Minggu, 22 Desember 2019

Cantiknya Pulau Matan yang Mengalahkan Mantan

Tanah Papua dikenal dengan alam yang masih asri dan alami. Di sana ada Pulau Matan, pulau cantik dengan laut memikat. Mantan mah lewat!
Papua Barat itu tidak cuma Raja Ampat. Banyak banget keindahan alam yang bisa kalian temui di sini. Baik yang berpenghuni maupun gak berpenghuni. Biasanya makin jauh perjalanan, makin tersembunyi, maka makin indah pula destinasinya. Misalnya Pulau cantik yang satu ini, Pulau Matan.

Perjalanan ke Pulau Matan membutuhkan Waktu sekitar 2 jam dari Sorong dengan menggunakan kapal kecil. Kurang lebih kalian harus menyiapkan biaya sekitar 900 Ribu untuk menyewa 1 kapal. Tenang Guys, 1 kapal itu bisa muat 10-15 kepala, jadi bisa patungan biar lebih murah.

Seperti yang saya bilang tadi, perjalanan butuh waktu sekitar 2 jam dengan ombak yang lumayan. Sebelum sampai di Pulau Matan, kami singgah terlebih dahulu ke Pulau Jefman. Pulau Jefman terletak di Distrik Salawati, Kabupaten Raja Ampat.

Di sini terdapat Bandar Udara yang sudah tak terpakai lagi. Bandara ini dulunya adalah bandara pertama di Papua Barat. Bandara Jefman ini dibuat pada saat zaman Perang Dunia ke II bersama dengan Bandara di Biak.

Bandara Jefman terakhir beroperasi tahun 2004 sebelum akhirnya dipindah ke Bandara Dominik Eduard Osok (DEO) di Kota Sorong. Jadi dulu kalau mau ke Sorong harus lewat bandara ini dulu, terus nyebrang lagi pakai speedboat kalau mau ke Kota Sorong. Untungnya sekarang akses jadi semakin mudah karena bandara yang baru ada di tengah kota.

Sekitar 10 menit dari Pulau Jefman, tibalah kami di Pulau Matan. Sungguh beruntung, karena Pulau Matan sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Salah satu rekan saya sudah berkali-kali kesini, tapi katanya inilah yang paling bagus kondisinya.

Lihat aja gambar di atas. Dengan sinar matahari yang bersinar terang, membuat air laut memunculkan warna gradasi Turquoise yang indah dan memanjakan mata. Segar, buat kalian ingin segera berenang jangan lupa pakai Sunblock karena cuaca yang terik sekali.

Di sini juga kaya akan keanekaragaman ekosistem laut. Misalnya bintang laut berwarna biru ini.

Hampir seluruh destinasi pulau di Papua Barat memiliki barisan Karang indah yang menyelimuti Pulau utamanya. So, hati-hati dengan karang disini ya kalau mau berenang. Bersenang-senang itu hal yang wajar untuk dilakukan, tapi jangan lupa untuk jaga keselamatan juga.

Air Terjun Tertinggi di Jawa Memesona Netizen Dunia

 Air Terjun Madakaripura tengah viral setelah seorang pembuat film asing mengambil gambar air terjun itu pakai drone, sekaligus memperlihatkan pesonanya.

Andres Aguilera Morillas, demikian nama pembuat konten itu. Pria asal Spanyol ini mengabadikan keindahan Air Terjun Madakaripura dengan memainkan perangkat drone-nya.

Diintip detikcom dari Twitternya, Selasa (24/9/2019), Andres mengabadikan air terjun dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia menggunakan drone dan menerbangkannya menelusuri aliran air terjun setinggi hampir 200 meter ini.

Awalnya drone terbang dari bawah menuju puncak air terjun. Kemudian drone pun menukik 90 derajat ke arah bawah mengikuti aliran air terjun. Hampir sampai di dasar, Andres pun membelokkan drone menelusuri lembah air terjun. Video yang dihasilkan pun sangat indah.

Video yang dia bagikan di Twitter ini pun menjadi perhatian netizen. Banyak yang kagum akan keindahan Air Terjun Bahkan banyak akun yang me-reply dan mencuitkan ulang video epik ini. Netizen, baik asing maupun Indonesia, mengomentari keindahan karya drone Andres Aguilera Morillas yang dianggap mampu menangkap pesona Air Terjun Madakaripura seutuhnya.

Perlu traveler ketahui, Air Terjun Madakaripura merupakan air terjun setinggi hampir 200 meter yang tersembunyi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ini adalah air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan nomor 2 tertinggi di Indonesia.

Keindahan Air Terjun Madakaripura bukanlah rahasia lagi. Mengalir di lembah yang sangat hijau dengan lereng tebing, membuat foto yang dihasilkan di sana sangat instagramable.

Air Terjun Madakaripura berada di antara perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan. Warga lokal menyebutnya juga sebagai 'air terjun abadi', karena air di alirannya tak pernah kering walaupun di musim kemarau.

Kamu sudah ke sini?

Sudah Tahu? Motif Macan Tutul bagaikan Sidik Jari Manusia

 Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) adalah kawasan hutan hujan tropis terbesar di Pulau Jawa. Dengan luas 87.699 hektar TNGHS dihuni berbagai spesies langka, salah satunya Macan Tutul Jawa atau dikenal dengan sebutan Panthera pardus Melas.

