Rabu, 18 Desember 2019

Kisah Pendakian Gunung Kembang, Adiknya Gunung Sindoro

BASECAMP- ISTANA KATAK - KANDANG CELENG

Setelah semua beres. Jam 7 malam kami berangkat. Bersebelas kami menyusuri kebun teh dengan jalur yang masih nanjak tipis. Bingung juga nyari dimana Istana Katak.

Entah terlewat atau memang tidak melewati, kami lanjut jalan hingga sekitar jam 9.30 malam kami baru sampai di POS KANDANG CELENG. Yang juga menandai batas Kebun teh dengan hutan.

KANDANG CELENG - LILIPUT

Jam 10, kami berangkat mengarah ke Pos Liliput. Kondisi hutan yang masih rapat dan trek yang mulai nanjak harus kami lalui. Konon di hutan ini masih banyak Celeng.

Jadi tidak disarankan untuk ngecamp di hutan antara Kandang Celeng dan Sabana. Sekitar 40 menit kemudian kami baru sampai di Pos Liliput.

LILIPUT - SIMPANG 3

Berupa area datar yang ditandai dengan adanya persimpangan tiga arah yang dulu dipakai untuk pembukaan jalur. Ambil jalur lurus nanjak. Kondisi hutan semakin lebat. Pos ini berjarak sekitar 30 menit jalan santai dari Liliput.

SIMPANG 3 - AKAR

Jalur semakin menanjak dengan hutan yang masih lebat. Bintang tidak tembus di sini saking rapetnya hutan. Ditambah dengan banyaknya lumut dan akar pohon yang melintang, menjulur cukup untuk membuat kita lebih waspada. Berjarak sekitar 20 menit jalan santai dari Simpang 3.

AKAR - SABANA

Jalur semakin menanjak. Bintang mulai terlihat, pertanda Pos Sabana sudah dekat. Disini, beberapa dari kami mulai kepayahan. Kondisi ini mengharuskan kami untuk ngecampdi pos Sabana.

Selain di Puncak,Camp Arealain yang disarankan di Gunung Kembang hanya di Area Sabana.

Kami sampai di Sabana sekitar jam 00.10 dini hari. Dengan kondisi trek yang lumayan curam, sangat sulit menemukan lokasi ngecampyang memang sangat terbatas.

Dengan suhu yang sangat dingin, kami masih harus bertarung dengan kantuk untuk mendirikan 3 tenda. Bagi tugas masak air dan set tenda, sekitar jam 1 tepat kami sudah siap istirahat.

Satu tenda keburu kebawa team yang langsung summit dan ngecamp di pucuk.

SABANA - TANJAKAN MESRA

Dingin menyapa kami bersama cahaya matahari pagi yang menyinari area kejauhan. Apes, ternyata kita pas di posisi umbra Gunung Sindoro. Sinar matahari otomatis kehalang body Gunung Sindoro.

Dingin juga belum beranjak, masih setia nunggu sinar matahari untuk pergi. Prepare dan masak air untuk segelas teh panas, baru sekitar jam 7 kami berangkat naik.

Mulai dari depan tenda, trek terlihat horor nanjak. Dan benar saja, sampai sekitar setengah jam berikutnya kami baru tiba di Pos Tanjakan Mesra yang ditandai dengan jalur menanjak dengan tali terpasang sebagai pegangan.

TANJAKAN MESRA - PUCUK

Tanjakan semakin menanjakn dan gak mesraa. Teringat kembali jalur Engkol-engkolan gunung Sumbing. Beruntung, Kembang tidak setinggi Sindoro - Sumbing kakaknya.

Baru setengah jam kemudian, sekitar jam 8.10 akhirnya kami sampai di Puncak Gunung Kembang 2340 mdpl.

Tepat berada di sebelah Gunung Sindoro. Tersaji pemandangan kawah Gunung Kembang mengarah ke timur, ke Kak Sindoro.

Setiap lekukan lembah dan badan Sindoro keliatan jelas. Sampai uap aktivitas Sindoro di area puncak pun jelas kelihatan. Di sebelahnya, jauh dikit ke selatan, Sumbing, angkuh berdiri nantangin nyali.

Di tengah-tengahnya, Merbabu, Andong Cs bersabuk awan di kejauhan menenangkan pikiran.

180ยบ di barat, Dieng Plateau terlihat berkabut tipis dengan landmark Gunung Prau menjadi titik tertingginya. Gunung Slamet seolah hanya diam memandang kami dengan senyum provokatif.

