Rabu, 18 Desember 2019

Merasakan Suasana ala Eropa, Tapi di Jepang

Jepang memang unik. Ada satu spot di Jepang dimana kita bisa merasakan suasana ala Eropa. Tempat itu ada di Kota Kobe. Seperti apa?

Kitano-cho merupakan sebuah distrik di Kobe yang terletak di kaki gunung Rokko. Di sinilah para diplomat dan pedagang dari Barat menetap setelah Pelabuhan Kobe dibuka untuk perdagangan luar negeri pada pertengahan abad ke-19.

Rumah-rumah besar yang berarsitektur Eropa, tidak dipindahkan dan kini sebagian besar dibuka untuk publik sebagai museum.
Untuk bisa melihat bagian dalam rumah-rumah tersebut, pengunjung harus membayar sekitar 550-750 yen.

Jika kita ingin melihat beberapa rumah sekaligus, terdapat harga kombinasi. Namun jika kita tidak mau masuk, berfoto di luar bangunan diperbolehkan.

Yang menarik dari rumah-rumah ini adalah warnanya yang beraneka ragam. Melihatnya, saya merasa sedang benar-benar di Eropa di masa lampau.

Beberapa bangunan yang ada di sini di antaranya adalah England House, Italian House, juga French House. Di kawasan ini terdapat berbagai restoran, kafe dan juga toko souvenir yang membuat pengunjung betah berada di sini.

Namun karena berada di kaki gunung, jalanan di sini cenderung menanjak, jadi diperlukan cukup tenaga untuk berkeliling. Distrik ini bisa dicapai dengan 10-15 menit berjalan kaki dari Sannomiya Station ataupun Shin-Kobe station.

Ini Kain Tenun Timor Tengah Selatan yang Khas

Salah satu oleh-oleh dari wilayah timur Indonesia adalah kain tenun. Contohnya adalah kain tenun Timor Tengah Selatan yang khas ini.

Adapaun kelebihan Kain tenun khas Timor Tengah Selatan yaitu pada penggunaan bahan yang masih sangat alami. bahan kain yang digunakan diambil langsung dari pohon kapas, untuk kemudian diolah menjadi benang menggunakan alat-alat tradisional khas Timor Tengah Selatan.

Kabupaten Timor Tengah Selatan di provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang indah, tapi juga memiliki beragam motif tenunan yang berasal dari berbagai kecamatan atau desa.

Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki 3 suku besar yang masing-masing mempunyai corak dan motif yang khas. suku suku tersebut yaitu Amanuban, Amanatun dan Mollo.

Umumnya hasil tenun orang Timor, berupa selendang, sarung, dan selimut. Ketiga hasil tenun tersebut memiliki fungsi pemakaian yang berbeda. Selendang biasanya diberikan orang Timor kepada pendatang dan juga sering digunakan sebagai penutup kepala. Sarung biasanya digunakan oleh ibu-ibu. Lalu ada juga selimut yang memiliki ukuran yang lebih besar dari sarung. Selimut ini biasanya digunakan oleh kaum pria khususnya yang sudah dewasa.

Adapaun kelebihan Kain tenun khas Timor Tengah Selatan yaitu pada penggunaan bahan yang masih sangat alami. bahan kain yang digunakan diambil langsung dari pohon kapas, untuk kemudian diolah menjadi benang menggunakan alat-alat tradisional khas Timor Tengah Selatan.

Selain itu ada pewarnaan diambil dari bahan alami, beberapa bahan umum yang sering digunakan contohnya adalah untuk warna biru digunakan daun tarum, untuk warna kuning menggunakan kulit pohon mengkudu, warna putih didapatkan dari bubur jagung dll. Seluruh komoditi bahan bisa didapatkan di daerah-daerah tertentu di Timor Tengah Selatan.

Akhir Pekan di Yogya, Jangan Lupa Kunjungi 4 Tempat Ini

Menghabiskan akhir pekan di Yogya, traveler jangan takut kehabisan ide tempat wisata. Ada 4 tempat wisata asyik yang tak boleh dilewatkan.

Hello para traveller saya mau rekomendasiin tempat wisata yang bagus dan indah di Yogyakarta. Jadi, liburan kelulusan kemarin saya berlibur ke Yogya. Sebenarnya sudah sering ke kota ini, karena memang tidak pernah ngebosenin dan selalu saja ada tempat baru.

