Rabu, 18 Desember 2019

Bukan China, Ini Bukit Pelangi di Pekanbaru

China punya Gunung Pelangi di Zhangye. Nah, kalau Pekanbaru namanya Bukit Pelangi.

Kabut asap sedang melanda bumi lancang kuning, kota Pekanbaru, ibukota propinsi Riau. Doa kami semoga hujan cepat membasahi bumi Riau agar memadamkan kebakaran lahan gambut yang sedang terjadi.

Diawal September 2019 lalu, kabut tipis masih terlihat tapi tidak sepekat minggu belakangan ini. Kami menjelajah kota Pekanbaru dan mencoba untuk mencari tempat wisata yang sedang hits. Rainbow hills atau Bukit Pelangi yang terletak tidak jauh dari kota Pekanbaru, hanya 20 menit naik mobil.

Menuju ke bukit pelangi, kita akan melewati sebuah jembatan cantik melintas diatas sungai Siak yang membelah kota lancang kuning. Abadikan perjalanan melalui jembatan tersebut, dengan berbekal google maps-kami mencari lokasi bukit pelangi tersebut karena tidak semua orang Pekanbaru bahkan tahu dimana lokasi wisata ini tepatnya.

Sampailah kami dijalan kecil bernama Jalan Kemping. Semakin lama jalan berbentuk tanah. Dan sampailah kota disebuah tempat terbuka berbukit-bukit dan tidak tampak di mana lokasinya. Ternyata setelah turun dari mobil, dengan berjalan kaki barulah kita menemukan dimana bukit pelangi tersebut itu bersembunyi.

Bukit tanah yang mengandung mineral tertentu menimbulkan warna-warni yang berbeda, ada berwarna merah, kuning, dan agak sedikit putih. Semburat warna yang ditimbulkan tergantung dari posisi cahaya matahari yang menerpa tanah mengandung mineral tersebut.

Datanglah ketika masih pagi atau sore hari, semburat matahari akan memberikan warna tersendiri pada tanah sehingga memberikan beragam panca warna, oleh karena itu masyarakat memberikan nama Bukit Pelangi.

Tidak ada tiket masuk ke wilayah ini, hanya ada sebuah warung kecil yang menyediakan kopi atau mie instan. Jagalah kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan karena lokasi ini masih seadanya saja.

Lokasi yang sangat instagrammable banget ini patut dikunjungi ketika Anda berada di Kota Pekanbaru dan setelah kebakaran lahan padam dan tanpa asap yang membahayakan pernapasan.

Gunung Mutis, Tempat Bersemayamnya Raja-raja NTT

Gunung Mutis bisa jadi destinasi kamu selanjutnya di NTT. Selain cantik luar biasa, gunung ini juga jadi tempat raja-raja NTT bersemayam.

Mutis, gunung yang memukau di pulau Timor dan tempat bersemayamnya para Raja-raja (Usif) Timor. Menurut legenda di puncak Mutis, inilah para raja-raja Timor membahas dan membagi wilayah kekuasaan,dan ketika semua raja telah mendapat wilayahnya masing-masing maka berkatalah mereka Mutis yang berarti lengkap.

Gunung Mutis adalah salah satu gunung yang terdapat di Pulau Timor yang memiliki ketinggian 2.458 mdpl dan menjadi gunung tertinggi di wilayah Timor Barat. Secara administratif berada di perbatasan kabupaten Timor Tengah Utara dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Gunung ini memliki tiga puncak dan merupakan cagar Alam Mutis yang terkenal dengan kekayaan marmernya serta hutan bonsai alam pohon ampupu dan cemara yang di tumbuhi lumut serta akar angin.

Pendakian gunung Mutis tidak bisa dikategorikan mudah.Diperlukan persiapan yang cukup dimulai dari fisik yang prima sebelum melakukan pendakian serta wajib hukumnya bagi pendaki pemula untuk mengetahui tekni-teknik pendakian.

Untuk rata-rata summit attack di Mutis ditempuh kurang lebih 4-5 jam dari camp Nenas, mungkin juga bisa lebih tergantung kekuatan masing-masing pendaki.

Sebelum mencapai puncak pendaki akan melalui dataran Leol Fui disana pengunjung akan menjumpai tanah lapang serta padang hijau yang sangat luas dan menjadi tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Dari Padang Leol Fui  kita bisa melihat puncak mutis dengan jelas. Di kaki mutis tepatnya di Desa Nenas juga ada rumah warga yang bisa dijadikan tempat penginapan, serta masyarakat sekitar bisa dijadikan guide yang menemani rombongan pendakian.

Dalam Perjalanan dari Desa Nenas  menuju puncak Mutis akan suguhkan pemandangan yang eksotis, kabut tebal. Perkebunan jeruk ada dimana-mana serta ladang-ladang penduduk yang tertata dengan apiknya.

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melihat keindahan dari puncak gunun Mutis. Di sana pengunjung akan di takjub dengan hamparan awan-awan tebal. Ini membuat pengunjung seakan berdiri di atas awan.

Dari Puncak Mutis pula kita bisa melihat pulau pulau yang ada di sekitar Pulau Timor seperti Pulau Alor dan Oekusi Timor Leste. Lebih istimewanya lagi ketika matahari terbit paparan sinar matahari yang mengenai gunung Mutis akan membentuk bayangan yang menyerupai piramida.

