Minggu, 22 Desember 2019

Negeri di Atas Awan Gunung Luhur Belum 'Sempurna'

 Gunung Luhur di Banten ramai dibicarakan sebagai Negeri di Atas Awan. Tetapi kesiapannya sebagai destinasi wisata memang belum sempurna.

Wisata Negeri di Atas Awan Gunung Luhur di Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak mendadak viral sehingga dikunjungi ribuan wisatawan sampai macet akhir pekan lalu. Hal itu pun membuat heboh sosial media.

Rizki Ramadan, salah seorang travel blogger d'Traveler di detikTravel, pada pekan lalu juga berkunjung ke sana. Dia melihat sendiri kemacetan yang panjang sampai berkilo-kilometer akibat antusiasme tinggi para pengunjung.

"Banyak yang dari Jakarta sepertinya, banyak plat B kok," terang Rizki kepada detikcom, Selasa (24/9/2019).

Rizki menjelaskan, Gunung Luhur memang memiliki panorama yang indah memesona. Ketika sunrise, terlihat lautan awan menyelimuti Kampung Ciusul yang berada di lembah dan dikelilingi bukit. Saat itulah terlihat pemandangan Negeri di Atas Awan.

Namun Rizki punya pendapat, menurutnya Gunung Luhur belum siap sepenuhnya menjadi destinasi wisata. Sebabnya, beberapa fasilitas penunjang pariwisata belum tersedia.

"Bisa dibilang, sebenarnya Gunung Luhur ini belum siap," tegas Rizki.

"Fasilitas masih kurang, jalanan masih rusak, toilet belum ada, tempat parkir belum banyak dan sinyal telefon juga tidak ada. Tampaknya, belum bisa menampung banyak pengunjung," tambahnya.

Dalam pengamatan Rizki saat berbincang dengan warga sekitar, Gunung Luhur dibenahi sebagai tempat wisata oleh masyarakat Kampung Ciusul dan sekitarnya. Mereka memasang papan kayu untuk spot foto dan mempromosikannya lewat media sosial.

"Tentu, pariwisata bisa menjadi sumber perekonomian di sini. Hanya saja itu tadi, mungkin fasilitas penunjang pariwisata dan hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata bisa dibenahi terlebih dulu," tutupnya.

Sinabang di Aceh Punya Penginapan Terapung

 Pulau Sinabang di Provinsi Aceh punya penginapan yang sedikit berbeda. Lokasinya 'mengapung' di atas teluk.

Pada 28 Agustus hingga 5 Agustus 2019 lalu, Tim detikcom dan Bank BRI berkunjung ke Pulau Sinabang di Provinsi Aceh. Walau masuk Provinsi Aceh, tapi lokasinya berjarak sekitar delapan hingga 12 jam perjalanan via laut.

Di sana, detikcom sempat menginap di sebuah penginapan unik bernama Graha D'Fit. Lokasinya berada tak jauh dari Sinabang, tepatnya di Jalan Ibnu Abban GT Ulma, Air Dingin, Simeulue Timur.

Selain memiliki kamar yang berada di atas tanah, penginapan yang satu ini juga memiliki sejumlah unit kamar yang dibuat 'mengapung' di atas air. Bukan mengapung dalam artian sebenarnya, tapi dibuat berdiri di atas air layaknya rumah panggung.

Dari sejumlah kamar yang tersedia, ada satu rumah terapung yang terdiri dari tiga kamar. Dua di bawah, dan satu di bagian atas. Dari penginapan tersebut, traveler bisa langsung melihat panorama Teluk Sinabang dari depan jendela mau pun pintu.

Layaknya hotel, kamar di Graha D'Fit juga dilengkapi dengan AC atau pendingin ruangan. Jadi walaupun berlokasi di atas teluk, traveler tak usah terlalu khawatir akan kegerahan.

Tepat di bagian tengah penginapan, traveler juga bisa menjumpai ruang kumpul bergaya saung. Dari sana, traveler bisa bersantai sambil melihat panorama teluk nan indah.

Kekurangannya, penginapan ini tak didukung oleh variasi makanan saat breakfast atau sarapan. Rumah makan penginapan pun sudah tak beroperasi pada malam hari. sehingga traveler harus mencari makan di luar apabila lapar.