Area Puncak yang datar dan sangat luas bisa menampung kira-kira 150 tenda. Jadi tidak perlu khawatir soal lokasi camp. Terlebih setiap hari pendakian dibatasi hanya untuk 500 pendaki. Pasti muat kok.

Puas foto-foto, kami masak bersama, makan bersama di tenda Mas Satrio yang semalam langsung summit. Sampai jam 10.30 kami baru start turun.

Perjalanan dari puncak (+ bongkar tenda) sekitar 4 jam jalan santai. Hingga kami sampai di Basecamp sekitar jam 3 sore. Ngingetin sekali lagi, semua detail sampah di note ya gaess. Asli diaudit satu-satu di Basecamp!

Setelah packing, bersih-bersih dan ganti seragam, kami bubar jalan masing-masing, pusing mikir share cost.

See you!

Selasa, 17 Desember 2019

2 Pulau Cantik di Kota Padang

Kota Padang di Sumatera Barat tak hanya terkenal dengan kulinernya saja. Ada dua pulau cantik yang bisa kamu kunjungi dalam satu hari.

Kota Padang terkenal sebagai salah satu tujuan wisata dengan pilihan yang tak terbilang. Hampir semua jenis objek wisata ada disini. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata edukasi, hingga wisata yang berbau mistis. Salah satu bagian Kota Padang yang paling terkenal adalah pulau-pulau yang terbentang sepanjang perairan di Padang karena tergolong masih asri, apalagi banyak pulau baru yang sudah dibuka untuk umum sebagai tempat wisata

Bagi kamu yang hobi ke pantai, tapi tidak mau berdesakan bersama pengunjung lain dan kamu yang cinta petualangan serta mengharapkan tantangan sebelum mendapatkan keindahan alam yang mempesona, cobalah wisata ke pulau-pulau di Kota Padang, seperti Pulau Pasumpahan, Pulau Sirandah, Pulau Pamutusan maupun Pulau Suwarnadwipa.

Perjalanan ke pulau, diawali dengan menuju dermaga Sungai Pisang dari Kota Padang yang ditempuh selama 2 jam menggunakan mobil. Awalnya cukup kuatir karena kabarnya jalan menuju ke dermaga sangat sempit, terjal dan licin karena masih berupa jalan tanah. Ternyata jalan menuju dermaga kini sudah diperbaiki dan sudah diaspal sehingga sepanjang perjalanan dilalui dengan lancar jaya.

Setibanya di dermaga, saatnya menaiki perahu motor menuju pulau. Ternyata dalam satu kali perjalanan kamu bisa wisata ke 2 pulau sekaligus! Saya pun memilih untuk mengunjungi Pulau Pasumpahan dan Pulau Sirandah bersama teman-teman saya. Satu orang dikenakan tarif sebesar seratus ribu rupiah, biaya ini sudah termasuk biaya sewa kapal dan biaya tiket masuk ke dua pulau.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Pasumpahan, dimana pulau ini terkenal dengan pasir putihnya dan lanskap pulau-pulau lain yang berdekatan yang dijamin bikin kita ternganga. Garis pantai dengan hamparan luas pasir putih halus serta terumbu karang di beberapa bagian menjadikan pulau ini tempat yang nyaman untuk menghilangkan segala kepenatan.

Ombak di Pulau Pasumpahan tidak terlalu besar, sehingga banyak kegiatan yang bisa dilakukan antara lain berenang dan snorkeling. Selain itu juga terdapat banana boat dan jetski untuk kamu yang ingin mencobanya. Untuk menaiki banana boat dikenakan tarif 35 ribu rupiah per orang, dan untuk jetski biayanya 150 ribu per orang dengan durasi 15 menit.

Meskipun pulau ini terletak cukup jauh dari pusat Kota Padang, namun di dalam pulau sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti toilet, mushola, pemandian umum, hingga warung-warung yang menjual makanan dan minuman, dan semuanya tertata dengan baik. Masyarakat setempat pun ikut berperan dalam menjaga dan mempercantik Pulau Pasumpahan ini.

Hal ini dapat dilihat dengan adanya pos jaga, ayunan kayu dan gazebo sebagai tempat berteduh. Bahkan terdapat penginapan berupa cottage kecil yang nyaman dengan tarif 850 ribu per malam. Benar-benar komplit pulau yang satu ini.

Setelah puas bermain air di Pulau Pasumpahan, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Sirandah dengan jarak tempuh sekitar 20 menit dari Pulau Pasumpahan. Kamu juga bisa menikmati pemandangan berupa pulau-pulau kecil dan ikan-ikan terbang yang akan menyapa kamu sepanjang perjalanan dengan perahu motor.