Senin, 23 Desember 2019

Kisah Masjid di Pulau Rote, Dibangun Pakai Telur dan Gula

Inilah masjid paling selatan di Indonesia, yang berada di Pulau Rote. Masjid An-Nur namanya, yang di zaman dulu dibangun pakai telur dan gula pasir.

20-26 Agustus 2019, tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjelajahi Kabupaten Rote Ndao di NTT. Kabupatennya berupa kepulauan dengan total 96 pulau. Namun, hanya 7 pulau yang berpenghuni dengan Pulau Rote sebagai yang paling besar.

Terdapat 10 kecamatan di Rote Ndao. Tiap kecamatan punya potensi dan tempat wisata yang beragam.

Bicara soal peninggalan bersejarah alias cagar budaya, Rote juga punya. Salah satunya adalah Masjid An-Nur yang berada di Kota Ba'a, Kecamatan Lobalain.

"Masjid ini berdirinya pada tanggal 5 bulan 8 tahun 1928 merupakan masjid tertua di Rote," kata pengurus Masjid An-Nur, Muhammad Ali.

Namun Ali menjelaskan, sebelumnya di tahun 1700-an sudah berdiri masjid di Rote. Hanya saja kala itu masjidnya dibongkar.

"Tidak ada referensi sejarah yang pasti mengenai hal itu, jadilah Masjid An-Nur ini sebagai yang tertua usianya di Rote dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini," terangnya.

Masjid An-Nur punya 1 menara menjulang tinggi. Dulunya menara tersebut digunakan sebagai tempat adzan. Sedangkan bangunan masjidnya, luasnya sekitar 700 meter persegi.

"Masjid An-Nur mampu menampung 200 jamaah. Salat 5 waktu berjamaah dilakukan di sini," kata Ali.

Usut punya usut, Ali adalah keturunan dari Ismail bin Abdullah, yang membangun Masjid An-Nur. Dia menjelaskan, Ismail bin Abdullah adalah orang Bugis dan berasal dari Makassar. Ismail bin Abdullah suka berlayar untuk berdagang hingga sampai ke Rote.

Saat ke Rote, Ismail bin Abdullah tidak melihat ada masjid. Setelah itu, dia pulang ke Makassar, membuat sketsa masjid dan kembali lagi ke Rote untuk membangun masjid.

"Makanya, bentuk masjidnya seperti masjid-masjid di Makasssar," terang Ali.

Ali menjelaskan, bahan bangunan sebagai perekat yang digunakan untuk membangun Masjid An-Nur di kala itu sangatlah tradisional. Masih pakai gula dan telur!

"Gula, telur dan pasir dicampur dan diaduk sebagai perekat. Begitu terus dilakukan setiap hari," ungkap Ali.

Sejak tahun 1992, Masjid An-Nur sudah didaftarkan dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dilindungi Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Sekarang juga disebut sebagai Masjid Tua Rote. Di Kabupaten Rote Ndao sendiri, ada 11 masjid di sini," terang Ali.

Masjid An-Nur pun boleh didatangi wisatawan. Begitu mudah datang ke masjid ini, karena lokasinya di pusat Kota Ba'a yang merupakan kota terbesar di Rote.

Kota Ba'a punya banyak fasilitas penunjang pariwisata, termasuk tersedianya ATM BRI untuk menarik uang tunai. Sehingga wisatawan yang datang ke Rote, bisa ambil uang dulu di Kota Ba'a kemudian lanjut ke berbagai destinasi lainnya.

Kisah Cinta Abadi di Taman Bunga Rozelin

 Ada satu taman bunga cantik di tengah ibu kota baru Indonesia, yaitu Taman Bunga Rozelin. Ada kisah cinta abadi di balik indahnya taman ini. Penasaran?

Di Kota Penajam Paser Utara, tepatnya di Kilometer 9 Nipah-nipah, ada sebuah taman cantik yang menarik perhatian traveler. Dari kejauhan taman ini bak oase segar yang mengundang traveler untuk mampir dan sekedar beristirahat.

Di bagian gapura taman tertulis besar-besar nama dari taman cantik ini: Taman Bunga Rozeline. Tim Jelajah Ibu Kota Baru detikcom pun tak melewatkan kesempatan untuk mampir sejenak. Apalagi saat itu masih pagi sekali. Udaranya sangat segar. Cocok banget buat berolahraga ringan.

Rasa penasaran saya terusik terkait nama taman ini, Taman Bunga Rozeline. Siapakah gerangan Rozeline itu?

Basri, driver sekaligus pemandu saya hari itu, menjelaskan bahwa nama Rozeline di taman bunga ini diambil dari nama istri Bupati Penajam Paser Utara terdahulu yang kini sudah tiada.

"Nama taman ini diambil dari nama istri Bupati Penajam Paser Utara sebelum yang sekarang, Bu Roslina. Beliau meninggal karena sakit kalau tidak salah," kisah Basri.

Dari penelusuran detikcom, rupanya yang dimaksud oleh Basri adalah Ibu Andi Roslina Harahap, istri dari Andi Harahap, Bupati Penajam Paser Utara periode tahun 2008-2013. Sang istri, Roslina, meninggal dunia tepat di momen hari Ibu pada 22 Desember 2014 silam karena sakit.