Rate kamarnya pun dimulai dari harga Rp 500 ribuan per malam. Mungkin bisa jadi rekomendasi bagi traveler yang mencari tempat penginapan dengan suasana berbeda saat berkunjung ke Sinabang.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Kisah di Balik Spot Wisata Instagramable, Dari Paris ke Hongkong (2)

3. Santorini, Yunani

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yunani hampir mencapai dua kali lipat sejak Instagram diluncurkan pada 2010. Sebuah pulau kuno di Santorini, terkenal dengan keindahan sunsetnya. Selain itu, ada rumah-rumah kapur di tebing yang dramatis dan air laut warna biru langit yang berkilauan yang menjadi spot wisatawan.

Namun, penduduk setempat mengelukkan pengunjung yang terlalu ramai. Pada Bulan Juni, Wakil walikota Loukas Bellonias menyalahkan media sosial yang mengubah pulau dari yang hanya untuk perjalanan destinasi menjadi tempat yang popular di dunia, sehingga tempat ini semakin padat akan pengunjung.

4. Pura Lempuyang, Bali.

Salah satu wisata di Indonesia yang menjadi destinasi favorit turis mancanegara ini terletak di Karangasem, Bali. Pura yang terkenal ini menjadi spot foto bagi wisatawan yang hadir.

Banyak wisatawan yang ingin berpose di pura seperti foto viral yang menunjukkan adanya pantulan air seperti cermin di bawah pura, yang menjadikan tempat ini sangat cantik. Tetapi pengunjung yang datang tidak menemukan adanya danau atau air yang menggenang.

Mereka kecewa karena berekspektasi ada genangan air yang memantulkan bayangan pengunjung saat berfoto di depan pura. Nyatanya foto yang sempat viral itu hanyalah editan semata.

5. Danau Delta, Wyoming, Amerika Serikat

Beberapa waktu lalu, Badan Perjalanan dan Pariwisata, Jackson Hile membuat pernyataan mendesak bagi pengunjung. Dia mengimbau pengunjung berhenti memberi geotagging gambar di media sosial demi menjaga hutan negara dan danau terpencil itu tetap asri.

Badan pariwisata setempat mengatakan bahwa tempat ini dibanjiri pengunjung yang ingin mendapatkan foto dengan paronama cantik yang viral di instagram, berkat influenser media sosial. Karenanya, banyak sampah-sampah yang berserakan serta banyak pula bunga-bunga yang terinjak dan rusak akibat ulah pengunjung yang datang.

Akhirnya, badan perjalanan dan pariwisata membuat kampanye dengan poster-poster. Salah satu posternya tertulis, "Berapa banyak like untuk tanaman mati bernilai?".

6. Choi Hung Estate, Hongkong

Hongkong juga menjadi tempat wisata yang digemari oleh wisatawan untuk mengabadikan momen. Choi Hung Estate menjadi tempat yang sangat populer.

Segerombolan wisatawan datang untuk mengambil foto di blok menara berwarna-warni dari lapangan basket. Puluhan foto diambil oleh para pengunjung dan mendatangkan keluhan dari penduduk. Mereka tidak dapat menggunakan lapangan basket.

Beberapa tanda peringatan untuk pengunjung diberikan agar mereka berhenti mengambil foto. Termasuk menghargai penduduk sekitar.

7. Ladang Tulip, Belanda

Belanda terkenal dengan ladang tulip pelangi yang luas dengan kincir angin yang mungil. Pemandangan seperti ini sangat cantik untuk memposting beberapa foto di media sosial.

Namun, beberapa turis telah menginjak-injak tulip. Ini menyebabkan kerugian berjuta-juta dolar pada petani.

Beberapa petani akhirnya memasang pagar di sekiar bunga-bunga mereka dan memberikan peringatan agar pengunjung dapat menghargai ladang mereka. Bahkan, Dewan turis Belanda meminta pengunjung untuk "selfie ramah tulip" dengan hashtag "watchyourfeet".

Sekarang, ada 40 relawan yang telah direkrut untuk memandu wisatawan dalam mempelajari sejarah ladang tulip. Mereka juga mengingatkan wisatawan untuk menghargai ladang tulip.