya bisa menari secara massal dengan baik.

"Baru kali ini ikut menari massal, latihannya sebulan. Ya banyak kesulitan awalnya karena gerakannya banyak tapi alhamdulillah tadi pas tampil bareng-bareng bisa lancar, seneng mas," ucapnya.

Tak hanya tarian Dolalak, pentas kesenian tradisional lain dari Purworejo juga digelar di amphitheater di pojok alun-alun hingga malam hari dalam acara bertajuk Event Bersama Eks Karesidenan Kedu. Berbagai kesenian tradisional lain dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Kebumen juga ikut memeriahkan susana malam Minggu Purworejo.

Senin, 23 Desember 2019

7 Wisata Jogja dengan Panorama Indah dan Murah Meriah (2)

4. Air Terjun Sri Gethuk

Kurang lengkap rasanya jika belum menikmati keindahan alam yang menyejukkan badan dan pikiran. Maka, tempat wisata alam Air Terjun Sri Gethuk ini patut kamu kunjungi. Untuk berkunjung ke sini, kamu bisa menuju ke Jl. Wonosari - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Pasar Playen lalu ikuti papan petunjuk menuju Air Terjun Sri Gethuk.

Terdapat 2 jalur untuk menuju ke tempat wisata ini setelah memasuki area parkir antara lain jalur pertama dengan tracking jalanan di antara hamparan sawah dan anak tangga. Sedangkan, jalur kedua, menyusuri Sungai Oyo dengan rakit yang terbuat dari papan dan drum bekas dengan biaya sekitar Rp 10.000 / pulang-pergi.

Biaya tiket masuk sekitar Rp 10.000 (tambahan tiket masuk ke Goa Rancang Kencono). Jika kamu tertarik dengan paket wisata yang ditawarkan, kamu bisa mengeluarkan sekitar Rp 30.000 dengan tambahan pemandu wisata.

Alamat : Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta (https://www.detik.com/tag/yogyakarta)
Jam Buka : 08.00 - 16.00

5. The World Landmark Merapi Park

Tak perlu jauh-jauh keliling dunia, kamu cukup datang saja nih ke satu tempat wisata jogja murah yang menyediakan berbagai macam landmark atau ikon terkenal kota besar di dunia. Ikon-ikon tersebut antara lain Menara Eiffel, Menara Pisa, Patung Liberty, Big Ben, dan masih banyak lagi.

Landmarak tersebut dikelilingi dengan taman bunga warna warni yang cocok untuk kamu jadikan spot foto. Untuk menuju ke sini kamu cukup menempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Jogja. Biaya tiket masuk sebesar Rp 20.000/orang dan Rp 10.000/orang untuk ke kids waterpark. Dan, biaya parkir dikenakan sebesar Rp 2.000/motor dan Rp 5.000/mobil.

Alamat: Jl. Kaliurang No.KM. 22.5, Banteng, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Jam Buka : 09.00 - 16.30 / weekdays, 08.30 - 17.00/ weekend.

6. Hutan Mangrove Kulon Progo

Hutan mangrove atau lebih dikenal juga dengan sebutan hutan bakau ini terletak di kawasan antara Pantai Glagah Indah dan Pantai Trisik. Awalnya hutan ini sebagai wilayah konservasi untuk pencegahan abrasi. Tapi, karena memiliki panorama yang indah jadilah hutan ini sebagai tempat wisata. Di sini kamu bisa menikmati semilir angin dan senja. Kamu juga bisa menyeberangi Jembatan Si Api-Api yang berasal dari nama jenis hutan mangrove yaitu api-api.

Di sana kamu juga akan disambut dengan Goa Mangrove, replika menara eiffel dari bambu, atau menyusuri Pantai Kadilangu. Kamu cukup menyiapkan biaya tiket untuk masuk ke salah satu wisata Jogja murah ini sekitar Rp 5.000/per orang , Rp 5.000 untuk naik kapal. Untuk biaya parkir sekitar Rp 2.000/motor dan Rp 10.000/mobil.

Alamat : Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.
Jam Buka : 06.00 - 18.00

7. Taman Sungai Mudal

Masih berada di daerah Kulon Progo, kamu bisa mampir ke Taman Sungai Mudal berupa wisata air terjun dan kolam pemandian mata air yang terpancar dari kedalaman goa di daerah Mudal. Di sini kamu akan disuguhi dnegan jernihnya warna air dan pemandangan Tebing Gunung Kelir.

Jangan khawatir di sini juga disediakan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa dengan tingkat kedalaman yang berbeda. Kamu juga bisa menikmati fasilitas seperti flying fox, river tubing hingga berkemah. Rute yang bisa kau tempuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih dari Kota Jogja. Kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp 6.000/orang dan biaya parkir Rp 2.000/motor, Rp 3.000/mobil.

Alamat: Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta (https://www.detik.com/tag/yogyakarta) 55674

Jam Buka : 08.00 - 17.00