Senin, 23 Desember 2019

Melepas Lelah di Pantai Nipah-nipah, Ancolnya Ibu Kota Baru

Kalau Jakarta punya Ancol, maka ibu kota baru punya Pantai Nipah-nipah yang tak kalah indah. Cocok banget buat melepas lelah!

Presiden Jokowi sudah mengumumkan bahwa ibu kota Indonesia akan pindah. Dari Jakarta akan berganti jadi sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan juga sebagian Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Nah, ternyata Kabupaten Penajam Paser Utara punya sedikit kemiripan dengan Jakarta. Sama-sama terletak di tepi laut dan punya garis pantai yang panjang.

Traveler pun bisa melepas lelah di salah satu pantai yang ada di Penajam Paser Utara. Namanya Pantai Nipah-nipah. Tim Jelajah Ibu Kota Baru detikcom berkunjung ke kawasan pantai ini pekan lalu.

Saat saya datang, suasana pantai sangat lengang. Bisa dikatakan sepi dari pengunjung. Wajar, karena saat itu hari kerja dan jarum jam menunjukkan pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Pantainya sendiri memiliki kontur yang landai dan memanjang dari ujung ke ujung. Saya perkirakan panjangnya mencapai ratusan meter. Pasir pantainya putih dan halus, walaupun ada juga bagian pantai yang pasirnya berwarna agak kecokelatan.

Sempat ada sedikit rasa bingung saat saya melihat papan nama kekinian yang terpasang di tepi pantai. Papan itu bertuliskan Pantai Sipakario, bukan Pantai Nipah-nipah. Saya berada di lokasi yang tepat atau salah tempat?

Pertanyaan saya terjawab setelah bertemu dengan Pak Subair, salah seorang pengelola pantai ini. Ternyata nama pantai ini memang Sipakario dan letaknya berada di Kelurahan Nipah-nipah. Jadi jangan heran kalau pantai ini punya 2 nama.

"Namanya Pantai Sipakario. Itu ada artinya. Dalam bahasa kami, Sipakario artinya sifat yang memberikan kesenangan. Lokasi pantai ini ada di Kelurahan Nipah-nipah, sering disebut Pantai Nipah-nipah ini sudah," kata Subair, Pengelola Kelompok Sadar Wisata Pantai Sipakario kepada Tim detikcom.

Sehari-hari, Subair mengelola pantai ini. Sudah 2 tahun ke belakang Pantai Sipakario dibuka dan banyak menarik minat wisatawan lokal. Paling ramai tentunya di hari libur, baik itu libur weekend, libur hari raya, maupun hari besar lainnya.

"Sejak 2 tahunan ini mulai ramai pengunjung dari luar. Kebanyakan anak-anak muda, masyarakat khususnya dari Penajam Paser Utara (PPU). Ada juga yang dari luar kota, Samarinda, Balikpapan karena pantai ini yang terdekat di Kota Penajam," imbuh Subair.

Di pantai ini ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan traveler. Selain bersantai dan main air, traveler bisa foto-foto narsis di beberapa spot kekinian yang sudah disediakan pengelola. Di setiap spot foto, traveler cukup mengeluarkan uang Rp 2.000 saja buat foto-foto. Murah kan?

Selain itu, traveler juga bisa menyewa sampan untuk berkeliling atau bisa juga menyewa ban kalau mau main air di pantai. Tapi di waktu musim selatan seperti sekarang ini, kedua kegiatan itu tidak dianjurkan.

Terkait pemindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Subair pun menyambutnya dengan gembira. Itu berarti makin banyak orang yang berkunjung dan dia pun makin mendapat untung dari membuka warung di pinggir pantai.

"Senang. Makin banyak pengunjung. Makin banyak orang, makin bagus karena selama ini kita ibaratnya swadaya, jadi ya ala kadarnya. Dari Dinas Pariwisata Penajam Paser Utara belum ada perhatian," pungkasnya.

Patung Jendral Soedirman 'Penjaga' Selatan Indonesia

Tiap wilayah di Indonesia punya patung Jendral Soedirman. Namun satu yang spesial, adalah patung Jendral Soedirman di pulau paling selatan Indonesia ini!

20-26 Agustus 2019, tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjelajahi Kabupaten Rote Ndao di NTT. Kabupatennya berupa kepulauan dengan total 96 pulau. Namun, hanya 7 pulau yang berpenghuni dengan Pulau Rote sebagai yang paling besar.

Terdapat 10 kecamatan di Rote Ndao. Tiap kecamatan punya potensi dan tempat wisata yang beragam.

Namun tahukah kamu, pulau paling selatan Indonesia di Kabupaten Rote Ndao bernama Pulau Ndana. Pulau yang tak berpenghuni penduduk, hanya ditempati oleh sekitar 30-an personil Satgas (Satuan Tugas) Pengamanan Pulau Terluar dari kesatuan TNI.

Pulau Ndana sejatinya destinasi wisata yang indah. Pulau ini punya ombak yang menggoda untuk surfing, pesisir pantai putih nan halus, padang savana luas sampai danau berwarna merah.

Ada satu hal menarik lainnya di Pulau Ndana. Suatu patung Jendral Soedirman yang menghadap ke lautan lepas, Samudera Hindia!

"Ini namanya Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman. Diresmikan tanggal 1 Agustus 2010 oleh Jendral TNI Djoko Santoso saat itu," ujar Kapten Marinir Komandan Satgas Pulau Terluar Pulau Ndana, Agus Dwi Wibowo yang menemani tim Tapal Batas detikcom di Pulau Ndana.

Patungnya menjulang tinggi nan gagah. Menggambarkan sosok Jendral Soedirman, pahlawan pejuang yang begitu hebat kisah-kisah perjuangannya.

Patung Jendral Soedirman ini pun tak jauh dari markas Satgas (Satuan Tugas) Pengamanan Pulau Terluar. Posisinya di tengah padang savana, dekat pantai.

"Coba baca itu mas ada tulisannya," kata Agus kepada saya.

Di bagian bawah patungnya, terdapat kutipan amanat Jendral Soedirman. Suatu amanat untuk mengikrarkan sumpah anggota pimpinan tentara pada tanggal 25 Mei 1946 di Yogyakarta.

'Sanggup mempertahankan kedaulatan dan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah yang penghabisan. Sanggup taat dan tunduk pada pemerintah negara republik, yang menjalankan kewajibannya, menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan mempertahankan kemerdekaannya sebulat-bulatnya,' begitu tulisannya.

Lanjutan tulisan kutipannya pun membuat jiwa patriot saya terpanggil...

'Sejengkal tanahpun tidak akan kita serahkan kepada lawan, tapi akan kita pertahankan habis-habisan,'.

"Patung Jendral Soedirman ini menghadap ke Samudera Hindia, di paling selatan Indonesia dan seberangnya adalah Australia. Patung ini seolah penjaga selatan terdepan bangsa ini," papar Agus.

"Artinya, semangat Panglima Besar Jendral Soedirman ada pada diri kami, kesatuan TNI yang bertugas di sini. Tentu, pulau ini akan kita pertahankan dan kita jaga habis-habisan tanpa kompromi," tegasnya.

Mendengar hal tersebut, saya bergetar. Memang, patung Jendral Soedirman ini adalah hanya patung biasa. Tapi tentu, memunculkan semangat pada kesatuan TNI yang bertugas di Pulau Ndana dan membakar jiwa nasionalisme dalam jiwa bagi yang melihatnya.

"Tugas TNI adalah menjaga keutuhan NKRI, sedangkan tugas anak muda adalah memberikan prestasi," tutup Agus.