Selamat Hari Kopi Sedunia. Indonesia harus bangga di hari ini, karena kita memiliki kekayaan itu yang berasal dari Flores.
Kopi Flores dikatakan anugerah luar biasa. Ada beberapa alasan yang menyertainya.
"Khasiat dari kopi Flores luar biasa dibanding kopi yang lain. Keaslian biji kopinya dari faktor geografis alam sehingga menghasilkan kopi yang bagus. Karena tanpa pupuk pun jadi," jelas Florianus Nandi yang juga guide lokal di Flores.
Awalnya, kopi di Flores berjenis robusta. Pada tahun 1911 dibawa oleh Belanda. Lalu jenisnya berganti.
"Kemudian didatangkan kopi arabika dari Kolombia kalau tidak salah tahun 1927. Sekarang disebut bajawa," jelas Flori.
Ia menjelaskan bahwa umumnya kopi ada di daerah pegunungan. Banyak penghasil kopi ada di Waerebo Kabupaten Manggarai Tengah, Ndoso di Kabupaten Manggarai Barat, Lelak di Kabupaten Manggarai Tengah, Bajawa di Kabupaten Ngada hingga di Colol dari Kabupaten Manggarai Timur," urai dia.
Kata Flori, kini ada kopi yang berjenis arabika dan robusta. Namun yang dominan sekarang adalah jenis arabika.
Bertahun-tahun berlalu, ritel kedai kopi dunia melirik hasil dari bumi Flores. Adalah Starbucks yang telah memanen hasilnya.
"Starbucks itu kepanjangan tangannya ada di setiap kampung-kampung di Pulau Flores. Dia menyeleksi saat panen," kata dia.
Flori menyebut panen kopi jenis arabika ada di bulan Juni-Agustus. Lalu kopi jenis robusta dipanen dari Agustus sampai September.
"Untuk Starbucks mereka bekerjasama dengan petani kopi untuk meningkatkan perekonomian. Dan petani dapat penghasilan lebih karena tumpang sari dalam pertaniannya karena pengembangan perusahaan itu," terang dia.
Dan, Indonesia punya penghasil kopi yang sangat banyak mulai dari Aceh hingga Lampung, pegunungan di Jawa Barat hingga Banyuwangi, Bali, NTT, Sulawesi dan terakhir di Papua. Selamat Hari Kopi Sedunia!
Ini Taman Cantik Tempat Kaisar China Biasa Berleha-leha
Di Beijing, ada satu taman yang tersohor. Namanya Bei Hai Gongyuan. Konon di taman cantik ini, Kaisar China biasa bersantai dan berleha-leha.
Dalam Bahasa Mandarin, Beihai berarti pantai utara, sedangkan gongyuan berarti taman. Letaknya persis di sebelah barat pintu utara Forbidden City atau kota terlarang, tempat tinggal Kaisar.
Di sini, kita bisa menikmati bukan hanya pemandangan indah, tetapi juga ketenangan dan kesegaran. Taman seluas 68 hektar ini setengahnya merupakan danau buatan.
Di sekelilingnya terdapat bangunan-bangunan dengan ukiran klasik khas China. Tanaman berbatang besar dengan dedaunan menjulur mengitari sepanjang danau menambah keasrian taman ini.
Sementara itu di bagian lain dari taman ini terdapat pegunungan di mana berdiri sebuah pagoda besar berwarna putih. Letaknya di pulau Bunga Giok (Jade Flower island). Dalam tradisi China kuno, perpaduan antara pegunungan, air dan pepohonan merupakan kombinasi yang serasi yang dipercaya dapat mendatangkan hoki.
Taman ini dibangun sejak kekaisaran Liao, kira-kira abad 10 Masehi. Tetapi kemudian terjadi pemugaran di beberapa Dynasti selanjutnya dan baru dibuka untuk umum persisnya tahun 1925. Taman ini merupakan salah satu taman terbesar di Beijing yang dijaga kelestariannya.
Konon, ketika musim panas tiba, selain di Summer Palace, kaisar dan keluarganya menghabiskan waktunya di sini. Banyaknya pepohonan rindang dan danau buatan membuat taman ini membuat suasana menjadi sejuk dan damai. Mereka juga melakukan sembahyang di sini. Tak heran, beberapa bangunan didirikan untuk keperluan sembahyang.
Salah satunya adalah gedung sembilan naga. Mengapa disebut demikian, karena di dindingnya terdapat ukiran sembilan ekor naga yang sedang bermain dengan berbagai posisi.