Ini Pulau Seribu, Tapi Rasa Maldives

 Indahnya Pulau Seribu memang tak perlu diragukan. Dekat dengan Jakarta, kamu bisa bersantai di sini dengan keindahan alam mirip Maldives.

Kepulauan Seribu ialah destinasi yang letaknya ada di perairan Teluk Jakarta. Kepulauan ini membentang di atas 100 km dan punya luas kurang lebih 10.00 ha lebih. Sudah tercatat 100 pulau lebih terdapat di sana, yang terbentuk dari pulau besar serta kecil.

Kepulauan Seribu tersebut terbagi sebagai pulau wisata, konservasi, pulau sejarah, serta pulau buat pemberdayaan masyarakat sejalan dengan perbedaan karakteristik seluruh pulau.

Kepulauan seribu ialah satu kabupaten dinaungi kendali pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta dipimpin seorang Bupati berkantor pusat pemerintahannya beralamat di Pulau Pramuka.

Selaku ibukota kabupaten, Pulau Pramuka punya infrastruktur lengkap semisal gedung sekolah, fasilitas olahraga, sistem keamanan terpadu, beraneka fasilitas kesehatan juga rumah sakit juga ditunjang moda transportasi terutama penyebrangan antar pulau mempergunakan kapal laut.

Ada sebagian pulau yang sudah lama terdaftar jadi pulau yang dimaksudkan buat pulau obyek wisata. Di antara pulau-pulau yang mencakup kedalam Kepulauan Seribu, 8 diantaranya pernah dijadikan jadi pulau pariwisata resort.

Ke-8 pulau itu ialah Pulau Macan, Pulau Pantara, Pulau Pelangi, Pulau Sepa, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Ayer. Setiap pulau pariwisata itu sudah lengkap sarana prasarana yang mengenakan dan bahkan komplit kemudian dikelola secara profesional oleh pengelola swasta.

Dengan pertumbuhan yang cukup dicapai kali ini dan sokongan yang tambah besar dari Pemerintah DKI Jakarta, bukanlah sebagai impian apabila suatu saat Kepulauan Seribu mampu sebagai Primadona pariwisata serta tujuan utama obyek wisata dalam negeri justru terkenal sampai dengan Mancanegara.

Setiap pulau itu ialah yang ngetop dari sebagian pulau yang lain yang terdapat di Kepulauan Seribu, dibuktikan pulau itu semua sebagai pusat rekreasi di Kepulauan Seribu. Dan berada satu pulau yang sebagai favorit disana diantaranya Pulau Bidadari dan Pulau Pelangi.

Apabila anda emang berminat hendak pergi ke satu dari banyak pulau-pulau itu boleh memanfaatkan jasa agen travel untuk menggampangkan perjalanan Anda ke sana lantaran jika mempersiapkan sendiri mungkin anda akan repot semisal menyiapkan barang-barang pakaian ganti, akomodasi mulai dari transportasi sampai dengan penginapan berapa lama anda ingin bermalam disana menyaksikan suasana pantai resort yang nikmat.

Bukan China, Ini Bukit Pelangi di Pekanbaru

China punya Gunung Pelangi di Zhangye. Nah, kalau Pekanbaru namanya Bukit Pelangi.

Kabut asap sedang melanda bumi lancang kuning, kota Pekanbaru, ibukota propinsi Riau. Doa kami semoga hujan cepat membasahi bumi Riau agar memadamkan kebakaran lahan gambut yang sedang terjadi.

Diawal September 2019 lalu, kabut tipis masih terlihat tapi tidak sepekat minggu belakangan ini. Kami menjelajah kota Pekanbaru dan mencoba untuk mencari tempat wisata yang sedang hits. Rainbow hills atau Bukit Pelangi yang terletak tidak jauh dari kota Pekanbaru, hanya 20 menit naik mobil.

Menuju ke bukit pelangi, kita akan melewati sebuah jembatan cantik melintas diatas sungai Siak yang membelah kota lancang kuning. Abadikan perjalanan melalui jembatan tersebut, dengan berbekal google maps-kami mencari lokasi bukit pelangi tersebut karena tidak semua orang Pekanbaru bahkan tahu dimana lokasi wisata ini tepatnya.

Sampailah kami dijalan kecil bernama Jalan Kemping. Semakin lama jalan berbentuk tanah. Dan sampailah kota disebuah tempat terbuka berbukit-bukit dan tidak tampak di mana lokasinya. Ternyata setelah turun dari mobil, dengan berjalan kaki barulah kita menemukan dimana bukit pelangi tersebut itu bersembunyi.

Bukit tanah yang mengandung mineral tertentu menimbulkan warna-warni yang berbeda, ada berwarna merah, kuning, dan agak sedikit putih. Semburat warna yang ditimbulkan tergantung dari posisi cahaya matahari yang menerpa tanah mengandung mineral tersebut.

Datanglah ketika masih pagi atau sore hari, semburat matahari akan memberikan warna tersendiri pada tanah sehingga memberikan beragam panca warna, oleh karena itu masyarakat memberikan nama Bukit Pelangi.

Tidak ada tiket masuk ke wilayah ini, hanya ada sebuah warung kecil yang menyediakan kopi atau mie instan. Jagalah kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan karena lokasi ini masih seadanya saja.

Lokasi yang sangat instagrammable banget ini patut dikunjungi ketika Anda berada di Kota Pekanbaru dan setelah kebakaran lahan padam dan tanpa asap yang membahayakan pernapasan.