Minggu, 22 Desember 2019

Nusa Penida Makin Menarik untuk Wisata Religi Warga Bali

Nusa Penida bukan hanya menarik untuk wisman. Warga Bali pun pergi ke sana untuk wisata religi. Kapal wisata besar semakin dibutuhkan.

"Sejak 2015 berkembang wisata religi untuk warga Bali ke Nusa Penida, Warga lokal menyeberang ke Nusa Penida untuk wisata religi sembahyang," kata I Made Sinta, pemilik dealer mesin kapal Suzuki dan galangan Sinta Marine di sela Acara Seaventure 2019 di Gili Trawangan, Senin (23/9/2019) malam.

Banyak warga Nusa Penida merantau ke Bali untuk bekerja. Saat Hari Raya Galungan mereka pulang kampung.

"Sekarang permintaan untuk boat besar semakin banyak, kapasitas 80 orang ke atas. Kalau boat kecil, lama untuk mengurai penumpangnya," kata Sinta.

Selain perantau balik kampung, sekarang makin banyak umat Hindu dari berbagai daerah di Bali sengaja wisata religi sembahyang ke Nusa Penida. Ada banyak destinasi pura yang menarik di sana.

"Paling banyak ke Pura Dalem Ped dan banyak pura unik di sana. Ada yang bentuknya mobil (Pura Paluang-red)," kata dia.

Dalam sehari, satu operator bisa melakukan 10 perjalanan PP dari pagi sampai sore. Hanya butuh perjalanan sekitar 30 menit untuk menyeberang dari Bali ke Nusa Penida.

5 Destinasi Wisata Indonesia yang Mirip dengan di Luar Negeri

Beberapa destinasi wisata di Indonesia berikut ini punya kemiripan, dan tidak kalah keren, dengan yang ada di luar negeri. Ada yang mirip dengan pemandangan di Selandia Baru, bahkan Stonehenge di Inggris.

1. Bukit Bikum

Bukit Bikum akan membuat kamu merasa berada di New Zealand atau Selandia Baru. Bertempat di Mollo Utara, NTT yang dikelilingi oleh bukit-bukit kecil yang indah. Tempat ini kerap disebut sebagai negeri seribu bukit, nah salah satu bukit cantiknya ialah Bikium.

Warna dari bukit ini akan berubah seiring pergantian musim. Saat kemarau, rumput Bukit Bikum akan berwarna coklat keemasan. Pemandangan langit yang biru dan bukit yang indah bisa menjadi tempat refreshing buat traveler.

2. Asia Farm

Pekanbaru punya wisata yang bisa buat traveler merasa jalan-jalan keliling Eropa dan Jepang dalam 1 hari. Asia Farm, wisata yang baru di buka pada April 2019 ini menawarkan pemandangan layaknya Eropa dan Jepang.

Ketika masuk ke Asia Farm, traveler akan menemukan kincir angin besar berwarna merah bak Hay day di Belanda. Ada juga jalan kecil dengan bangunan ala Swiss, di sini ada rumah-rumah kecil layaknya perdesaan di Eropa.

Pada zona Jepang, traveler bisa menemukan bangunan khas Kuil Shinto yang cantik dikelilingi taman zen serta air terjun. Tiket untuk masuk ke sini adalah Rp 25.000/orang beserta welcome drink. Khusus bagi pekerja wanita gratis 1 tiket dengan menunjukkan id card.

3. Monumen Kediri

Tidak usah jauh-jauh ke paris untuk bisa melihat Monumen Arc de Triomphe yang memukau. Kediri punya monumen indah mirip dengan yang ada di Paris.

Monumen ini bernama Simpang Lima Gumul. Karena kemiripannya, monumen ini dijuluki Paris van Java.

Tak kalah megah dengan yang ada di paris, monumen ini dibangun dengan ornamen ukiran budaya Jawa dengan tulisan 'Kediri Lagi'. Seolah mengucapkan selamat datang dan ajakan untuk mengunjungi kota ini kembali.

4. Atlantis Land Ken Park

Ingin ke Disneyland tapi belum kesampaian? Kamu bisa ke Surabaya nih traveler. Di sini ada Atlantis Land Ken Park yang punya theme park mirip Disneyland. Ada bangunan kastil seperti di negeri dongeng.

Selain bangunan kastil, ada petualangan dunia dinosaurus, traveler akan merasa seperti di zaman purba. Ada juga museum para ilmuwan dunia, seperti Alexander Graham Bell, Albert Einstein, dan lain sebagainya.

Tempat seru lain adalah istana es yang memiliki pemandangan kutub utara yang punya istana es. Suhu ruangannya juga dingin, mencapai 15 derajat celcius.

5. Betoh So'on

Mirip dengan Stonehenge di Inggris, Betoh So'on terletak di Desa Solor, Bondowoso. Betoh So'on yaitu batuan jenis andesit yang tinggi menjulang bak menara yang terletak di dasar lembah.

Memasuki kawasan Solor, banyak panorama indah yang bisa traveler dapatkan. Tentunya traveler akan menemukan bukit berbatu setinggi 15-30 meter yang tersusun rapi menumpuk ke atas, ya itu dia Betoh So'on.

Tidak ada yang tahu, asal batu-batu dan bagaimana bisa tersusun rapi. Diperkirakan batu-batu in telah tersusun secara alami sejak ribuan tahun lalu loh traveler.