Senin, 23 Desember 2019

7 Wisata Jogja dengan Panorama Indah dan Murah Meriah

Jogja tidak hanya dikenal punya makanan enak, tapi juga wisata murah meriah. Tempat wisata indah dengan panorama alam yang bikin takjub. Yuk, lihat tempat wisata jogja yang seru.

Mampir ke Jogja yang tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi tempat wisata alamnya. Di sini bisa berfoto sambil memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan.
Baca juga: Yuk ke Yogyakarta, Ada Jogja Tourism Festival 2019

Ada rencana berlibur ke Jogja? Yuk, simak beberapa tempat wisata Jogja 2019 yang dirangkum detikTravel dari berbagai sumber:

1. Seribu Batu Songgo Langit

Salah satu wisata Jogja kota yang terletak di sebelah selatan ini terdapat destinasi wisata favorit, yaitu Seribu Batu Songgo. Nama Songgo Langit memiliki arti memangku langit, yang mana wisatawan dapat melihat pemandangan perbukitan yang luas dan pepohonan tinggi. Di sini kamu akan disuguhi dengan spot foto keren dan tempat makan yang ditemani dengan pemandangan nan indah.

Di sini kamu akan disambut dengan rumah seribu kayu, rumah hobbit, jembatan panjang yang juga terbuat dari kayu, panggung alam, taman bunga tumpah yang bisa kamu jadikan sebagai spot foto menarik. Tak hanya itu, kamu juga bisa menikmati wisata adrenalin seperti flying fox untuk anak-anak dan ayunan yang cukup besar.

Rute yang bisa kamu ambil melalui jalan Imogiri dan mengikuti papan petunjuk kawasan wisata ini. Tempat wisata ini terletak di bawah Hutan Pinus Mangunan. Untuk harga, kamu perlu merogoh kocekmu sebesar Rp 2.500 ditambah biaya parkir Rp 2.000. Untuk harga tiket wahana sekitar Rp 2.000-5.000.

Alamat: Jl. Hutan Pinus Nganjir, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Jam Buka : 06.00 - 17.00

2. Pinus Pengger

Masih di sekitaran wilayah Bantul, rupanya di sini terdapat juga wisata Jogja hits yang dikunjungi banyak wisatawan lokal dan wisatawan asing. Tempat wisata ini cocok untuk kamu yang suka dengan foto hits di Instagram. Di sini kamu akan disuguhkan dengan spot Hutan Pinus Pengger berupa lilitan akar yang berbentuk tangan dewa dan spot gerbang yang dihiasi lampu.

Selain berkunjung di siang hari, kamu juga bisa datang pada malam hari, karena gemerlap lampu dari panorama sekitar. Jika kamu tertarik, kamu bisa mencoba untuk berkemah di sini tanpa harus lelah pergi ke gunung dengan biaya sekitar Rp 150.000/orang. Sedangkan, untuk harga tiket masuk dikenakan biaya sekitar Rp 3.000 dan biaya parkir sekitar Rp 2.000 - Rp 20.000 tergantung jenis kendaraan. Rute ke tempat wisata ini dapat melalui tiga jalur, yaitu melalui Jl. Wonosari, Jl. Pleret-Pathuk dan Jl. Dlingo-Patuk atau Jl.Pleret-Patuk.

Alamat : Jl. Dlingo-Patuk, Pantirejo, Terong, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Buka Pukul : 06.00 - 24.00

3. Goa Jomblang Yogyakarta

Buat kamu yang suka dengan tantangan, Goa Jomblang cocok untuk kamu kunjungi nih Detikers. Tempat wisata ini memiliki kedalaman antara 15-80 meter. Selain aktivitas yang menantang, kamu juga disuguhi dengan pemandangan alam dari cahaya matahari yang masuk dan memancar ke dalam gelapnya goa bagaikan cahaya dari surga. Tak hanya itu, kamu juga akan melihat pemandangan hutan purba.

Untuk dapat ke sini kamu harus mempersiapkan dana untuk jasa pemandu dan peralatannya sekitar Rp 45.000 - 1.000.000 per orang tergantung fasilitasnya. Tapi, jika kamu memiliki peralatan pribadi, cukup minta izin dengan kepala desa di sana. Sedangkan, biaya parkir cukup membayar sebesar Rp 3.000/motor.

