Minggu, 22 Desember 2019

90 Detik Penuh Horor, Saat Pesawat Terjun Bebas 30.000 Kaki

Sekadar saran di awal, jangan lanjutkan membaca jika Anda gampang trauma. Ini kisah sebuah pesawat yang mendadak sempat terjun bebas hampir 30.000 kaki, memunculkan 90 detik penuh horor.

Dilansir CNN, Selasa (24/9/2019), penumpang dalam penerbangan Delta Air Lines yang mengalaminya pada minggu lalu. Mereka ketakutan ketika pesawat mendadak kehilangan ketinggian dari 39.000 kaki ke 10.000 kaki. Artinya, pesawat itu terjun bebas nyaris 9.144 meter (9,1 km) secara drastis.

Kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, pesawat ini mengalami gangguan tekanan kabin selama perjalanan. Penerbangan itu tinggal landas dari Atlanta menuju ke Fort Lauderdale tetapi kemudian dialihkan ke Tampa.

Delta mengatakan bahwa pilot mengeluarkan masker oksigen untuk para penumpang. Ia mengakui bahwa ada penurunan pesawat dengan cepat namun situasi masih terkontrol. Pesawat itu pada akhirnya mendarat dengan selamat di Tampa.

"Masker udara, masker oksigen jatuh dari bagian atas pesawat. Kekacauan terjadi di antara para penumpang," kata salah satu penumpang, Harris Dewoskin.

Salah satu pramugari berulang kali mengatakan kepada penumpang melalui pengeras suara agar tidak panik. Tapi itu tidak membuahkan hasil.

"Jelas ini adalah momen yang menegangkan dan banyak orang yang sulit bernapas hingga bernapas sangat keras," kata Dewoskin.

Seorang penumpang begitu takut sehingga dan dia mulai memeluk putranya. Ia memberitahu bahwa dia sangat menyayanginya.

"Kejadian itu selama 60 hingga 90 detik yang menakutkan di mana kami tidak benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Pada ketinggian 15.000 kaki di udara, itu adalah saat yang menakutkan," kata Dewoskin.

Melihat Bali di Water Park Terbesar Dunia

Rasanya keindahan Bali memang bikin siapa pun jatuh hati, tak terkecuali Jerman. Punya water park terbesar dunia, Jerman seperti hendak membangun Bali di dalamnya.

Water park terbesar dunia ada di Jerman, namanya Tropical Islands Resort. Taman rekreasi air ini adalah pulau buatan di Krausnick, Jerman.

Diintip detikcom dari situs resminya, Selasa (24/9/2019) Tropical Islands Resort berada 60 km dari selatan Kota Berlin. Kira-kira satu jam dengan menggunakan kendaran.

Dulunya area water park ini adalah hanggar pesawat. Setelah tidak berfungsi lagi, sebuah perusahaan Malaysia membeli tanah ini.

Idenya adalah hutan hujan buatan terbesar dunia yang dibuka selama 24 jam penuh. Kapasitasnya bisa mencapai 6.000 pengunjung dalam satu waktu.

Seperti namanya, water park ini punya sekitar 5.000an pepohonan tropis di balik dome transparan. Agar lebih mirip dengan pulau tropis, taman ini juga membangun laut buatan dengan pasir putih dan laguna.

Untuk menambah kesan Bali, Tropical Islands Resort mendirikan spot Tropical Village. Inilah sudut pedesaan tropis Bali yang jadi primadona.

Di Tropical Village, wisatawan bisa melihat Bali Pavilion, Bali Temple Gate, Borneo Longhouse, Samoa Fale dan Wayang Tahap. Tidak ingin membuat pengunjung kecewa, wisatawan diberikan hiburan berupa Tropical Variety Show.

Layaknya pulau pribadi, traveler diberikan pilihan untuk bisa wisata kuliner di 13 restoran dan bar. Untuk anak-anak ada area khusus bernama Tropical Islands AMAZONIA Zone.

Jadi yang terbesar dunia sebenarnya cukup untuk menarik wisatawan. Tapi Tropical Island Resort juga ingin menantang pengunjungnya untuk menguji nyali di menara perosotan tertinggi Jerman.

Menara perosotan ini punya tinggi 27 meter dengan panjang slide 149 meter. Turunan dan belokannya bikin kamu puas untuk berteriak.

Selain itu, wisatawan juga bisa melihat pulau buatan ini dari ketinggian dengan balon udara. Terbayang dong betapa besarnya water park ini.

Tetap beroperasi sepanjang tahun, Tropical Island Resort dibuat tetap hangat dengan temperatur 26 derajat celcius. Angin, kicauan burung dan kesejukan ala pulau tropis membuat pengunjung lupa kalau ini semua adalah buatan.

Menyelamatkan Peninggalan Pangeran Cakrabuwana

Pemerintah Cirebon sedang berusaha menggali potensi budaya di wilayahnya. Beberapa langkah dilakukan, salah satunya mengumpulkan koleksi-koleksi benda sejarah.