Liburan kali ini sudah saya list dan rencanakan akan ke arah Bantul dan daerah Kulonprogo. Saya naik kereta dari stasiun Pasar Senen. Sesampainya di sana, saya langsung menuju ke arah Bantul untuk mengexplore dan mencari penginapan di sana.

Destinasi wisata pertama yang saya kunjungi yaitu Taman Bunga Matahari yang terletak di Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta. Lokasinya dekat sekali dengan pantai dan sepanjang jalan dekat pantai terdapat Taman Bunga Matahari tersebut.

Di sana kalian dapat berfoto-foto sepuasnya dengan background bunga matahari yang tinggi-tinggi. Cukup membayar 5 ribu rupiah saja untuk tiket masuknya. Di sana juga disediakan properti seperti topi, kacamata dan lainnya untuk berfoto.

Setelah puas berfoto saya pun melanjutkan perjalanan untuk istirahat di homestay sekitar daerah Imogiri, Bantul. Saya menginap di sana dikarenakan dekat dengan spot sunrise atau destinasi saya yang kedua, maka dari itu saya bermalam di homestay dekat sana.

Keesokan harinya waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 setelah sholat subuh saya langsung menuju ke destinasi kedua yaitu Puncak Panguk Kediwung Sunrise Point, Bantul, Yogyakarta.

Sesampainya di sana masih tertutup kabut dan matahari belum terbit. Saya pun menunggu di warung terdekat dan memesan minuman hangat.

Tips kalau mau ke sini kalian harus pakai jaket ya karena lumayan dingin. Matahari pun terbit dan kabut pun mulai menghilang dan baru kelihatan indahnya pemandangan dari atas Puncak Panguk.

Di sini kalian dapat berfoto-foto di spot yang telah disediakan dengan membayar 3 ribu rupiah per satu spot. Tempat ini sangat recommended sih menurutku, kalau yang suka dengan alam dan pemandangan yang nyegerin mata.

Sepulang dari sana, saya pun check out dari homestay dan menuju destinasi wisata selanjutnya ke arah Kulonprogo. Waktu yang ditempuh sekitar 1.5 - 2 jam. Perjalanan sangat menantang karena tanjakan dan turunan yang terjal dan harus berhati-hati.

Kemudian sesampainya di Kulonprogo, saya langsung menuju Air Terjun Kembang Soka Kulonprogo. Tiket masuk 3 ribu rupiah, ada tempat parkirnya, kemudian jalan ke bawah menggunakan tangga untuk ke air terjun.

Air terjunnya kalau musim hujan lumayan deras. Terdapat kolam kecil yang jernih dan berwarna biru kalian bisa berenang di sini dan telah disediakan kamar bilasnya.

Waktu di sana saya hanya berfoto-foto saja karena hari sudah mulai sore dan saya harus melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Nglinggo untuk menginap di penginapan yang telah saya pesan.

Perjalanan dari air terjun menuju Desa Wisata Nglinggo sekitar 1 jam. Jalanan menanjak terus harus hati-hati. Mungkin belum banyak orang yang tau Desa Nglinggo ini.

Desa ini terkenal dengan kebun tehnya dan udaranya yang dingin sekali. Kalau kalian mau ke sini saya sarankan menaiki transportasi mobil pribadi. Penginapan di sini juga belum terlalu banyak. tapi saya bisa rekomendasikan penginapan atau homestay rimbono cuma 150 ribu per malam.

Kalau pagi hari kalian dapat berkunjung ke Kebun Teh Nglinggo dan mencicipi teh khas Nglinggo. Kemudian kalian juga dapat menyewa jeep yang disediakan oleh pemilik homestay untuk berkeliling Desa Wisata Nglinggo.

Kalau kalian suka dengan hal-hal yang memacu adrenaline pasti kalian akan menyewa jeep ini. Jadi berikut adalah tempat-tempat yang harus kalian kunjungi kalau berlibur ke Yogyakarta:

1. Taman Bunga Matahari, Pantai Samas Bantul Yogyakarta.
2. Puncak Panguk Kediwung, Bantul Yogyakarta.
3. Air terjun kembang soka, Kulonprogo Yogyakarta.
4. Desa Wisata Nglinggo (Kebun Teh Nglinggo) , Kulonprogo Yogyakarta.

Pokoknya masih banyak lagi tempat-tempat yang bagus di Yogyakarta. Ingat ya traveler, tetap jaga kebersihan dimanapun kalian berada agar tempat seperti ini bisa terus terlestarikan.

Salam holiday!