Alamat: Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul Regency, Special Region of Yogyakarta 55893
Jam Buka : 08.00 - 14.00

Mengenal Ular-ular 'Raksasa' di Indonesia

Netizen mendadak heboh dengan sosok ular korban kebakaran hutan di Kalimantan. Nah, sudah tahu belum kalau ular-ular "raksasa" macam itu pun tersebar di Indonesia?

Untuk menjawab rasa penasaran detikcom pun menghubungi penggiat reptil, atau reptiler, yang dikenal sebagai Panji Petualang. Ia, pertama-tama, menepis anggapan sosok di foto viral tersebut sebagai "ular raksasa" yang muncul di mitos setempat. Itu adalah ular sanca kembang alias Reticulated python/Python reticulatus.

"Hutan Sumatera dan Kalimantan itu kan sangat luas, jadi memungkinkan sekali untuk ular besar itu memang ada dan hidup di hutan. Tapi untuk yang di foto viral tersebut, saya amati bukanlah ular mitos yang dipercayai penduduk. Namun, itu hanyalah ular piton kecil yang terbakar dan di foto dengan angle zoom, hingga menghasilkan ilusi optik seakan ular itu terlihat besar," katanya.

Panji lantas membeberkan lebih lanjut mengenai spesies ular semacam itu dan juga bagaimana penyebarannya di Nusantara. Memangnya seberapa besar sih ular-ular di Indonesia?

"Sanca kembang adalah ular piton terpanjang di dunia dan Indonesia adalah salah satu habitat terbesar ular ini. Ular sanca bisa berkembang hingga panjang meksimal 11 meter," ucap Panji.

Panji juga mengatakan bahwa ular sanca bisa ditemukan di hutan-hutan yang jauh dari jangkauan manusia. Sebut saja hutan-hutan yang berada di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

"Ular besar atau bisa disebut giant python biasanya hidup di hutan yang jauh dari kehidupan manusia. Ular piton ini bisa kamu temukan di Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Sulawesi," tambahnya.

Bicara tentang ular besar, terdapat beberapa jenis ular besar yang ada di Indonesia. Dan keberadaanya tersebar di penjuru Indonesia.

"Selain ular sanca yang panjangnya mencapai 11 meter, di Indonesia juga ada ular Python Bivittatus atau dikenal dengan Sanca Bodo. Ular ini bisa berkembang hingga 8 meter dan banyak ditemukan di Jawa dan Sulawesi," ucapnya menjelaskan.

"Selanjutnya juga ada king kobra, ular besar dengan bisa mematikan. Ular ini bisa berkembang sepanjang 6 meter dan banyak ditemukan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jawa dan Bali. Selebihnya adalah ular-ular berukuran kecil yang berbisa dan tidak berbisa," paparnya.

Terkait dengan ular "raksasa", Panji pun mengungkapkan bahwa beberapa daerah di Indonesia memang menyebut ular yang tumbuh tidak biasa, alias berukuran superbesar, memang lazim dikait-kaitkan dengan legenda dan punya panggilan masing-masing.

"Di daerah-daerah tertentu, ular piton dengan keadaan khusus yang tumbuh secara tidak biasa atau normal disebut atau dikaitkan dengan sosok raja piton, ular jin, atau ular legenda. Namun sebenarnya sosok raksasa itu mengarah ke ular sanca tadi, yang panjangnya bisa mencapai 11 meter," kata Panji.

Ular terbesar di dunia adalah anaconda. Terkait itu, Indonesia juga punya ular Boa yang mirip dengan anaconda. Ukurannya tidak sebesar anakonda dan memiliki habitat di kawasan Indonesia bagian timur.

"Kita punya spesies yang mirip dengan anaconda, namun ukurannya tidaklah sebesar anaconda, yaitu ular Boa. Ular ini bisa tumbuh sepanjang dua meter dengan lingkar badan 10 cm. Sedangkan dari segi panjang, ular Indonesia yang mirip dengan anaconda yaitu ular piton tadi," papar Panji.