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon tengah fokus menggali potensi benda-benda bersejarah untuk melengkapi koleksi Museum Pangeran Cakrabuwana Cirebon.

Sebab, koleksi benda bersejarah di Museum Pangeran Cakrabuwana masih minim. Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon Hartono mengatakan salah satu upaya untuk menggali potensi benda bersejarah dengan membentuk wadah bagi guru seni dan budaya di Kabupaten Cirebon.

"Ini bertujuan untuk menggali potensi yang belum ada di Pangeran Cakrabuwana. Keinginan kami melalui simpul guru seni dan budaya barangkali mereka memiliki informasi koleksi baik di sekolah, maupun desa masing-masing. Kita akan koordinasi untuk jadi tambahan koleksi di museum," kata Hartono kepada detikcom usai acara seminar tentang museum di kantor Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (24/9/2019).

Hartono tak menampik koleksi benda bersejarah yang ada di museum masih belum lengkap. Ia mengaku masih banyak benda bersejarah yang berada di luar museum.

"Isi museum menurut kami masih harus diisi, belum komplit. Kami sedang mencari. Contohnya jenis keris. Baru ada beberapa keris khas Cirebon, harusnya itu minimalnya ada 50 jenis keris khas Cirebon dilihat dari kerangka dan gagangnya," katanya.

Lebih lanjut, Hartono mengatakan koleksi benda bersejarah yang menyangkut seni dan budaya Cirebon diharapkan bisa menjadi media belajar pelajar Cirebon. Sehingga, lanjut dia, pelajar Cirebon bisa lebih mencintai budaya Cirebon dibandingkan budaya lain.

"Jangan sampai tahu budaya daerah lain, tapi lupa budaya sendiri," ucapnya.

"Saat ini museum yang ada itu sifatnya untuk seni dan budaya. Karena lahannya belum represtatif. Kita sedang merancang untuk pembangunan museum lagi di wilayah Sumber, nanti sifatnya lebih umum," tambah Hartono.

Di tempat yang sama, Budayawan Cirebon Raffan S Hasyim mengatakan Museum Pangeran Cakrabuwana Cirebon memiliki keunggulan koleksi wayang, seperti wayang golek cepak, wayang kulit dan lainnya. "Memang koleksi di sini belum berseri, ke depannya berseri semua ada wayang, topeng, gerabah dan lainnya. Ya masih bertahap," kata budayawan yang akrab disapa Opan itu.

Opan juga tak menampik pihak Museum Pangeran Cakrabuwana terbilang lambat memburu koleksi wayang dibandingkan negara lain.

"Kalau kita bandingkan dengan yang lain kita ketinggalan. Belanda itu sudah mengumpulkan koleksi wayang sejak tahun 70-an. Kita kalah. Sedangkan Jerman tahun 90-an sudah memburu wayang Indonesia. Nah, daripada kita tidak punya koleksi sisa yang ada kita kumpulkan dan tampung," katanya.

90 Detik Penuh Horor, Saat Pesawat Terjun Bebas 30.000 Kaki

Sekadar saran di awal, jangan lanjutkan membaca jika Anda gampang trauma. Ini kisah sebuah pesawat yang mendadak sempat terjun bebas hampir 30.000 kaki, memunculkan 90 detik penuh horor.

Dilansir CNN, Selasa (24/9/2019), penumpang dalam penerbangan Delta Air Lines yang mengalaminya pada minggu lalu. Mereka ketakutan ketika pesawat mendadak kehilangan ketinggian dari 39.000 kaki ke 10.000 kaki. Artinya, pesawat itu terjun bebas nyaris 9.144 meter (9,1 km) secara drastis.

Kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, pesawat ini mengalami gangguan tekanan kabin selama perjalanan. Penerbangan itu tinggal landas dari Atlanta menuju ke Fort Lauderdale tetapi kemudian dialihkan ke Tampa.

Delta mengatakan bahwa pilot mengeluarkan masker oksigen untuk para penumpang. Ia mengakui bahwa ada penurunan pesawat dengan cepat namun situasi masih terkontrol. Pesawat itu pada akhirnya mendarat dengan selamat di Tampa.

"Masker udara, masker oksigen jatuh dari bagian atas pesawat. Kekacauan terjadi di antara para penumpang," kata salah satu penumpang, Harris Dewoskin.

Salah satu pramugari berulang kali mengatakan kepada penumpang melalui pengeras suara agar tidak panik. Tapi itu tidak membuahkan hasil.

"Jelas ini adalah momen yang menegangkan dan banyak orang yang sulit bernapas hingga bernapas sangat keras," kata Dewoskin.

Seorang penumpang begitu takut sehingga dan dia mulai memeluk putranya. Ia memberitahu bahwa dia sangat menyayanginya.

"Kejadian itu selama 60 hingga 90 detik yang menakutkan di mana kami tidak benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Pada ketinggian 15.000 kaki di udara, itu adalah saat yang menakutkan," kata Dewoskin.