Untuk memantau populasi hewan tersebut, Balai TNGHS seringkali melakukan pemantauan di beberapa lokasi melibatkan sejumlah pakar di bidang geologi dan konservasi. Resort Cikaniki Balai TNGHS di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditetapkan sebagai lokasi khusus yang berfungsi sebagai area kontrol.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah populasi hewan langka tersebut. Menurut informasi Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Wardi Septiana, bersumber pada data hasil Camera Trap tahun 2016 ada 68 individu macan tutul.

"Untuk jenis satwa ini, tidak ada data yang pasti atau absolut semua yang ada saat ini masih berdasarkan pada dugaan semua. Tidak ada yang bisa memastikan berapa jumlah mereka di kawasan TNGHS," kata Senjaya Baru, Pengendali Ekosistim Hutan (PEH) pada urusan Konservasi Keanekaragaman Hayati TNGHS, kepada detikcom, Senin (23/9/2019).

Pantauan itu sendiri didapat berdasarkan data camera trap. Disebutkan bahwa sosok macan tutul yang tertangkap alat tersebut bisa teridentifikasi lewat motif pada tubuhnya. Seperti halnya sidik jari manusia, motif ini rupanya berbeda pada masing-masing macan tutul. Walhasil, penampakan motif pun bisa mengestimasi jumlah macan tutul di sana.

Macan tutul juga diketahui sebagai spesies yang nocturnal. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu siang untuk tidur di atas pohon besar dan menjadi sangat aktif menjelang petang dan akan terus berburu di malam hari sampai menjelang pagi.

"Pada umumnya Macan Tutul mencari mangsa pada senja hingga malam hari, jarang mereka berburu pada siang hari. Waktu aktif Macan Tutul mengadakan perburuan adalah antara pukul 15.00 sampai 20.00 dan antara pukul 03.00 sampai 06.00, jadi tidak selalu dalam keadaan gelap," lanjut pria yang akrab disapa Kang Jaya tersebut.

Hasil penelitian yang pernah dilakukan di TNGHS menggunakan Camera trap menunjukkan bahwa waktu aktif macan berfluktuasi sesuai dengan kondisi habitatnya. Waktu aktif macan yang diketahui di TNGHS adalah pagi jam 6:00 - 9:00 serta sore hari jam 15:00-18:00 WIB. Aktivitas macan paling rendah pada siang hari, setelah jam 9:00 hingga sebelum jam 15:00 WIB.

Cantiknya Pulau Matan yang Mengalahkan Mantan

Tanah Papua dikenal dengan alam yang masih asri dan alami. Di sana ada Pulau Matan, pulau cantik dengan laut memikat. Mantan mah lewat!
Papua Barat itu tidak cuma Raja Ampat. Banyak banget keindahan alam yang bisa kalian temui di sini. Baik yang berpenghuni maupun gak berpenghuni. Biasanya makin jauh perjalanan, makin tersembunyi, maka makin indah pula destinasinya. Misalnya Pulau cantik yang satu ini, Pulau Matan.

Perjalanan ke Pulau Matan membutuhkan Waktu sekitar 2 jam dari Sorong dengan menggunakan kapal kecil. Kurang lebih kalian harus menyiapkan biaya sekitar 900 Ribu untuk menyewa 1 kapal. Tenang Guys, 1 kapal itu bisa muat 10-15 kepala, jadi bisa patungan biar lebih murah.

Seperti yang saya bilang tadi, perjalanan butuh waktu sekitar 2 jam dengan ombak yang lumayan. Sebelum sampai di Pulau Matan, kami singgah terlebih dahulu ke Pulau Jefman. Pulau Jefman terletak di Distrik Salawati, Kabupaten Raja Ampat.

Di sini terdapat Bandar Udara yang sudah tak terpakai lagi. Bandara ini dulunya adalah bandara pertama di Papua Barat. Bandara Jefman ini dibuat pada saat zaman Perang Dunia ke II bersama dengan Bandara di Biak.

Bandara Jefman terakhir beroperasi tahun 2004 sebelum akhirnya dipindah ke Bandara Dominik Eduard Osok (DEO) di Kota Sorong. Jadi dulu kalau mau ke Sorong harus lewat bandara ini dulu, terus nyebrang lagi pakai speedboat kalau mau ke Kota Sorong. Untungnya sekarang akses jadi semakin mudah karena bandara yang baru ada di tengah kota.

Sekitar 10 menit dari Pulau Jefman, tibalah kami di Pulau Matan. Sungguh beruntung, karena Pulau Matan sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Salah satu rekan saya sudah berkali-kali kesini, tapi katanya inilah yang paling bagus kondisinya.

Lihat aja gambar di atas. Dengan sinar matahari yang bersinar terang, membuat air laut memunculkan warna gradasi Turquoise yang indah dan memanjakan mata. Segar, buat kalian ingin segera berenang jangan lupa pakai Sunblock karena cuaca yang terik sekali.

Di sini juga kaya akan keanekaragaman ekosistem laut. Misalnya bintang laut berwarna biru ini.

Hampir seluruh destinasi pulau di Papua Barat memiliki barisan Karang indah yang menyelimuti Pulau utamanya. So, hati-hati dengan karang disini ya kalau mau berenang. Bersenang-senang itu hal yang wajar untuk dilakukan, tapi jangan lupa untuk jaga keselamatan juga.